Chapter (22) Katarina x Jeevans

729 59 11
                                    

"Katarina."

"Hm?" Katarina ngedongak sebentar melihat orang yang masuk dalam ruangannya, lalu dia kembali sibuk dengan pekerjaanya.

"Apa yang kamu lakukan kali ini kepada Jihan?"

"Oh, dia mengadu. Dasar wanita pengadu."

"Katarina, aku serius."

Katarina menghentikan pekerjaan, ia meyilangkan kedua tangannya dengan masih duduk di kursi kerjanya. Ia menaruh atensi penuh kepada pria yang tampaknya sangat khawatir sekaligus menahan amarah itu.

"Kamu sudah berulang kali mencoba melenyapkannya." Ucap Jeevans lagi. Ia mendudukan dirinya di sofa, memijat pangkal hidungnya yang terasa nyeri. Tidak bisa apa sehari saja untuk dirinya merasa tenang?

"Dengan kamu datang ke sini karena begitu mengkhawatirkannya, membuat aku semakin ingin melenyapkannya." Katarina menatap Jeevans yang terlihat kalut, dia suka pemandangan ini.

"Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" Jeevans mengalah, dia tidak bisa terus-terusan menghalangi Katarina yang siap kapan saja melenyapkan Jihan.

"Mudah saja, hapus dia dari kehidupanmu."

"Kamu menaruh hati padaku, eh?" Jeevans menatap Katarina dengan pandangan meremehkan.

"Hahaha ...." Katarina sontak meledakkan tawanya. Mata indahnya sampai mengeluarkan air mata saking gelinya mendengar penuturan Jeevans. "Tuan Ferrero, dengan atau tidaknya aku mencintaimu, janji dan resiko kamu menikahi ku tetaplah berlaku. Kamu ingat dengan janji mu bukan? Hanya aku satu-satunya pendamping dalam hidupmu, dan aku tidak akan melepaskanmu. Cinta, bagiku cinta tidak mempengaruhi. Walaupun aku mencintaimu, jikalau kamu meninggalkan aku, lebih baik kamu mati saja." Ucap Katarina tegas.

"Aku tidak bilang kalau aku akan meninggalkanmu, hanya saja jangan ganggu dia."

"Kalau begitu ingatkan keledai mu itu untuk tahu diri."

"Kamu juga harus menarik orang-orangmu menjauh dari Jihan."

"Kenapa? Orang-orang mu juga ada disekitar dia, bukan?"

Jeevans mengdengus kesal, "kalau tidak ada orang-orang ku, Jihan sudah tidak ada lagi di dunia ini."

Katarina menggidikkan bahunya acuh, "mungkin saja." Ia menopang dagu sembari menatap Jeevans serius, "kalau ternyata dia mendatangimu dengan pengakuan kalau dia hamil, bagaimana menurutmu?"

Jeevans menyerengit, menatap Katarina waspada. "Kamu melakukan sesuatu padanya lagi?"

"Entahlah .... Dia sudah berani bermain dengan obat perangsang, aku pikir dia sudah bermain-main dengan banyak orang."

"Jihan tidak mungkin seperti itu." Tolak Jeevans mentah-mentah atas pemikiran Katarina.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak. Dan satu lagi, kalau dia berani menantangku satu kali lagi setelah ini, aku tidak akan menahan Jayden untuk menyiksanya, memenuhi dirinya, membiarkannya hingga mengandung, tepat dihadapan mu. Atau, kamu bisa memilih dia mati di hadapan mu dengan cambuk seperti yang aku lakukan terhadap Yejin." Ancam Katarina telak membuat Jeevans membeku.

Jeevans menggeram mendengar nada congkak dengan perkataan tidak masuk akal terus keluar dari bibir tipis itu. Jeevans beranjak dari duduknya mendekati Katarina, tanpa berkata apa-apa Jeevans mengangkat Katarina dari kursinya, membuat wanita itu seperti karung beras bertengger di pundaknya.

"Hei! Mau apa kamu, hah?!" Katarina memberontak dengan tangan tidak absen memukul punggung Jeevans.

Jeevans membawa Katarina ke kamar mereka, menghempaskan tubuh Katarina ke atas ranjang. Ia melepas dasi yang melingkar di lehernya dengan cepat, tidak membiarkan Katarina bergerak mejauh darinya. Jeevans tidak perduli dengan makian yang keluar dari mulut orang yang sudah menyandang status istrinya itu. Jeevans mengikat kedua tangan Katarina dengan dasinya, membuat pergerakan wanita itu terbatas, pun Jeevans menahan kaki Katarina yang berusaha menyerangnya. Ia memaksa membuka kedua kaki orang dibawahnya, mencengkram wajah itu agar tidak berpaling darinya, dan satu tangannya mencengram kedua tangan Katarina di atas kepala wanita itu.

"Sepertinya kamu sangat terobsesi denganku, bukan? Aku juga bisa melakukan itu, Sayang." Ucapnya dengan suara berat membuat orang di bawahnya semakin memberang."Sebelum kamu melakukan niatmu itu, bagaimana kalau aku memperaktekkan terlebih dahulu padamu? Mengisi dirimu hingga penuh."

"Aku akan membunuhmu!"Geram Katarina.

"Aku akan memenuhimu!"

"Aku akan membunuh Jih-hmmph."

--^

Note

Kelanjutan akan aku beri tahu di chapter depan.

Kalau ada typo silahkan komen.

Peran Antagonis ° JenRina Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang