Baekhyun disini, duduk di perpustakaan kota sembari menunggu Luhan. Ia juga tengah membuka beberapa buku panduan ujian masuk perguruan tinggi. Benar, Baekhyun akan mendaftar kuliah, ia punya tabungan sedikit dan ia akan mendaftar menjadi mahasiswa.
Hari ini ia sudah janjian bersama Luhan, katanya teman satu tempat kerjanya itu mau membantu Baekhyun untuk bisa lulus ujian masuk perguruan tinggi.
Dan orang yang ia tunggu sedari tadipun akhirnya datang dengan membawa minuman untuknya.
"Baiklah, jadi kau ingin belajar apa dulu?" Luhan pintar meski pecicilan dan centil. Jadi Baekhyun tidak salah meminta tolong pada temannya itu.
Baekhyun menyodorkan buku yang ia baca, "Aku harus bisa semuanya agar lulus masuk kampusmu."
Luhan tersenyum bangga melihat teman kerjanya itu penuh semangat ingin berkuliah.
"Kau sudah daftar belum?" Luhan kemudian mencari-cari buku yang akan ia sarankan untuk Baekhyun pelajari.
Baekhyun mengangguk, "Aku sudah meminta tolong Irene untuk mendaftarkanku." Si mungil lalu perlahan membuka buku yang dibawa Luhan setelah sebelumnya Luhan mencari buku yang ia cari didaftar perpustakaan.
Disetiap meja ada sebuah tablet, dan tablet itu berisi daftar semua buku yang ada diperpustakaan kota.
Mereka lalu fokus belajar, sampai Luhan takjub karena Baekhyun belajar dengan sangat cepat dan juga mudah mengerti apa yang ia jelaskan dan dia ajarkan.
Fokus gadis itu terhenti kala ponselnya menampilkan panggilan dari Irene, tanpa ragu ia mengangkatnya, dan hendak bertanya namun Irene sudah lebih dulu membrondong dirinya dengan perintah ini itu yang membuatnya tidak mengerti.
"Maksudnya apa?" Baekhyun mencoba mencerna, Irene lalu mengulangi ucapannya.
"Katakan kau dimana? Supir Chanyeol akan segera menjemputmu. Cepat katakana kau dimana sekarang?" dengan panik Irene kembali bertanya.
Baekhyun menatap Luhan, lalu memberitahu Irene dimana posisinya berada. "Aku diperpustakaan kota bersama Luhan."
"Baik, tunggu disana dan jangan memainkan ponselmu dulu."
Panggilan telfon itu di tutup, dan Baekhyun menatap Luhan yang menatapnya tak mengerti.
"Irene bilang kita akan dijemput supir pribadi Paman Chanyeol, dan aku tidak boleh memainkan ponselku dulu."
Luhan mengeryit, ia kemudian berinisiatif mencaritahu sekiranya apa yang terjadi. Setelah mencaritahu di media sosial, kini ia tahu apa yang terjadi.
Kekasih Chanyeol Park dan gaya berpacaran mereka.
Chanyeol Park meniduri gadis 16 tahun, menurut rumor gadis itu ternyata kekasihnya. Perbedaan umur keduanya menjadi perbincangan.
Dan foto Baekhyun terpampang disana, serta video saat Chanyeol tak mengenakan atasannya ketika menerima makanan pesan antar. Ada Baekhyun di belakangnya tengah duduk di sofa dengan pakaiannya yang sedikit melorot, memperlihatkan bahu nya.
Haduh, Luhan ingin mengumpat rasanya melihat berita itu. Lagipula Baekhyun juga bukan berumur 16 tahun, mereka salah besar.
Luhan kembali menghela nafas menahan emosi kalau melihat video singkat yang jelas membuat orang berpikir kemana-mana, ditambah dengan Chanyeol dengan penampilan acak-acakannya itu.
Dan Luhan juga ingin marah karena Chanyeol ini cukup bodoh juga, mengambil makanan pesan antar sambil bertelanjang dada seperti itu.
"Ayo kita pergi!" Luhan merapihkan buku yang ia pinjam dan begitupun Baekhyun, dengan segera ia membawa temannya itu ke sudut sepi agar tak di lihat banyak orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
El Tío
Fanfic[CHANBAEK] [GS] [BAHASA BAKU] "Paman berapa umurnya? 50 tahun ya? Udah ber-ub....." "RAMBUT SAYA DI CAT WARNA GREY, INI BUKAN UBAN." "BIASA AJA DONG GAK USAH TERIAK GITU!" Keduanya saling meneriaki. Yang satu kesal dikatain tua, yang satu kesal ka...
