Hari minggu pagi morgan mengajakku jalan - jalan. Kami memesan tiket penerbangan ke bali. Jujur aku belum pernah ke bali, aku sungguh excited dibuatnya.
Morgan juga memesan kamar hotel di bali, dia ingin menghabiskan liburannya denganku.
Didalam pesawat aku tertidur dengan nyenyak. Karena semalem aku kurang tidur, morgan mengajakku bercinta hingga hampir subuh.
Bahkan di dalam pesawat pun morgan tidak berhenti mengganggu ku tidur. Morgan benar - benar membuat ku kelelahan meladeninya.
Kami duduk di kursi vip, sehingga morgan dengan leluasa mencium ku tanpa ada yang mengganggu. Kecuali pramugari membawa kan makanan baru morgan berhenti dengan aksi mengganggu ku.
" Mas aku ngantuk ih," rengek ku padanya karena mengganggu dengan mencium ku terus menerus, sengaja membuatku agar tidak tertidur.
" Tidur saja sayang," morgan tertawa melihatku kesal.
" Gimana aku mau tidur mas cium - cium terus, ini nusuk-nusuk pipi aku." Ucapku menunjuk dagunya yang hampir berjenggot.
Morgan menyentuh dagunya dan tertawa.
" Nanti mas cukur klo sudah sampai di hotel."
Ucapnya sambil menggenggam jemariku.
" Aku mau tidur, jangan iseng." Ucapku pura pura marah.
" Oke sayang." Ucap morgan terus memandangku saat aku memejamkan mata lagi.
Aku tertidur sampai tiba di bali.
❤️❤️❤️
Dikamar hotel
Morgan memesan kamar dengan view kearah pantai, sangat indah dan aku terkesima pada pemandangan pantai bali. Akhirnya aku bisa pergi juga ke bali tentunya berkat morgan.
Morgan melingkari lengannya di perutku dari arah belakang, sesekali dia mengecup pundakku. Aku tersenyum berbalik menatap morgan.
" Makasih ya mas sudah mengajak aku kesini." Ucapku bahagia mengecup sekilas bibirnya.
Morgan tidak menjawab dan memperdalam ciumannya padaku. Kami berpagutan sangat lama sampai aku kehabisan oksigen baru morgan melepaskan ciumannya.
Dilihatnya aku dalam - dalam. Morgan tersenyum melihat wajahku yang kehabisan nafas dengan pipi sudah merah kaya kepiting rebus. Morgan sangat lihai dalam berciuman.
Aku tidak pandai sama sekali hanya mengikuti permainan bibirnya saja.
" Sebelum menikah denganku kamu belum pernah berciuman ya?" Tiba - tiba saja morgan menanyakan itu.
" Ya." Ucapku malu.
" Pantas," kata morgan dengan senyum di lesung pipinya.
" Pantas apa?" Tanyaku heran.
" Pantas kaku." Ledek morgan.
" Ihss ..." Ucapku sebal memukul pundaknya.
" Mandi yuk, terus kita ke pantai melihat Matahari terbenam." Ajak morgan.
Aku hanya mengangguk, dengan gesit morgan membawa ku kekamar mandi.
🌸🌸🌸
Kami berjalan ditepi pantai menikmati matahari terbenam. Disepanjang jalan kami melihat bule bule tanpa busana asik berjemur. Morgan sesekali memperhatikan bule tersebut. Aku memelototi morgan agar tidak melihat kearah bule itu. Morgan tertawa melihat reaksiku.
Kami berjalan sangat pelan, karena morgan sudah tidak bisa berjalan dengan normal. Morgan sekarang pincang, tidak seperti dulu.
Terkadang aku sedih dengan keadaannya yang seperti kesulitan berdiri saat bangun dari duduk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Morgan {End}
RomanceWah benar lelaki itu tampan sekali ucapku dalam hati. Ku baca nama nya dilayar televisi Morgan prawija. "Khei.... Tidur, jangan nonton televisi nanti sekolahnya kesiangan lagi. Besok kan pertama kamu masuk sma." Teriak ibu dari ruang depan. Ku matik...
