jam sudah menunjukkan pukul 17.00,matahari sudah tenggelam,masih bilang sudah cukup sore namun langit sudah gelap seperti akan menurunkan hujan lagi seperti semalam.
salsa bangun dari tidurnya,ia masih melihat pacarnya yang masih tetap fokus dengan tugasnya.melihat kearah kaca pandangan yang salsa dapat langit yang begitu gelap dan hujan sudah turun begitu saja,lalu bagaimana ia bisa pulang.
"ka"suara halus itu terdengar ditelinga rizwan,ia langsung membalikkan tubuhnya dan langsung bertemu pandangan dengan kekasihnya yang masih berbaring dikasurnya,rizwan tersenyum dan menutup kembali semua bukunya dan laptopnya, mengahampiri salsa yang baru bangun dari tidurnya
duduk disamping salsa dan membantu pacarnya untuk bangun dari tidurnya,mencium kening sang pacar dengan halus. "nyenyak tidurnya,sayang"tanya rizwan dan dianggukki oleh salsa,rizwan tersenyum lalu membawa pacarnya kedalam pelukannya,salsa manaruh kepalanya didada rizwan yang dengan posisi duduk.
"ka"panggil salsa,ia mendongak menatap wajah yang ada diatasnya,rizwan berdehem dan kembali memandang langit yang sudah menurunkan hujannya. "aku pulangnya gimana"tanya salsa sambil menatap langit itu.
rizwan menoleh kearah bawahnya,dan kembali mencium rambut itu dengan halus. "mau ga mau ya kamu bakal tidur disini"ucappan itu langsung disambut gelengan dari salsa. "kenapa gamau"tanyanya,salsa kembali menatap wajah rizwan.
"nanti ngerepotin ka"rizwan menggeleng.
"gaada yang merasa direpottin sayang"salsa tersenyum,lelaki yang sedang memeluknya sangat lembut dan ternyata tak sedingin yang ia bayangkan.
masih dengan posisi duduk tapi berpelukan,kepala salsa yang ada didada rizwan dan rizwan yang terus menghirup aroma rambut itu.hening diantara keduanya dipecahkan oleh ketukan pintu dari luar kamar itu.
"ABANG~~"teriakkan liona dibalik pintu itu,membuat keduanya tersenyum.
"masuk sayang"jawab rizwan dengan posisi yang masih memeluk salsa,salsa akan melepaskan pelukan itu namun dilarang oleh gelengan dari rizwan.
"ada liona ka"ucappan salsa tak digubris rizwan.
pintu terbuka dan menampilkan putri kecil keluarga angkasa itu dengan baby sister nya.
"Maaf tuan muda kata,tuan putri liona mau kesini"ucap mbak itu dan dianggukki oleh rizwan. "saya permisi ya tuan muda"dijawab anggukan oleh tuannya,mbak itu keluar dari kamar rizwan.
"liona,sini"panggil salsa yang masih ada dipeluk kan rizwan,liona yang merasa dipanggil langsung menaikki kasur itu dan mendekat ke keduanya.
"tangan kaka sakit ya"suara polos itu membuat keduanya tersenyum,salsa mengangguk dan bangun dari pelukan rizwan, akan memangku liona,tapi rizwan tidak memperbolehkan. "gamau dipangku,kan kaka salsa masih sakit"senyum salsa mengembang lagi,senyum bahagianya kembali lagi.rizwan memberi jempol ke liona.
"sini pangku abang aja"tawar rizwan dan langsung membuat liona membangunkan badannya dan langsung masuk kedalam pelukan dan juga pangkuan rizwan,ia tersenyum dan mencium rambut aroma buah stroberi itu.
salsa tersenyum,rizwan geser lagi ke tengah dan membuka tangannya untuk salsa masuk didalam pelukannya,salsa menurut dan kepalanya didada rizwan lagi.salsa dan liona berhadapan dan membuat mereka tersenyum didada lebar milik rizwan.
"liona cantik banget siii"ucap salsa sambil mengelus pipi itu,liona tersenyum lalu mencium pipi salsa.
"kaka juga cantik"salsa tersenyum begitu pun juga rizwan.
mereka bertiga menghabiskan waktu didalam kamar rizwan hanya berpelukkan ditubuh rizwan saja sudah membuat tawa itu terus terdengar ditelinga rizwan,mencium rambut keduanya.rasanya tidak berat,hanya nyaman dan hangat yang ada ditubuh rizwan.
KAMU SEDANG MEMBACA
about life salsa
Randomgadis yang merasa bahwa dirinya tidak pernah diinginkan oleh dunia. BACA KALO MAU TAU.
