Spesial Chapter (人 •͈ᴗ•͈)(ʘᴗʘ✿)

961 81 5
                                    

Tak... Tak... Tak...

Suara ketukan jari pada meja kayu itu terdengar nyaring di dalam ruangan yang sunyi. Tidak ada suara yang yang memecah kesunyian sebelumnya, namun kesunyian itu hilang ketika pintu terbuka, setelahnya langkah kaki seseorang masuk ke dalam ruangan.

"Oh.. ada apa ini?" Matanya mengerling melihat satu persatu orang-orang di dalam sana.

"Selamat datang Nyonya Adiwangsa." Kepala sekolah menyapa, "silahkan duduk."

"Baiklah.."

"Begini Nyonya--

"Ehem.." Katarina memotong ucapan kepala sekolah, "tidak usah dijelaskan. Saya rasa Nyonya Adiwangsa sudah tahu, benarkan?"

"Apa yang saya tahu, Nyonya Ferrero?"

"Ah... Begitu ya. Perlukah saya memajang wajah cucu tersayang Anda, Nyonya? Saya sangat ahli."

"Dengarkan saya Nyonya Ferrero, tingkah laku anak-anak mana bisa diprediksi. Jika Anda meminta untuk biaya pengobatan atas luka-luka itu, tentu saya tidak keberatan."

"Kami punya rumah sakit sendiri. Uang Anda tidak kami butuhkan."

Glek

Kepala sekolah meneguk ludahnya. Kenapa suhu ruangan semakin dingin? Dan kenapa pula kedua nyonya besar ini malah berdebat.

"Lalu?" Nyonya Adiwangsa menatap Nyonya Ferrero tidak mengerti

"Bagaimana ini? Ferrero ingin menghukum cucu Anda"

Nyonya Adiwangsa menatap was-was. "Jangan ikut campur urusan anak-anak." Ucapnya memperingati

"Hahaha... Tenang saja Nyonya. Ini akan diselesaikan antara anak-anak kok." Katarina melirik kearah putra sulungnya, "prince.."

"Ya, mom?"

"Mommy serahkan kepadamu."

"Dengan senang hati. Adikku adalah tanggungjawab ku." Ucapnya pelan dengan mata menatap lurus kearah Nyonya Adiwangsa.

"Wah.." Nyonya Adiwangsa berdecak, "orangtua macam apa yang mengajarkan sifat balas dendam begitu."

"Sifat dan sikap anak-anak tergantung lingkungannya, Nyonya."

"Jadi maksud Anda lingkungan keluarga kami penuh kekerasan sehingga mempengaruhi sikap cucu saya, begitu?"

Katarina ngedip pelan, menatap Nyonya Adiwangsa dengan tampang polosnya. "Ah... Ntahlah. Menurut Anda?"

"Dengar Nyonya Ferrero, Anda sudah keterlaluan--

"Saya atau Anda?" Katarina menatap Nyonya Adiwangsa tajam, "jika Anda datang kemari dengan wajah bersahabat, saya tidak akan berbicara panjang lebar. Sadarkah, Anda menantang saya? Sebagai pihak yang salah Anda sangat tidak tahu malu."

"Nyonya Ferrero yang terhormat, sekali lagi saya katakan bahwa ini urusan anak-anak. Jangan bawa segala hal untuk masalah ini. Jika Anda ingin anak Anda nyaman, jadilah donatur terbesar di sekolah ini. Anda mengerti?!"

Katarina menutup mulutnya, tampak begitu terkejut. "Donatur terbesar" Katarina bergumam pelan

"Mom" Katarina menatap putra sulungnya. Mengerti isyarat itu, ia pun merendahkan tubuhnya, suatu bisikan yang sukses meledakkan tawanya.

"Anda memberi saya ide. Saya akan mengurus surat perpindahan hak milik sekolah ini. Maka dari itu, persiapkan mental cucu Anda."

Nyonya Adiwangsa melayangkan tatapan nyalang. Apa sekarang dirinya tengah di ancam?

"Ya, saya mengancam Anda." Katarina memperjelas maksudnya. "Dan untuk Anda kepala sekolah, jika Anda sudah bosan, saya sarankan untuk segera mengundurkan diri dari jabatan Anda."

"Prince, princess, ayo kita pulang. Sebentar lagi daddy pulang."

Menggandeng si kembar, meninggalkan dua orang yang kini sibuk dengan pikiran masing-masing. Katarina tidak perduli tentang nasib orang yang mengusik keluarganya. Biarkan ini menjadi urusan suaminya. Ia hanya memperingati.

Mobil mereka sudah terparkir di depan lobby. Pak Shin yang kini menjadi supir pribadi anak-anak sudah menunggu.

"Mom duluan"

"Terima kasih, prince." Katarina menuruti perkataan putra sulungnya

Setelah mommy-nya masuk, kini giliran ia menuntun adiknya untuk duduk di samping sang mommy. Setelahnya barulah ia masuk.

"Jangan murung seperti itu. Kakak akan memberikan peringatan padanya. Kemari.." adik kecilnya itu tanpa pikir panjang beringsut masuk kedalam pelukannya.

Diam-diam Katarina memfoto adegan manis itu untuk ia kirim kepada suaminya. Lihat, anak kembarnya saling menyayangi. Katarina merasa sangat bahagia.

--^

Peran Antagonis ° JenRina Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang