Bab 16

3.1K 247 10
                                        

Update terbaru di karyakarsa part 25- 28.

Yang mau baca duluan
Part 17-part 28 bisa baca di karyakarsa adiatamasa.

🤩

Sore harinya, Leon dan Liona sudah berangkat ke pesta. Mereka tiba di lokasi pada malam hari. Liona memeluk lengan Leon saat memasuki gedung yang besar itu.

"Ini pertama kalinya aku datang ke pesta pertunangan orang. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan,"kata Liona,"aku takut membuatmu malu."

"Kamu tidak akan membuatku malu. Aku bangga membawamu bersamaku dalam setiap kesempatan. Jika memang berkenan, ajak bicara beberapa orang yang membuatmu nyaman. Tapi, yang harus diajak bicara adalah wanita, jangan pria."

"Iya, aku mengerti."

Liona mengedarkan pandangannya saat di dalam gedung. Banyak sekali orang yang datang. Lalu, semua terlihat seperti para bangsawan dan sudagar kaya. Semua terlihat berkilau dan mengagumkan.

"Sayang, aku harus menemui seseorang dulu, hanya sebentar. Apakah kau bisa di sini saja? Nikmati makanan saja, ya? Aku berjanji hanya sebentar,"kata Leon. Sesungguhnya ia ingin membawa Liona turut serta bersamanya. Tetapi, orang-orang yang akan ia ajak bicara adalah sekumpulan pria yang mudah tertarik dengan wanita. Ia tidak mau Liona dipandang dengan penuh ketertarikan dan menjadi fantasi liar mereka.

"Iya. Aku di sini saja menikmati kue." Liona tersenyum. Leon terkesima untuk beberapa saat karena istrinya itu terlihat sangat bersinar. Ia harus segera pergi dan kembali sebelum orang-orang menyadari keberadaan wanita itu.

Leon pergi dan Liona menatap kue-kue cantik dan manis. Liona mencoba kue stroberi, ia sangat menyukainya.

"Hai, Nona Cantik."

Liona tidak mendengar ada yang menyapanya. Ia terus menikmati kue stroberinya dengan rasa bahagia.

"Hai, Nona~"

"Ah, iya~" Liona kaget melihat seorang pria datang menyapanya. Ia melihat ke sekeliling mencari suaminya. Tetapi, Leon tidak menunjukkan wujudnya. Liona mundur beberapa langkah sembari meletakkan piring kuenya.

"Suatu kehormatan bisa bertemu lagi dengan Nona,"katanya sembari menunduk dengan tangan menempel pada dadanya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"tanya Liona tidak ingat.

"Kita bertemu di butik siang tadi. Aku merekomendasikan gaun untukmu. Tetapi, kau tidak memilihnya. Aku cukup sedih."

"Iya, maaf kalau aku tidak terlalu mengingat pertemuan singkat itu." Liona harus menjaga jarak dengan lawan jenis. Leon sudah memperingatinya beberapa menit lalu. Tetapi, bagaimana cata menghindarinya di tempat yang ramai ini. Ia akan dianggap tidak sopan jika mengabaikan sapaan orang di dalam pesta.

Pria bernama Damian itu memegang dadanya seperti sedang terluka."Ah, itu membuatku sedih. Tapi, tidak apa-apa, perkenalkan namaku Damian."

"Halo, Damian."

"Siapa namamu?" Damian harus mempertanyakannya karena wanita itu tidak memperkenalkan diri.

"Liona."

"Nama yang sangat cantik. " Damian melihat kw sekeliling,"apa kau datang sendirian?"

Liona menggeleng."Tidak, aku datang bersama~" tiba-tiba saja pandangan Liona tertutupi oleh sesuatu yang besar. Liona mendongak dan terkejut karena Leon muncul dan berdiri di hadapannya.

"Le-Leon~"

"Dia datang bersamaku!" Suara itu terdengar dingin. Nada dingin dan datar yang pertama kali Lioan dengar dari mulut suaminya.

EROTIC NIGHTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang