26. Kenangan masa lalu

125 7 0
                                        

3 hari berlalu sejak kepergian bapak, aku duduk diteras bersama ibu mengenang almarhum bapak.

Tiba - tiba saja ada seorang laki - laki hampir seumuran dengan ku datang.

" Assalamualaikum," ucap lelaki itu.

" Walaikumsalam." Ucap aku dan ibu.

" Nak rey," ucap ibuku kepada lelaki itu.

Aku hanya mengamati lelaki yang ada dihadapanku, sepertinya aku mengenalnya tapi aku lupa.

Ibu mempersilahkan rey duduk, dan menyuruh aku masuk kedalam membuat minuman.

Aku dengar sekilas pembicaraan ibu dan rey. Rey mendengar kabar bapak meninggal makanya dia datang kerumah.

Aku membuatkan Kopi didapur, morgan datang menghampiri setelah selesai mandi.

" Kopi buat siapa khei, ada tamu?" Tanya morgan.

" Ia mas tamunya ibu." Ucapku

" Oh."

" Kamu mau kopi?" Tawar ku pada morgan.

" Engga deh, Mas mau cari sarapan dulu ya keluar. Kamu mau nitip? Apa mau ikut?" Ajak morgan.

" Mas aja ya, aku gak enak ninggalin ibu sendiri, bude kan baru dateng sore." Kataku tidak enak menolak ajakan suamiku.

" Oke sayang"

Kami ke teras depan bersamaan, morgan melihat lelaki itu sedikit menyapa menganggukkan kepala, lalu berlalu naik motor almarhum bapak, pergi keluar mencari sarapan.

" Ini mas rey diminum dulu," ucapku mempersilahkan.

Aku hendak masuk lagi kedalam tapi ibu menyuruhku menemaninya diteras.

" Kamu pasti lupa ya khei dengan rey," tanya ibu padaku.

Aku hanya memandang rey lagi tapi tidak menjawab pertanyaan ibu.

" aku rey yang pernah ditolak oleh mu," ucap rey mengingatkan aku sambil tersenyum.

Aku jadi malu karena dia berbicara seperti itu.

" Oh maaf mas rey, aku sedikit lupa. Pantas saja aku seperti pernah melihat dirimu." Ucapku kikuk.

" Rey ini ya dulu sempat ibu jodohkan denganmu khei, tapi kamu nya keukeuh tidak mau dijodohkan." Kata Ibu mengenang cerita dulu.

Aku bingung harus berkata apa. hanya diam tanpa kata. Untung saja morgan tidak ada. Bisa cemburu nanti dia sama rey, mana ini laki - laki ternyata dibawah aku dua tahun umurnya. Dan jujur sangat tampan.

" Yang tadi itu suami mu ya khei," tanya rey padaku.

" Iya mas, namanya morgan." Ucapku memberitahu.

" Cocok denganmu sangat serasi," kata rey memuji.

Aku hanya tersenyum, lalu rey mengeluarkan kartu undangan dari tas nya. Diberikan kepada aku dan ibu. Ternyata dia akan menikah minggu depan di jakarta.

" Dateng ya bu dan khei," undang rey

" Insya allah ya nak," jawab ibu.

" Ia mas terima kasih undangannya. Saya tidak janji tapi akan saya usahakan." Ucapku pada rey.

" Ibu senang akhirnya kamu akan menikah," kata ibu terlihat bahagia.

Kami mengobrol lumayan lama. Dan rey pamit pulang sebelum morgan pulang kerumah.

💛💛💛

Morgan pulang dan membawakan 3 bubur ayam, diberikannya kepada ku dan ibu juga.
Kami makan diruang makan bertiga.

Morgan {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang