Bab 10

5.6K 314 17
                                        

Sebenarnya ada adegan lagi setelah mereka mandi di air panas. Tapi, aku skip di wattpad karena takut kebanyakan adegan dewasa dan ada yang report.

Bisa baca adegan lengkap di karyakarsa atau nanti di google playbok.
Aku skip 1 bab. Langsung ke adegan ini

Untuk yang mau baca duluan,
Part 16-20 sudah terbit di karyakarsa ya.

🍰

Sore hari, Caesar, Luvia, dan Anne tiba di kediaman keluarga Jayantaka. Darren menyambut tamu tersebut secara langsung sebab Liona sedang mengurus gaun pengantinnya dengan desainer. Sementara itu Leon juga sedang melakukan hal yang sama.

"Selamat datang Tuan dan Nyonya Caesar, dan juga Nona Anne. Selamat datang di kediaman kami,"sambut Darren.

"Apakah ini rumah yang akan ditempati Liona nanti?"tanya Anne. Sejujurnya ia sedikit iri karena ternyata rumah suami Liona sebesar itu seperti istana kerajaan. Lalu, kebun anggur yang terhampar luas tadi adalah milik keluarga ini. Mereka memang tinhgal di desa, tapi, bukankah mereka sangat kaya.

Darren mengangguk."Ya, benar."

"Betapa beruntungnya anak kami mendapatkan putra di keluarga ini. Kami tenang karena ternyata hidup Liona akan bahagia,"kata Luvia sembari terkekeh.

"Mari saya antar ke tempat istirahat,"kata Darren.

"Dimana Liona?"tanya Anne penasaran. Sedaei tadi ia tidak melihat perempuan itu.

"Sedang di kamarnya istirahat. Dia memang tidak tahu kalau orang tuanya sudah datang. Apa aku panggilkan sekarang? Tetapi, dia sedikit kelelahan,"balas Darren.

"Ah, tidak perlu. Biarkan dia istirahat. Biarlah kedatangan kami menjadi kejutan di hari pernikahannya,"sahut Luvia.

"Kami langsung istirahat saja." Anne sudah sangat lelah karena perjalanan yang dilakui cukup panjang.

"Baik, silakan." Darren membawa keluarga Liona ke rumah yang terpisah dari rumah utama. Namun, lokasinya masih di sebelah rumah utama.

Keluarga Liona disuguhkan makanan enak dan diberi pelayan khusus selama di sini.

"Ibu, bukankah mereka sangat kaya?"

"Ya, kelihatannya begitu. Lalu kenapa?" Luvia melirik Anne.

"Betapa enak hidupnya, menikmati dan mewarisi harta sebanyak ini. Dia bisa belanja sebanyak yang ia mau,"kata Anne dengan nada cemburu.

"Memangnya kau mau menikah dengan Darren?"

Anne menggeleng kuat."Aku tidak mau. Dia sama sekali bukan seleraku!"

"Tenanglah, masih banyak yang lebih kaya dari Darren. Mereka tidak mungkin menolak pesona anakku,"balas Luvia berusaha menenangkan Anne.
"Aku masih berharap Harvey mau menerimaku. Andai saja waktu itu Liona tidak ada." Anne menggerutu. Perjodohannya dengan Harvey gagal. Pria itu menolak Anne.

Luvia menepuk pundak Anne,"besok acara pernikahan. Akan ada banyak tamu yang datang dari pelosok negeri. Banyak pria lajang juga di sana. Kau bisa memperlihatkan dirimu."

Wajah Anne berseri."Itu benar, aku uarus berdandan semenarik mungkin. Aku bahkan harus terlihat lebih menonjol dari Liona."

"Ya sudah, aku lelah dan ingin istirahat." Luvia bangkit dan mencari suaminya. Sementara Anne masih duduk di teras paviliun sembari melamun.
Lalu, tatapannya tertuju pada pria bertubuh tinggi dengan postur tegap berisi. Benar-benar seperti pahatan patung yang hidup.

EROTIC NIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang