9. Rindu dan sebuah kejutan

204 9 0
                                        

Sudah seminggu kepergian morgan, aku benar - benar merindukannya. Morgan jarang membalas chat an ku..hanya sesekalinya saja. Mungkin dia sibuk.

Hari ini dia akan pulang. Aku benar benar menantikannya pulang.
Kuhubungi morgan berkali kali tapi nomornya tidak aktif. aku benar - benar cemas dibuatnya.

Apa dia sengaja ya berbuat seperti itu, membuatku tersiksa merindukannya.

Kutunggu morgan dari sore, hingga sekarang pukul 20.00 malam. Dia belum kunjung datang juga. Aku ketiduran di sofa menunggunya pulang.

Ku rasakan ada sentuhan hangat dibibirku, lembut lembab dingin. Kubuka mataku dan kulihat morgan dihadapanku mencium bibirku dengan bibirnya. Aku langsung berhambur memeluknya, kutuangkan segala rinduku pada pelukannya. Dia membalas pelukanku dengan erat. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kita berdua selain berpelukan.

Morgan mengubah posisi dudukku, sekarang aku berada dipangkuannya, dengan posisi tetap memeluknya.. kulepas pelukanku, ku tatap matanya. Ku beranikan diri melihatnya dari jarak dekat. Morgan mendekatkan bibirnya pada bibirku, dan mengecupnya. " Kangen.. " bisiknya pada telingaku.

Kupeluk lagi morgan untuk kesekian kalinya.
Entah setan apa yang menghasutku untuk tidak marah ketika morgan mencium bibirku lagi dan lagi.

Malam harinya.
Pukul 23.00

Aku terbangun dari rasa kantukku.
Tanpa ku sadari, aku tertidur dipangkuan morgan dengan kepala bersandar dipahanya.
Dan kulihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 23.00.

Pakaiannya masih sama seperti yang tadi.
Aku membangunkannya untuk menyuruhnya berganti pakaian.

" Mas.." panggilku sambil ku sentuh wajahnya, ku elus pipinya dengan lembut.

Dia masih terdiam.sepertinya dia kelelahan.
Kucoba sekali lagi membangunkannya.

" Mas, ganti baju dulu gih, kamu ga merasa lengket." Ucapku sambil memainkan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh diarea dagunya.

Akhirnya ia tersadar dari tidurnya, matanya masih terasa berat.

" pukul berapa sayang sekarang, " ujarnya seraya mengubah posisinya duduk agak sedikit tegap.

" Jam sebelas malam mas, kamu mandi dulu gih sama air hangat trus ganti baju, kamu udah solat?" Tanyaku padanya.

" Sudah sayang," lalu morgan berdiri dari sofa dan menuju kamarnya untuk mandi.

Sebelum masuk kedalam kamar, morgan berbalik kearahku yang masih memandangnya.

" Kamu mau mandiin? " Ucapnya dengan senyum jahil.

Ku lempar bantal kearahnya sebal. Sambil geleng-geleng kepala, kutinggalkan dia kekamar tamu.

Besoknya.
05.00 pagi

Setelah selesai solat subuh, ku hampiri morgan dikamarnya. Ku ketuk pintu kamarnya. Dan ternyata dia sudah bangun. Sepertinya dia baru selesai solat subuh karena rambutnya basah terkena air.

" Kenapa sayang?" Ucapnya sambil membuka pintu kamarnya.

" Sudah solat ya,?" Tanya ku padanya.

" Sudah sayang,. " Jawabnya sambil tersenyum.

" Kerja jam berapa mas hari ini.?

" Ehmm aku cuti dulu 3 hari, mas cape pengen istirahat." Ucapnya sambil memegangi lehernya yang terlihat pegal.

" Yaudah mas tidur lagi aja ya, istirahat." Ucapku meninggalkannya dan pergi menuju dapur.

Morgan masih didepan pintu memperhatikanku.

Morgan {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang