If we're not together anymore, don't be stranger
Gumam Stella pelan ketika ia sedang mengarahkan netranya pada Big Ben yang tampak jelas dari pinggir sungai Thames.
"Kita harus mengambil gambar untuk mengenang momen ini." Alson pun mengeluarkan benda pipih berbentuk persegi panjang dari dalam saku sepannya.
"Handpone mu—" Pandangan Stella beralih pada handpone yang ada pada tangan Alson. "Katanya rusak ?"
"Iya, yang kemarin memang rusak. Aku punya satu lagi buat cadangan."
"Oh I see...rich people are different."
Alson terkekeh. "How do you know I'm rich?"
"You think I don't know your house? Your house is just that big, you say it's not rich." Stella berdengus kasar sembari merotasikan kedua bola matanya.
"There are many who are richer than me."
Alson mengalihkan pandangannya dari Stella menuju orang - orang yang lewat di sekitar mereka. Ia hendak meminta salah satu dari mereka untuk membantu mengambilkan foto dirinya bersama Stella berlatarkan menara Big Ben, walaupun kelihatannya begitu jauh di belakang mereka.
"Excuse me, miss —can you please take a photo for me? " tanya Alson pada seorang wanita yang sedang duduk di salah satu kursi taman.
"Yes, of course," sahut wanita itu kemudian berdiri mengikuti Alson menuju tempat dimana mereka akan mengambil foto.
Pria itu menarik Stella lebih dekat ke arahnya, hingga pundak mereka saling bersentuhan. Salah satu tangan Alson merangkul Stella dan salah satunya lagi ia biarkan ke bawah.
Cheese!
Ada 3 foto yang diambil dari potretan tadi.
Foto pertama, menampakan Alson yang merangkul Stella dengan senyuman dibibir keduanya.
Foto kedua, masih seperti foto pertama, Alson masih setia merangkul Stella namun ekspresi mereka berbeda. Keduanya tertawa renyah sambil menatap satu sama lain.
Dan-foto terakhir, Alson tak lagi kerangkul Stella. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. Sedangkan, Stella berpose dengan dua jari ditangan kirinya atau peace.
"Nanti aku akan cuci foto ini dan memberikannya padamu," kata Alson sembari menatap manik hazel milik Stella.
"Itu artinya kita akan bertemu kembali—kan?"
"Of course, El." Alson memasukkan kembali benda pipih itu kedalam sakunya. Kemudian kedua tangannya mendarat di bahu perempuan itu. "Aku tahu, hatimu masih di ambang ketakutan terhadap mereka. But remember-I'll always be there for you. Kamu tidak perlu takut. Ada banyak hal yang lebih menakutkan dalam hidup mu yang telah berhasil dilewati. You have to believe that luck is on your side."
"No—not just on my side, but both of us."
"Sure. Believe me, we will win against them," ucap Alson meyakinkan Stella.
"In that case, I'm also-"
Cepat - cepat Alson memotong perkataan Stella. "Tenang saja, semuanya sudah ku rencanakan. Trust me!"
Stella hanya memberi isyarat berupa anggukan kepala. Terlepas dari kepercayaannya pada Alson, ia harus tetap waspada. Karena bisa jadi, rencana yang telah Alson susun tidak berjalan mulus sesuai dugaannya.
—
Nothing's gonna change my love for you
You oughta know by now how much I love you
One thing you can be sure of
I'll never ask for more than your love
KAMU SEDANG MEMBACA
ALSON : Genius In 113
ActionMenjadi agen badan inteligen negara bukanlah pekerjaan yang bisa disepelehkan. Begitulah Alson, agen MI6 yang tinggal di rumah dengan nomor 113 itu dikatakan sebagai lelaki jenius sehingga di juluki dengan Genius In113. Suatu ketika, dia diharuskan...
