Jovian dan Olivia.
Dua orang yang, tanpa diduga, juga memiliki buku ramalan seperti Niko.
Tapi satu pertanyaan besar muncul di benaknya—di mana mereka menemukannya?
Niko menatap keduanya dengan penuh rasa ingin tahu. Ada sesuatu yang menggelitik pikirannya, sesuatu yang tidak wajar dari keberadaan buku ini.
"Aku... boleh tanya?" katanya ragu.
"Boleh dong! Mau nanya apa?" Olivia langsung menanggapi dengan antusias.
Niko menatap buku yang dipegang mereka sebelum akhirnya bertanya,
"Kalian berdua, di mana dapet tuh buku?"
Jovian melangkah maju, memasukkan tangannya ke dalam saku dan mulai bercerita.
"Lima hari lalu."
Niko langsung fokus.
"Waktu itu, aku dihukum buat beresin gudang karena gak bawa baju olahraga. Nah, disitu aku nem-,"
"Di situ ketemunya?" potong Niko buru-buru.
Jovian menggeleng cepat. "Oh enggak!" katanya dramatis.
"Aku nemu di lubang sampah."
Lubang sampah!?
Niko dan Olivia langsung melongo. Buku ini... ditemukan di tempat sampah!?
Sejak kapan benda mistis ditemukan di tempat sekotor itu!?
Tapi Jovian belum selesai. Ia melanjutkan ceritanya dengan nada yang lebih serius.
"Jadi... waktu udah kelar beres-beres dan tinggal ngebuang sampah, aku lihat ada tumpukan buku di sana."
Niko mulai bisa membayangkannya—banyak buku yang ditumpuk sembarangan, tak ada yang menyadari bahwa salah satunya menyimpan sesuatu yang aneh.
"So... aku bakar dong!" seru Jovian santai.
"APA!?" Niko dan Olivia hampir bersamaan berteriak.
"Eh? Kan buku bekas... wajar dong aku bakar?" ujar Jovian ringan, seolah itu bukan masalah besar.
Niko mengusap wajahnya frustasi. "Terus! Caramu dapetin buku itu, gimana!?"
"Nah, ini dia anehnya!" Jovian tiba-tiba menatap mereka serius.
"Pas api udah padam, ada satu buku yang gak terbakar!"
Hening.
Niko dan Olivia saling pandang, rasa heran mereka semakin menjadi.
Buku itu... tidak tersentuh api!?
"Jadi," lanjut Jovian, "aku ambil tuh buku, dan pas aku buka, ada kalimat aneh di dalamnya."
Niko menelan ludah. "Kalimat? Apa isinya?"
Jovian menarik napas, lalu mengucapkannya dengan suara mantap—
"6 Juni, Jendela perpustakaan pecah!"
Olivia langsung menggigit bibirnya. Niko merasakan bulu kuduknya meremang.
Itu... bukan kebetulan.
Karena mereka tahu—ramalan dalam buku itu selalu jadi kenyataan.
Setelah mendengar cerita Jovian, Niko menoleh ke Olivia.
"Olivia?" panggilnya hati-hati.
Gadis itu mendesah pelan sebelum menjawab. "Huh..."
Napasnya berat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Book [Rewrite]
Novela JuvenilSetelah dapet izin dari author aslinya, Wulan bakal revisi ni cerita jadi lebih menarik lagi, hehe. Jangan lupa pantengin aja terus, ya! Pokoknya bakal Wulan Revisi habis-habisan❤️❤️❤️ Niko Dheiman, remaja introvert yang menemukan kenyamanan di perp...
![Forbidden Book [Rewrite]](https://img.wattpad.com/cover/351357539-64-k311162.jpg)