27. Kesalahan yang membahagiakan

150 6 4
                                        

Aku pamit kepada ibu dan bude, aku menitipkan ibu ke bude. Morgan dan aku tidak memberitahu kehamilanku kepada ibu sebelum semuanya jelas.

Kami takut dokter disini salah. Kami merahasiakannya sementara. Sesampai dibogor aku dan morgan istirahat sejenak dirumah.

Aku tampak sangat kelelahan. Morgan memutuskan untuk meminta asisten nya menangani urusan perhotelan sementara.

Besok nya baru morgan membawaku ke spesialis kandungan. Dan dokter kandungan itu pun mengatakan bahwa aku sedang hamil.

Morgan segera menghubungi dokter yang dulu menangani morgan. Kami pun bertemu dengan dokter tersebut.

" Maaf dok saya ingin bertanya tentang vonis dokter yang mengatakan saya tidak bisa memiliki keturunan. Tapi istrinya sekarang lagi hamil dok 3 minggu." Ucap morgan pada dokter tersebut.

Aku duduk disebelah morgan, sangat gugup sekali.

" Jadi begini pak morgan, kasus bapak ini memang sangat langka. Kemungkinan bapak mandul itu 99%, tapi tidak menutup kemungkinan 1% nya itu bapak bisa memiliki keturunan. Dan itu jarang sekali terjadi. Saya senang istri bapak bisa hamil. Itu anugerah dari tuhan, bapak harus menjaga istri bapak dengan baik ya. Karena kemungkinan 1% ini jarang terjadi. Selamat ya pak atas kehamilan istrinya." Ucap sang dokter menjelaskan.

Wajah morgan langsung cerah mendengar penjelasan dokter tersebut, aku pun senang mendengarnya. Ternyata kesempatan 1% itu masih ada.

Di mobil.

Morgan memberhentikan mobil di pinggir jalan.
Ditatapnya aku oleh morgan. Morgan menangis tiba - tiba.

" Maafin mas khei, mas sempat berfikir yang tidak - tidak. Mas bodoh. Ternyata keajaiban itu masih ada" ucap morgan memelukku.

" Aku juga takut mas, entah aku juga bingung. Tapi aku senang mendengar penjelasan dokter." Ucapku bahagia.

" Ternyata Allah mempercayai kita khei, menitipkan bayi di rahim kamu." Ucap morgan sambil menyentuh perutku.

" Iya sayang.." kataku melepas pelukan morgan dan menghapus air matanya.

" Mas jangan nangis, nanti janin di rahim aku sedih loh mas, mas harusnya senang."

" Ia sayang, mas janji bakal jaga kamu sebaik mungkin." Morgan memelukku lagi.

💙🌼💙

Karena aku hamil sudah memasuki 2 bulan, morgan melarang ku ke hotel. Morgan takut aku kecapaian.

Tapi aku tetap ingin berkerja menemani suamiku di kantornya. Semenjak hamil aku jadi semakin manja terhadap morgan.

Aku tidak suka morgan dekat dengan lawan jenis. Dan aku selalu ingin makanan yang dimasak oleh morgan.

Hari ini aku duduk di kantor morgan menemani morgan mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.

Aku menghampiri morgan di meja kerjanya.

" Mas pengen duduk deket mas," ucapku merajuk.

Morgan melirik ke arahku dan menyuruhku duduk di pangkuannya. Aku menghampiri morgan dan segera duduk di pangkuannya.
Ku lingkari tangan ku ke leher morgan.

" Kalau kaya gini mas ga konsen kerjanya sayang," ucap morgan mencium pipiku gemas.

" Pengen berduaan mas bawaan bayi."

Morgan {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang