Chapter (15) Krikil

565 68 1
                                    

Sebuah acara tahunan yang rutin diadakan untuk tujuan ajang keberhasilan dalam peningkatan bisnis tiap keluarga yang masuk dalam jenjang kesepuluh kasta tertinggi. Dan tahun ini masih dengan Ferrero yang memimpin. Dilihat sekali lewat tanpa adanya presentasi pendapatan dengan detail, hasilnya sudah terlihat.

Jeevans sebagai pemimpin tertinggi bersanding dengan Katarina yang merupakan keturunan pembisnis berpengaruh di Korea, tidak sedikit orang segan akan kedua pasangan muda ini. Keduanya tampak berbahaya dengan sudut pandang masing-masing.

Namun, seseorang dengan nyali besar tidak perduli dengan bahaya yang ada, jiwanya tertantang tanpa memikirkan resiko yang mungkin merugikan dirinya.

"Bersenang-senang lah untuk saat ini. Cepat atau lambat tempat itu akan menjadi milikku." Tuturnya dalam hati. Dengan tatapan yang tidak lepas mengikuti pergerakan keduanya.

"Belajarlah dari contoh yang ada." Interupsi seseorang memutuskan tatapnya.

"Bilang saja kau sebenarnya iri, kan? Jadi tidak perlu sok bijak."

"Ya, anggap saja begitu."

"Dih!" Mengabaikan orang disampingnya, melihat yang diperhatikan telah sendirian, dengan semangat dia segera menghampiri orang itu.

"Selamat malam, Nyonya Ferrero." Sapanya dengan nada ramah.

"Selamat malam, Putri Hannan." Katarina membalas tidak kalah ramah.

"Aku sudah lama tidak menghadiri acara ini, ternyata setiap keluarga semakin bersaing ketat. Terkadang hal-hal menakutkan terjadi. Bukan hanya masalah perekonomian dalam keluarga yang memecah belah, tapi juga faktor kepala keluarga."

Katarina melirik Jihan lewat ujung matanya. Apa yang dimaksud orang ini?

"Ya, seperti terjadinya kasus poligami contohnya."

"Oh ya?" Katarina mulai tertarik dengan topik yang Jihan buka.

"Seharusnya untuk orang-orang seperti kita ini, poligami bukan lagi hal tabu. Terkadang poligami merupakan salah satu jalan untuk memperkuat kedudukan. Menurut pandangan Anda bagaimana, Nyonya Ferrero?"

"Sayang sekali, keluarga berpengaruh di negara saya tidak melakukan cara seperti itu. Jelas saja bertentangan."

"Wah .... Kalau begitu Anda harus terbiasa."

"Kenapa saya harus terbiasa kalau hal itu tidak akan terjadi dalam rumah tangga saya. Hanya akan ada dua hal yang terjadi, nyawa sang suami, atau nyawa sang madu." Katarina berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari sang suami yang sibuk di sana. Hah .... Pria itu terlalu terburu-buru.

"Anda tidak bisa seperti itu. Ini bukan di negara Anda."

"Lho, saya tidak mengatakan soal negara. Tapi itu prinsip saya yang sudah disetujui oleh suami saya sebelum pernikahan kami berlangsung." Air muka Jihan perlahan berubah. Katarina tidak perduli. Coba saja kalau berani.

Acara berlangsung hingga larut. Acara yang tadinya formal kini berubah bak club malam. Semua orang berbaur menjadi satu kesatuan. Tidak perduli kawan maupun lawan. Mereka melakukan perayaan bak anak-anak remaja tanggung.

"Beginilah akhirnya kalau pernikahan bukan berdasarkan cinta. Celup sana celup sini. Dasar orang-orang haus belaian." Katarina mendengus melihat adegan-adegan vulgar dihadapannya.

Katarina tahu kalau Jeevans itu kuat minum, jadi dia cuma menyipitkan matanya dengan tingkah suaminya yang mau saja dielus-elus oleh para batu krikil. Dia masih sadar, Katarina tahu betul.

Dan tentu saja kesempatan ini tidak akan dibiarkan menganggur oleh wanita yang secara tidak langsung telah mendeklarasikan dirinya sebagai orang ketiga.

"Kita memang sudah berteman cukup lama. Tapi kau belum mengenal aku dengan baik, Jeevans. Langkah kau harus patut diperhitungkan. Bagaimana kalau kau mengemis dengan yang namanya cinta suatu saat nanti. Sungguh nasib yang malang."

"Kalau menurutku, pukul saja kepalanya, Kakak Ipar."

"Kamu tidak ikut mereka menggila?"

"Tentu saja ikut!" Eric menjawab semangat. "Awas di culik om-om." Peringat Eric sebelum memutuskan bergabung.

"Apa aku harus melibatkan Jung, ya?" Katarina menimang mana yang lebih seru. "Aku tidak ingin mengakhiri ini dengan cepat."

Katarina mengisyaratkan bodyguard keluarga Ferrero untuk mendekat.

"Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?"

"Seret suamiku dari sana." Bodyguard keluarga Ferrero menunjukkan wajah terkejutnya. Kenapa? Tidak pernah melihat istri bar-bar, kah?

"Aku menunggu." Interupsi Katarina.

"Tapi--"

"Jual namaku kalau dia melakukan hal yang tidak-tidak padamu. Ketika aku melihat pak Shin, di situ ada kamu." Katarina menawarkan posisi yang aman. Tentu saja Katarina tahu apa yang orang-orang takutkan Jika berbuat lancang.

"Baik, Nyonya."

"Jangan lama-lama. Para krikil itu semakin ganas."

"Siap laksanakan, Nyonya!"

---

Halo!

Sudah lama ya tidak update. Aku sibuk sekali sekarang.

Pemanasan dulu ya~ kita mulai masuk konflik.

Peran Antagonis ° JenRina Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang