45. Sore yang dirindukan

1.1K 237 20
                                        

Sore itu, jauh sebelum semuanya datang membuat Erin ketakutan...

Lantunan lagu India dengan vibes romansa terdengar di sore hari itu. Erin yang masih berkutat di dapur, ikut menikmati lagunya.

Entah, siapa yang pertama kali menyetel lagu itu melalui speaker di lantai 2.

Jisung dan Chenle merusuhi ruang tv. Menggangu Haechan yang tengah berusaha fokus dengan game nya.

"ATUH ASU! ARGH! SIA DIEM GAK?! ATAU SAMA AING NANTI DI KASIH WANGI BOOL LAGI!" Haechan mengancam.

Jisung dan chenle terkikik geli. Tanpa rasa takut di cekoki wangi pantat Haechan saat tertidur, keduanya melompat-lompat di atas sopa yang di duduki Haechan.

Tubuh Haechan terbanting-banting kecil hingga salah satu jari nya tak sengaja menyentuh salah satu reset yang membuat game over.

Lelaki itu langsung bangkit, kemudian mencengkram baju dari kedua anak perusuh itu.

"AWAS AJA MALEM LU PADA HAH?!"

Jisung dan Chenle tertawa sambil mengampun ampunan dari Haechan.

"Ampun mas, ini terakhir minta Adek nakal! Janji!"

"Bacot, omongan Lo manis, tapi pembuktian nya kagak ada!"

Chenle tertawa keras hingga Erin terkejut dan melihat ke belakang rumah.

"Itu kayak suara kunti, tapi gamungkin sore sore." Gumam Erin.

Jaemin berjalan santai sembari mengorek-ngorek telinga, dari wajah sudah jelas lelaki itu baru saja bangun tidur.

"Teh ada kopi gak?"

Erin menoleh, kemudian mengangguk sembari mengambil gelas serta toples kopi. Jaemin duduk memerhatikan Erin yang membelakangi nya.

Cantik.

Jika saja Agama bukan pegangannya untuk saat ini, maka Jaemin akan tergila-gila dengan sosok dihadapannya.

Baginya, Erin adalah sebaik-baiknya Seseorang yang datang ke dalam hidupnya.

"Nih kak, jangan melamun. Udah solat Ashar?"

Jaemin mengerjap. "Udah," jawabnya.

Lelaki itu menyesap pelan kopi buatan Erin.

"Alhamdulillah, Maghrib nya kita berjamaah ya."

Jaemin terbelalak, refleks menyemburkan kopi yang hendak ia telan karna tajut tersedak.

"Kita! Kita solat berjamaah?"

Erin mengengguk polos.

"KALO GITU KAKAK MAU BELI SARUNG BARU DEH!"

"Lah, buat apa?"

"Maghrib nanti kan kita berjamaah."

Erin terkekeh. "Se-excited itu ya mau jamaah sama kita. Aa pasti seneng, nanti belajar jadi imam sama aa atau Abang ya kak. Mas juga lagi belajar."

Jaemin terdiam sejenak, masih berusaha untuk berfikir bahwa kejadian tadi hanya angin lalu dan tidak memalukan.

"Kak, kopinya tumpah nanti ish. Abisin tuh!" tegur Erin.

Jaemin masih terdiam, cengo sampai mampus meski Erin sudah berbalik membereskan dapur.

Demi apapun, Jaemin berani mencelupkan kepala nya pada selai strawberry, asalkan kejadian memalukan tadi Allah hapus dari lembaran takdirnya.

Ia kira... Erin akan mengajaknya shalat berjamaah.

Hanya berdua.


-Teteh-


Teteh || Nct Dream Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang