65. Tak Bisa Dibandingkan

535 128 18
                                        

Soraya menunduk dalam ketika menyaksikan bagaimana suaminya begitu tersedu dengan kedua lutut yang bersimpuh.

Terlihat sangat hancur seolah-olah tak ada hal lain yang dapat membenahinya.

Soraya sadar, jika ia sudah melakukan hal yang salah. Gelap mata akibat cinta luar biasa terhadap suaminya, membuat Soraya nekat berbohong pada Abah agar dapat mendorong Haechan untuk menikahinya.

Sekarang, baru ia rasakan bagaimana keruntuhan milik suaminya muncul karna perempuan lain.

Perempuan yang disebut-sebut dijanjikan sebuah lamaran sampai akhirnya ia menunggu selama 4 tahun.

Soraya melangkah dengan segenap keberanian dirinya. Ia mengusap-usap telapak tangannya yang basah pada gamis.

“Kang,” panggilnya pelan.

Haechan tak menggubris, justru Soraya melihat bahwa tatapan lekat dan sendu itu hanya megarah pada sosok Erin seorang.

Ia pikir selama ini, perempuan yang begitu murni dan beruntung adalah dirinya.

Besar di bawah naungan pendidikan agama yang begitu pekat, tumbuh dengan kasih sayang luar biasa dari Abah yang merupakan pendiri pesantren, juga perempuan cantik yang sangat menjaga aurat sampai siapapun dapat mendambakannya siang malam.

Namun, Soraya salah besar.

Begitu dirinya mengingat, gadis yang muncul dibalik tubuh Jaemin itu.

Adalah Serin Aula Fidha.

Gadis sederhana yang mampu mengoyak hati siapapun karna wajah cantiknya.

Gadis yang hanya memakai rok serta tunik polos coklat dengan hijab senada, namun segala sinar yang dimiliki semesta seolah-olah rela memasuki tubuhnya.

Benar, Soraya sadar bahwa Erin jauh lebih baik daripada dirinya.

Pantas saja, perempuan itu begitu hebat dicintai suaminya.

Dan lantas membuat suaminya hancur sebab tak dapat pulang membawa janji sucinya.

Erin, gadis yang berhasil membuat Soraya menciut.

Karna adab, kesederhanaan, dan keimanan yang dimiliki membuat perempuan itu jauh lebih bersinar.

“Saya mau keluar sebentar, jangan ikutin saya.” ujar Haechan dingin. Sedikitpun gak menoleh ke arah dirinya.

Pada akhirnya Soraya hanya terdiam sembari menatap kepergian suaminya.

Soraya melirik sejenak pintu kamar yang sedikit terbuka, namun ia lebih memilih mengikuti Haechan.

Berhasil menyusul, Soraya menarik suaminya sedikit lebih menjauh dari keramaian keluarga yang tengah mendiskusikan perihal resepsi.

“Kang, Aya mau tanya.”

Haechan berbalik dengan mata kosong, ia mengusap kasar wajahnya. “Kenapa lagi Aya?”

Soraya harus memastikan. Apakah hanya dirinya yang merasa ciut sebab melihat begitu hebatnya presensi Erin, atau mungkin Haechan berbeda. Ia harap Haechan memberi jawaban yang bisa memangkas perasaan takutnya.

Perasaan takut kalah dari sosok Erin.

“Dibanding saya, hal apa yang membuat dia lebih baik daripada Aya, kang?”

Haechan menatap dirinya begitu lekat, matanya yang kemerahan serta degup jantung yang cepat saking tingginya tekanan disekitar. Benar, Soraya mendengarnya.

“Dia bukan perempuan yang bisa dibandingkan dengan siapapun, Aya. Karna pasti selalu dia pemenangnya.”

Telak. Soraya kalah.

Teteh || Nct Dream Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang