Terkadang ketika kita fokus terhadap masa yang akan datang. Kisah masa lalu perlahan hadir mengganggu sebuah hubungan.
Begitupun yang terjadi padaku dan morgan,
Aku sedang melihat handphone morgan yang tidak dia kunci. Kulihat isi whatsaap nya, banyak sekali chat dengan klien morgan dari lawan jenis.
Ku buka isi chat nya, isinya tidak ada yang mencurigakan. Tapi ada satu chat dengan seorang wanita yang sepertinya agak berbeda dengan isi chat yang lain.
Namanya Ratu di kontak morgan. Isi chat nya lebih seperti teman lama yang spesial kalau dilihat dari cara bahasanya. Hmmm aku sedikit curiga, apa mantan morgan ya. Pikiranku terbang melayang entah kemana.
Morgan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk dililit di pinggangnya. Lalu mendekatiku yang sedang asik melihat isi ponsel morgan.
" Ngapain sayang," tanya morgan mengagetkanku yang lagi asik baca - baca.
" Hah...ga apa-apa mas, iseng lihat -lihat aja" Jawabku kaget.dan meletakkan kembali handphone morgan ke meja.
" Mukanya serius banget," goda morgan.
" Ih mas, biasa aja ah." Ucapku ngeles.
" Hayo, ngapain tadi?" Tanya morgan lagi.
" Engga ngapa-ngapain ih mas." Kataku bete.
Aku menghindar dari pertanyaannya dan kabur ke luar kamar. Morgan yang aneh dengan sikapku jadi tambah bingung.
🌸🌸🌸
Hari ini morgan tidak kerja ke hotel, dengan gantinya seharian morgan sibuk didalam ruang kerjanya.
Aku membawa cemilan kesukaan morgan ke ruang kerjanya, kudapati Morgan tertidur di depan laptopnya.
Suara bunyi handphone nya membangunkan morgan yang sedang tertidur. Terlihat olehku nama yang tertera dilayar handphone nya sebelum dia menjawab. Aku melihat nama ratu tadi. Sepertinya aku tidak salah liat.
Morgan melirik kearahku dengan mata sedikit mengantuk, suara bunyi di handphone masih berbunyi tapi dia tidak segera mengangkatnya.
" Kenapa tidak diangkat mas?" Tanyaku padanya heran.
" Tidak terlalu penting," ucapnya santai.
Diubah settingan handphone nya jadi bergetar.
Sehingga bila ada telepon masuk tidak akan berisik. Aku jadi malah curiga kalau dia bersikap seperti itu.
" Kamu bawa apa?" Morgan mengalihkan perhatianku pada cemilan yang kubawa.
" Ini mas, cemilan buat mas. Biar kerjanya lebih semangat." Ucapku sambil tersenyum.
" Coba mas cobain."
" Nih.. " ku taruh cemilan tersebut dimeja kerja morgan. Dia langsung mencicipi makanan yang aku buat.
" Ehmm enak," ucapnya sambil menatapku lalu menghabiskannya.
" Mau ku buatkan minuman apa mas. Seperti nya mas ngantuk ya, mau kopi?" Tawarku
" Boleh sayang tapi tidak usah pakai gula ya," ucapnya memberitahu.
" Oke sayang." Kataku lalu berlalu meninggalkan ruang kerjanya morgan.
Aku tidak langsung menuju dapur, tapi aku mengintip ruang kerjanya. Benar dugaanku morgan menatap layar handphone nya yang menyala. Sepertinya wanita yang bernama ratu itu menelponnya kembali.
Didapur aku bertanya - tanya dalam hati, siapa ya ratu itu. Sepertinya aku harus menanyakannya pada morgan. Aku tidak suka ada rahasia antara aku dan morgan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Morgan {End}
Storie d'amoreWah benar lelaki itu tampan sekali ucapku dalam hati. Ku baca nama nya dilayar televisi Morgan prawija. "Khei.... Tidur, jangan nonton televisi nanti sekolahnya kesiangan lagi. Besok kan pertama kamu masuk sma." Teriak ibu dari ruang depan. Ku matik...
