(tiga puluh empat)

15 1 0
                                        

"aku mencintainya, sangat"
-angkasa rizwan abrian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jam baru menunjukkan pukul 06.30, Rizwan sudah disamping gadis yang dua hari kemarin ia tangisi. Memandang lekat wajah itu dengan penuh ketulusan dan rasa takut kehilangan, wajah yang masih pucat dan seperti tidak memiliki tenaga. Tapi tidak membuat lelaki yang sembari tadi memalingkan pandangannya dari wajah itu.

"Kenal dan sayang sama kamu, hal yang gak aku duga, sal" suara yang pelan agar tak menganggu si empu yang sedang tertidur lelap. "Cepat sembuh ya, aku gamau liat kamu gini" mencium tangan yang masih dingin dari kemarin dan sama saja tak mengalihkan pandangannya dari wajah itu.

Saat dirinya masih sibuk menelusuri, pahatan dan luka yang ada ditumbuh gadis itu. "Ka" suara lirih itu masuk ke pendengarannya, ternyata dia sudah bangun dari tidurnya.

Rizwan memberi senyum manis kepada gadis yang sangat ia cintai. "Hai, pagi sayang. Gimana tidurnya nyenyak?" Tanyanya dengan suara yang pelan sambil menatap mata yang juga menatapnya.

Salsa hanya mengangguk dan tersenyum tipis. "Kamu ga pulang?" Bukannya menjawab, Rizwan malah mengambil air minum untuknya.

"Minum dulu ya, tubuh kamu dari kemarin belum diisi apapun" membantu gadisnya untuk menelan sedikit air putih itu, dan memberi senyumnya lagi. "Aku gabakal ninggalin kamu sendiri disini" terus mengukir senyum dan merapihkan rambut salsa dengan hati-hati.

"Kalo bunda nyariin? Terus sekolah kamu gimana?" Rizwan hanya tersenyum dan kembali mencium tangan itu. Kaga bosen-bosen anjir si Rizwan, cium mulu heran guwech😏.-suara hati pcrny Mark.

"Yang ngasi tau pertama kalo kamu kaya gini aja bunda, kalo sekolah aku Udah minta izin ayah jadi tenang aja" jawabnya dengan begitu lembut dan halus. CHUAKSSSSSSS.

"Maaf"

"Ngapain minta maaf sayang, gaada yang salah disini"

"Maaf, gara-gara aku, kamu harus repot gini" mendapat gelengan dan senyum membuat salsa sedikit mengukir senyumnya.

"Aku suka direpotin kamu, tapi ga begini cara direpotinnya. Aku suka kalo kamu ngerepotin aku tapi bukan dengan kamu berbaring dirumah sakit. Aku suka kalo gara-gara kamu aku repot, tapi ga dengan kamu ada dirumah sakit. Jadi....buat maaf kali ini aku pikir-pikir dulu ya? Aku gasuka kamu ngelakuin hal gila gitu lagi ay, aku takut. Inget sayang, selagi masih ada aku, jangan takut buat ngehadapin dunia ya? Aku bakal selalu ada buat kamu, apapun yang terjadi. Soal ngerepotin, kamu sama sekali ga ngerepotin, jadi gausah minta maaf, sayangku" tanpa sadar salsa meneteskan air matanya lagi, ternyata lelaki yang kemarin ia tampar mempunyai rasa yang begitu tulus padanya.

"Hey, kenapa nangis. Jangan nangis, aku gasuka liat kamu nangis" ucap Rizwan, sambil membersihkan air mata yang membasahi pipi yang tidak setembem kemarin-kemarin.

"Makasih" hanya dijawab anggukan dan senyuman oleh Rizwan.

Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan dokter dan juga suster yang akan memeriksa keadaan salsa.

"Selamat pagi mba salsa, bagaimana badannya, masih sakit?" Hanya dijawab anggukan, dokter itu tersenyum dan mulai memeriksa semua luka yang ada ditubuh, gadis yang ada didepannya. "Jangan terlalu banyak gerak ya, luka dikepala dan perut belum sembuh total. Ohya nanti suster saya akan memberikan makanan untuk mba salsa, tolong dimakan dan setelahnya minum obat ya" lagi-lagi hanya dijawab anggukan oleh salsa. "Baik kalo begitu saya permisi ya, mari"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 26, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

about life salsaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang