"Mereka teman sekamarku." Jungkook memperkenalkan kedua teman barunya sambil tersenyum.
Rizal dan Rey sama-sama Omega yang ceria. Mereka langsung menyapa Felix dengan binar di mata mereka.
"Halo."
Ketiga Omega itu berjalan di depan sementara Felix mengikuti dari belakang.
Rey dan Rizal tidak berani memulai percakapan dengan Jungkook. Meskipun pemuda itu tampak sangat mudah didekati, tubuhnya diselimuti oleh begitu banyak cahaya, membuat orang segan dengannya.
Aura positif yang terpancar dari tubuhnya saja sudah cukup membuat orang tidak berani berbicara sembarangan di depannya.
Di bawah pimpinan kedua Omega itu, mereka berjalan ke gerbang utara akademi.
Di luar gerbang, jalanan ramai dengan berbagai makanan ringan.
Felix sedikit mengernyit, tapi tidak mengatakan apa pun untuk menghentikan mereka meskipun dia merasa makanan di sini higienis.
Di kejauhan, beberapa Alpha keluar dari warnet, mengobrol dan tertawa. Salah satu Alpha di sana memiliki postur tubuh yang sangat tinggi dan menonjol di antara teman-temannya.
Alpha itu tiba-tiba menoleh, pandangannya mendarat pada tiga Omega di depan sana yang berjalan beriringan. Tidak, lebih tepatnya pada Omega mungil yang berjalan di tengah-tengah kedua Omega lainnya.
"Jungkook?"
Mendengar panggilan itu, Rizal dan Rey mendongak pada saat bersamaan.
Ketika mereka melihat ada Alpha pria yang melangkah ke arah mereka, mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut.
Akademi ini memiliki banyak pria dan wanita Alpha dengan paras yang rupawan, tapi semua Alpha yang mereka lihat tidak setampan pria ini.
"Chanyeol? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Jungkook terkejut.
"Kata Kakek Shen, kau akan pergi ke luar negeri dan melanjutkan kuliah di sana."
"Tidak," jawab Chanyeol singkat. Ada senyum tipis di bibirnya saat melihat pemuda itu.
Sudah begitu lama sejak mereka terakhir bertemu. Jungkook sepertinya tidak banyak berubah. Bibirnya masih merah merekah, giginya masih putih, dan matanya masih secantik dulu.
Kini dia sudah menjadi mahasiswa. Tapi di antara sekelompok Omega lainnya, dia masih semanis anak berusia 14 tahun.
"Kau tidak jadi pergi? Kenapa? Kata Kakek Shen, universitas di sana sangat bagus."
Chanyeol tersenyum. "Semua universitas itu sama, tidak ada bedanya. Lagipula, aku ingin menghabiskan waktuku di sini dengan Kakek."
"Jadi begitu."
Chanyeol mengangguk. "Oh iya, kalian ingin makan?"
"Ya ya ya! Tampan, apa kau ingin bergabung?"
Sebelum Jungkook bisa menjawab, Rizal sudah mengundang Chanyeol dengan cepat.
"Apa boleh?"
Chanyeol mengedipkan matanya dan menatap Jungkook. "Hyung, aku belum makan seharian ini. Kau tidak keberatan kan kalau aku mengemis makanan gratis?"
"....."
Sejak kapan pembuat onar seperti Chanyeol sampai tidak punya makanan untuk dimakan?
Tidak hanya Jungkook yang bingung, tapi teman-teman pria itu juga sama bingungnya.
"Chan, kau bukannya sudah makan?"
Tatapan dingin seketika dilemparkan ke temannya yang sedang berbicara

KAMU SEDANG MEMBACA
CRYBABY #4: End Of Story
Teen Fiction𝗦𝘁𝗮𝘁𝘂𝘀 » On-Going Pairing: Taekook; [toptae x bottkook] Summary: Kisahnya bukanlah drama romantis saat pertemuan di resort pegunungan menjadi cerita yang menyenangkan, happy ending! » top;Tae bot;Kook » perjodohan » angst? maybe. Start; 22 M...