27. Wen bersaudara

912 106 8
                                        

Pada awal kampanye Sunshot, Qinghe Nie, Lanling Jin, Gusu Lan dan Yunmeng Jiang memimpin 8000 kultivator dan berbaris menuju Qishan. Mereka berjuang untuk menaklukkan Guanzhong yang berada di wilayah kekuasaan Qishan Wen.

Namun, Qishan Wen begitu kuat. Upaya yang mereka lakukan untuk menggulingkan Bu Ye Tian mirip dengan seekor semut yang berusaha mengguncang pohon raksasa.

Wen Rouhan menggambarkan mereka dengan dua hal : tidak menjanjikan dan terlalu percaya diri.

Di Langya wilayah Qilu yang termasuk dalam wilayah kekuasaan Lanling Jin. Lanling Jin menderita kekalahan. Disisi lain Yunmeng Jiang mendapat kemenangan. Setelah situasi di Jianghuai yang termasuk dalam wilayah Lan stabil, Lan Wangji memimpin sekelompok kultivator untuk memperkuat Jingchu.

Qinghe Nie jelas mendapat kemenangan mutlak. Dipimpin oleh Nie Mingjue, mereka berhasil mengalahkan Wen Xu dan antek-anteknya. Kepala Wen Xu dipajang oleh Nie Mingjue dan dipamerkan di depan pasukan yang dipimpinnya. Nie Mingjue bahkan mengejek reputasi Qishan Wen yang tidak layak. Hal ini sepertinya membuat Wen Rouhan cukup kesal.

🌼

BRAK

" Memalukan ! "

" Jie, apa yang dikatakan surat itu ? " cicit sebuah suara pada sang kakak. Dia memang pemuda yang takut pada kakaknya.

" Wen Rouhan memerintahkan semua cabang Qishan Wen dan sekte yang berafiliasi untuk bergabung dengan perang. Siapa saja yang tidak patuh akan dihukum tanpa belas kasihan. " jawabnya pada sang adik.

Mereka berdua adalah kakak beradik Wen. Wen Qing dan Wen Ning.

Wen Ning terkejut dengan apa yang dikatakan oleh sang kakak. Dia menelan ludahnya kasar, " Lalu...kita akan pergi ? "

Wen Qing berdiri, raut wajahnya mengeras, " Tidak. Meskipun keluarga kita menyandang nama Wen tapi kita selalu menjadi seorang penyembuh bukan pembunuh. Ingatlah bahwa kita seorang penyembuh. Kita menyelamatkan nyawa dan mengobati yang terluka. Bahkan jika kita di medan perang, kita tidak bisa mengkhianati prinsip kita. "

Wen Ning mengangguk, menyetujui ucapan sang kakak. " Aku akan mengingatnya. Tapi Wen..Wen Chao.. "

" Wen Chao ? " Beo Wen Qing.

" Kurasa sekarang, dia terlalu sibuk untuk mengacaukan kita. " sambungnya.

Tiba-tiba sebuah cahaya datang di tempat kedua Wen itu berada. Wen Qing dan Wen Ning sempat menutup mata saking silaunya. Mereka berdua lalu melihat ada seorang pemuda dengan pakaian yang terlihat aneh.

" Kalian ! Kalian tabib Wen kan ? Kau Wen Qing bukan ? " ucap pemuda itu sembari menunjuk Wen Qing.

" Ya dan siapa kau ? " ucap Wen Qing. Tangannya sudah siap dengan beberapa jarum akupuntur miliknya.

" Kujelaskan nanti, sekarang ikut aku. "

Pemuda itu terlihat buru-buru. Suara beberapa tapak kaki dari luar mulai mendekati kediaman itu. Berseru memanggil nama Wen Qing.

Pemuda itu sempat berdecih sebelum meraih tangan Wen Qing dan Wen Ning lalu menghilang dari sana.

🌼

Wen Qing dan Wen Ning terkejut ketika mereka tiba di tempat asing. Mereka kemudian dibawa ke sebuah ruang yang berisi seorang wanita hamil yang tampaknya siap untuk melahirkan.

" Bantu dia ! "

Wen Qing mengabaikan semua pertanyaan kenapa ia tiba-tiba dibawa kemari. Dirinya adalah seorang tabib dan tugas tabib adalah mementingkan pasiennya terlebih dahulu.

Boy Into GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang