"Ara, are you okay?" Sheeva menyongsong Aurora yang baru saja turun dari mobil, wajahnya terlihat cemas saat melihat Aurora berjalan pincang.
"I'm fine, bi." Aurora tersenyum, menepuk lembut lengan Sheeva.
"Tapi kau pincang. Bekas lukamu tidak apa apa kan?"
Hening
Ini ulah anakmu, bi.
"Aku sempat terpeleset, bi. Jalanan sangat licin saat hujan. But everything is under controlled, bi." Aurora mengerling tajam ke arah Dominic, memberi peringatan. Gara gara ulahmu di mobil.
"Ayo mom, kita masuk. Aurora butuh mandi dan beristirahat." Dominic meraih ransel dan tote bag, merangkul Sheeva, berjalan menaiki tangga teras rumah. Sorry. Dominic mengedipkan matanya pada Aurora, penuh arti.
"Bibi akan menyiapkan makan siang. Kalian pasti lapar." Sheeva menatap Aurora yang terlihat sedikit berantakan. "Kau bisa masuk angin, pakaianmu basah."
"Aku memang butuh mandi, bi." Sheeva tertawa, berjalan ke arah kamarnya.
"Tasmu." Dominic mengulurkan tas ransel milik Aurora.
"Thank, D." Aurora menerima tas miliknya
"Kalian berdua cepat mandi sana." Sheeva menggerakkan kedua tangannya, memberi kode agar Aurora dan Dominic segera bergegas untuk mandi.
Aurora menghela nafas panjang, masuk ke dalam kamar mandi. Di rumah Dominic, hanya kamar miliknya sebagai kamar tamu, yang memiliki fasilitas kamar mandi di dalam kamar. Sedangkan kamar lainnya, kamar Sheeva dan Dominic tidak memiliki kamar mandi di dalam kamar. Mereka menggunakan kamar mandi utama di dekat dapur.
Aurora melepas pakaiannya, menatap bayangan dirinya yang tampak berantakan di depan cermin.
Jejak kissmark bertebaran di sekujur tubuhnya. Aurora bersyukur karena setidaknya Dominic meninggalkan jejak di area yang tertutup pakaian. Aurora tidak bisa membayangkan bagaimana jika Dominic meninggalkan jejak di area lehernya, sudah pasti akan memancing kehebohan Sheeva.
Aurora menyalakan shower, membiarkan air hangat menyiram tubuhnya. Ia memang butuh mandi untuk mengembalikan kewarasannya.
Pesona Dominic memang begitu kuat sampai dirinya yang jelas jelas menganut prinsip no sex before marriage saja harus menyerah.
Menyesal? Aurora tidak akan pernah menyesali apapun yang sudah terjadi. Ia sangat menyadari semua keputusannya termasuk konsekuensinya. Sejak awal ia memang terpikat dengan pesona Dominic yang begitu kuat. Pria besar itu tampak panas dan seksi. Aurora mengulum senyum saat mengingat memori di mana otot tubuh dan lengan atas Dominic yang tampak seksi ketika bergerak liar di atasnya.
Oke, kau harus bergegas Ara, jangan sampai yang lain harus menunggu terlalu lama.
Aurora mempercepat kegiatan mandinya.
*******
"Kalian baik baik saja?" Sheeva meletakkan piring kosong di atas meja.
"Tentu saja. Mom sudah menanyakan hal yang sama berulang kali." Dominic berdecak gemas, membawa piring berisi ayam fillet saus tiram dengan taburan daun bawang dan irisan paprika ke meja makan.
"Mom hanya bertanya. Kalian itu pria dan wanita. Berduaan semalaman di rumah kayu yang kecil. Apakah tidak terjadi apapun?" Sheeva menaikkan alisnya menatap Dominic sambil meletakkan mangkok besar berisi cream soup.
"Mom mengharapkan sesuatu terjadi?" Dominic tertegun, tidak mempercayai pendengarannya.
"Tentu saja, kecuali kau pria tidak normal. Mom heran denganmu, kenapa tidak pernah mencoba dekat dengan wanita. Usiamu sudah tidak muda lagi, D. Sampai kapan kau ingin melajang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Secret Behind You
Lãng mạnMenjadi putri satu satunya dalam keluarga besar Ramiro tidak membuat Aurora tumbuh menjadi gadis manja. Aurora justru tumbuh menjadi gadis yang berjiwa bebas dan menyukai petualangan. Ia gemar mengunjungi berbagai kota dan daerah baru, sekedar menca...
