berjalan ke jalan yang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang,sudah akan ketengah jalan, tiba-tiba tangan seseorang memegang tangannya,ia berdecak didalam hati.orang itu menyeret salsa ke pinggir jalan agar tidak kena dengan kendaraan lainnya.
"mau apa kamu"tanya wanita yang berbalut jas rumah sakit.
salsa menghadap kearah wanita itu dan memberi senyum getirnya. "Mati"jawab salsa dengan melihat wajah wanita itu,dokter itu menggeleng dan membawa salsa ke parkiran,disana ada kursi dan mereka berdua duduk disana.salsa menghadap kedepan dengan pandangan kosong,lagi dan lagi ia harus hidup dan belum bisa bertemu dengan 5orang yang menjadi impiannya untuk hidup bersama.
"kamu bunuh diri"tanya dokter itu,dia bela dokter yang kemarin memeriksa kondisi salsa dirumah sakit,akan pulang untuk kerumahnya namun melihat gadis yang sudah akan berjalan ke tengah jalan dengan wajah yang begitu putus asa,bela keluar dari mobilnya dan langsung menyeret tangan itu. salsa acuh dan tidak menjawab. "saya tidak tau apa masalah kamu,tapi dengan kamu melakukan hal gila seperti itu gaakan nyelesaiin semuanya,inget jika kamu ingin mempunyai tempat cerita hubungi dokter yang kemarin saya bawa,kalo begitu saya permisi.inget dunia memang banyak cobaan,tapi mengakhiri hidup dengan cara gila seperti itu tidak ada gunanya"akhir dokter itu dan pergi dari area makam,salsa memandang punggung dokter yang kemarin sempat merawatnya dan mengukir senyum getirnya.
kembali masuk ke makam dan duduk disamping makam dewangga,memajukkan kepalanya ke nisan dan membenturkan kepala itu dengan keras.darah dikeningnya sudah turun,tapi itu tidak sakit bagi salsa,masih sakit batinnya.
ia tersenyum dan mengusap darah itu,mengusapnya dibaju,lalu menidurkan tubuhnya disamping makam itu.melihat langit yang sudah malam dan sepertinya akan menurunkan hujan,salsa tidak perduli ia hanya ingin disamping makam dewangga.
"gua udah ga punya siapa-siapa sekarang bang,bunda emang udah ngga mukullin gue tapi dia pergi saat gue luka in diri sendiri,pengecut bang,bunda bener-bener pengecut,dia nyuruh gue mati tapi dia gamau bunuh gue,goblok kan...."menjeda ucappanya saat air yang turun dari langit membasahi dirinya.
"terus pas gue luka in diri gue sendiri dia senyum kemenangan,kaya merasa,wah anak brengsek ini mati, ternyata gue masih liat dunia bajingan ini.dia lukain tangan gue pas gue udah tergeletak dilantai,pengecut anjing,najis"umpatnya,salsa tersenyum saat badannya sudah basah kuyup kerena air yang turun dari langit.
"kali ini gue bakal nyusul lo,udah cape gini terus,bodoamat mau bunuh diri dosa mau bunuh diri masuk neraka,yang penting gue mati.gue pergi dulu ya sampai ketemu disana,ohya bilang sama bila gue bentar lagi nyusul"ucapnya dan mengambil tasnya dan juga mencium nisan itu lalu tersenyum getir,mulai berjalan dan lari kearah jalanan yang banyak truk disana.
tersenyum saat sudah ditengah jalan dan merentangkan tangannya sambil menutup matanya,hujan semakin deras,air matanya juga ikut deras,hatinya sudah terlanjur sakit dengan semuanya,sudah putus asa dengan semuanya,membuka matanya saat truk membunyikan klakson yang begitu keras,tersenyum dan berucap.
"TERIMAKASIH ATAS DERITANYA TUHAN"teriak salsa dan tubuhnya terbanting saat terkena truk itu,tersenyum dan menatap langit. "makasi angkasa,i love you"akhir kalimatnya sebelum menutup matanya.
🐯🐯🐯🐯🐯🐯
"ABANG"teriak afnita,dari ruang tv rumahnya.rizwan yang berada dikamar sampai mendengar teriakkan itu,ia langsung berlari kearah bundanya.
"kenapa"saat melihat bundanya yang sudah berderai dengan air mata,hancur rasanya saat melihat mata cantik sang bunda mengeluarkan air bening itu,ia duduk disamping afnita sambil memegang pundak bergetar milik bundanya. "kenapa bun"tanya rizwan saat melihat bundanya yang terus menangis dan memegang remot tv,tapi tv itu tidak menyala,afnita menoleh kearah rizwan dan langsung memeluk tubuh anaknya,rizwan binggung,pikirrannya kelimpungan,perasaannya tidak enak. ada Apa ini tuhan-ujarnya didalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
about life salsa
Randomgadis yang merasa bahwa dirinya tidak pernah diinginkan oleh dunia. BACA KALO MAU TAU.
