Sudah dua bulan aku menikah dengan morgan, tanda - tanda kehamilanpun belum muncul dari tubuhku. Aku merasa bersalah karena belum kunjung hamil juga.
Morgan pasti sudah sangat menantikan seorang anak, ditambah usianya yang sudah tidak muda lagi. Walau sekalipun morgan tidak pernah menyinggung tentang anak. Tetap aku merasa tidak enak padanya.
Ku berdiri di teras kamar, ku pandangi area sekitar rumahku. Banyak pepohonan rindang yang semakin lama semakin tinggi.
Tanpa kusadari morgan memelukku dari arah belakang dan berkata.
" Ngapain sayang?" Ucapnya Sambil memelukku dari belakang dan mengusap usap perutku dari luar.
" Gapapa mas" ucapku sambilku sentuh tangannya yang berada diperutku.
" mikirin apasih?" Tanyanya penasaran.
Aku terdiam sesaat tapi kuputuskan berbicara.
" Aku ko belum hamil juga ya mas?" Kataku dengan raut wajah sedih.
" kita Kan baru dua bulan menikah sayang, sabar." Seraya memelukku lebih erat.
" Aku takut ga bisa memberikanmu keturunan, usiaku juga sudah tidak muda lagi mas." Ucapku pasrah.
" Mau kedokter program?," Ajak morgan.
" Kalau mas ga keberatan hayu," kataku antusias.
" Yaudah sana rapi-rapi, mumpung hari sabtu. Kamu sama mas ga da kerjaan".
Kamipun bergegas berganti pakaian, siap - siap untuk kerumah sakit. Morgan menyuruh supir mengantar kami kerumah sakit.
Dirumah sakit.
Pukul 11.00
Aku dan morgan sudah berada dirumah sakit, diruang dokter kandungan. Kami mengikuti beberapa test untuk mengecek apakah ada penghambat kehamilanku.
Hasil test pun keluar, kami berdua duduk dihadapan dokter yang sedang melihat hasil test kami. Dokter pun akhirnya berkata.
" Sesuai dengan hasil test bapak dan ibu, saya akan menjelaskan sedikit tentang rahim ibu kheirana terlebih dahulu ya. Disini saya melihat rahim ibu kheirana agak lemah. Jadi untuk bisa hamil , disarankan ibu khei tidak boleh kelelahan, tidak boleh stres, tidak boleh melakukan aktifitas yang berat." Papar dokter menjelaskan.
Hatiku sedikit sakit ketika dokter menjelaskan bahwa rahimku lemah. Morgan yang duduk disebelahku menggenggam tanganku dengan erat. ku tengok ekspresi morgan yang sedang mendengarkan dokter berbicara. Dia sangat serius. Lalu dokter berbicara tentang hasil tes morgan.
" Dan untuk hasil pak morgan, semuanya hasilnya bagus. Tidak ada kendala apapun. Jadi saya sarankan untuk ibu istirahat ya, santai saja. " Ucap sang dokter tersenyum menguatkanku.
Kami menunggu obat yang diresepkan dokter diruang tunggu. Dan aku pun berkata.
" Mas, maafin aku ya mengecewakanmu." Ucapku menahan tangis.
Morgan yang masih menggenggam jemariku. Ditatapnya aku kemudian.
" It's okay sayang. Semua akan ada waktunya. Aku yakin kamu akan hamil anak aku, kita berdoa sama Allah ya. Kita ikhtiar juga." Ucapnya menyemangatiku.
Ku peluk morgan saat itu juga, dia membalas pelukanku dengan erat.
Dirumah
Pukul 15.00
Ku matikan televisi yang sedang ku tonton, dan mencari morgan disemua ruangan. Dimana ya suamiku. Aku bertanya pada bi ira yang sedang asyik memasak.
" Bi, liat pak morgan tidak?" Tanyaku padanya.
" Tadi sih di ruang kerjanya bu." Ucap bi ira memberitahu.
Ku hampiri morgan diruang kerjanya. Dan ternyata benar, dia sedang sibuk didepan laptopnya.
Ku didekati morgan, dia melihat kearahku dan berkata.
" Kenapa sayang?" Ucapnya memperhatikanku
Kudekati morgan dan duduk dipangkuannya. Kulingkari tanganku dilehernya.
" Mas aku mau berhenti ngajar aja," ucapku pelan.
Morgan memandangku dengan tatapan aneh, seperti tidak percaya dengan apa yang kukatakan.
"Kok tiba - tiba sayang, kenapa?" Tanyanya penasaran.
" Aku mau focus sama kehamilanku," ucapku sedih.
Morgan mengusap lembut pipiku.
" Oke sayang, apapun yang kamu mau. Nanti aku yang bilang ke tempatmu mengajar ya. Atau mau sama kamu saja."
" Sama mas saja," ucapku sambil memeluk morgan.
" Kamu ga kenapa - kenapa kan sayang, semenjak pulang dari dokter seminggu lalu ko kamu jadi lesu gini,"
Aku terdiam.
Morgan berkata lagi.
" Anak itu titipan dari Allah sayang, kalau memang belum dikasih, ya mungkin memang Allah ingin kita bersabar. Atau kamu mau angkat anak." Tanya nya lagi.
" Engga mas, aku ingin punya anak dari kamu," ucapku sedih.
" Sabar ya sayang." Diusapnya lembut rambutku.
" Mas ga sedih aku belum hamil juga," tanyaku padanya.
" Mas sedih kalau kamu sedih sayang, bagi mas punya anak atau tidak itu bukan masalah. mas menikah sekarang ini pun karena kamu. Kalau bukan sama kamu mas ga akan menikah sayang." Tegas morgan.
Ku tatap laki - laki didepanku ini, si tampan yang baik hati. Sungguh beruntung aku memilikinya. Ku amati wajahnya. Memang morgan sudah tidak muda lagi, sudah banyak uban dirambutnya. Jenggot dan kumisnya pun sedikit beruban, rasa sedih itu semakin menghantuiku.
Walau aku tau dia memang tidak memaksaku untuk segera hamil. Tetap saja aku merasa bersalah, karena belum bisa menjadi seorang istri yang memberikannya keturunan.
🌼🌼🌼
Satu bulan kemudian.
Morgan sudah seminggu berada diluar kota. Pengembangan bisnisnya semakin pesat. Ada Cabang hotel baru di surabaya. Dia harus bolak balik mengurusnya kesana. Walau dia memiliki asisten yang banyak tetap saja dia harus turun tangan menanganinya.
Jujur aku kesepian ditinggal dirumah sebesar ini hanya dengan art. Mereka juga kalau malam tidak menginap disini. Mereka meminta izin pulang kerumahnya setelah jam7 malam dan kembali lagi esok nya jam 6 pagi.
Sedang libur mereka bergantian.
Sekarang pukul 22.00 malam.
Aku masih belum bisa tertidur.
Aku merindukan morgan.
Ku coba menghubungi morgan.
Tapi segera ku matikan lagi.
Aku takut morgan sudah tidur.
Tidak lama handphone ku berbunyi dan kulihat nama my husband dilayar hp ku.
Langsung cepat ku tekan jawab.
" Halo mas assalamualaikum,"
" Walaikumsalam sayang, kamu telepon. Kenapa?"
" Gapapa mas. Aku takut kamu sudah tidur. Jadi ku matikan lagi."
" Kangen banget sama kamu sayang,"
" Aku juga mas, kapan pulang?"
" Sabar ya sayang, sepertinya dua hari lagi."
" Jaga kesehatan ya mas disana,"
" Ia kamu juga,"
" Mas disana kerumah ibu sama bapak?"
" Ia mas kemarin lusa kerumah ibu bapak, mereka senang mas mengunjungi mereka."
" Kabar ibu sama bapakku sehat kan mas?"
" Alhamdulillah mereka sehat sayang, kamu tidak usah khawatir ya"
" Ia mas, yaudah kamu tidur ya udah malem, besok kan pasti masih banyak kerjaan."
" Ia kamu juga ya sayang."
" Assalamualaikum mas,"
" Walaikumsalam" tutup morgan.
Kupandangi layar handphoneku ada wallpaper morgan disitu. Aku rindu padanya.
⭐Bintang nya gaes dont forget..
KAMU SEDANG MEMBACA
Morgan {End}
RomanceWah benar lelaki itu tampan sekali ucapku dalam hati. Ku baca nama nya dilayar televisi Morgan prawija. "Khei.... Tidur, jangan nonton televisi nanti sekolahnya kesiangan lagi. Besok kan pertama kamu masuk sma." Teriak ibu dari ruang depan. Ku matik...
