2. Seminggu

2.6K 158 8
                                        

[Qaizz_ POV]
Pukul 12.04
🔖

Fey berdiri di dekat meja meeting di ruangan kekasihnya. Merapikan makan siang untuk Gerald santap sendirian seperti biasa.

Gerald unik dimatanya, Fey awalnya mengira dia merupakan tipe boss yang sombong, angkuh, galak, tak mau berbaur makan siang bersama di kantin bawah. Tapi kebiasaannya makan seperti ini sering membuatnya menjadi pusat perhatian. Gerald sejak lama memilih untuk makan siang sendiri dengan tenang tanpa harus ditanya mengapa banyak piring terpisah dimejanya.

Begitu juga soal barang yang ia miliki di dalam ruangan kantor atau mess. Baginya privasi adalah hal utama. Ia tak mengijinkan sembarangan orang menyentuh atau mengubah posisi barang yang sudah ia tata rapi sendiri.

Jika OB mengadakan kunjungan kebersihan. Harus Gerald yang mengawasi.

Berbeda jauh dengan Fey, ia tak terlalu memperdulikan kerapihan. Hidupnya dijalani sebagai mana nasib membawanya pergi. Tak ada ambisi atau keharusan untuknya melakukan hal apapun dengan teratur.

Tapi semenjak mengenal Gerald. Sedikit demi sedikit ia jadi mengikuti kebiasannya. Melihat Gerald membuatnya ikut termotivasi. Walau tak semua. Fey tetaplah Fey. Happy-go-lucky.

****

Fey sibuk menaruh rapi makan siang untuk Gerald di atas meja meeting di dalam kantornya. Melihat apa yang ia lakukan, membuatnya berwisata pada masa lalu.

"Kenapa ?" Gerald memasuki ruangannya dari pintu belakang, baru datang dengan sebuah kotak sample yang dia bawa dari gudang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kenapa ?" Gerald memasuki ruangannya dari pintu belakang, baru datang dengan sebuah kotak sample yang dia bawa dari gudang. Melihat Fey tersenyum sendiri menatap tray makan siang di atas meja.

"Nggak. Ini liat hehe, aku taro sup kamu di gelas kopi." Jelas Fey, menunjukan hasil karya tray lunch hari ini.

Gerald berjalan menaruh kotak sample di lemari display dan melepas kemejanya.

Gerald berjalan menaruh kotak sample di lemari display dan melepas kemejanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lalu menghampiri Fey yang masih berdiri di tempat. Melihat benar bahwa supnya ditaruh di gelas kopi, Gerald yakin ini ulah sang kekasih yang clumsy.

"Mangkuknya pecah lagi ?" Gerald sudah tak heran.

"Heheee.. iya. Aku cuciin dulu tadi, eh licin tangannya, eh jatoh, eh pecah." Fey beralasan. Air mukanya tampak menyesal.

MY ASSISTANTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang