Secret Admirer

2.3K 45 4
                                        

Hai haiii...

Kangen Tata gak? Iya tau Tata emang ngangenin.*plak

Tata tuh sebenarnya ada waktu luang buat ngetik, tapi Tata males banget. Maklumin ke lazy an Tata ya:)

Oh iya, sekedar pengingat. Vote, komen, reading list dan koreksi typo jangan lupa dilakuin ya... Siapa tau Tata hilang malesnya pas ngeliat notif jebol. xixixi


Happy Reading guys!



Gala melangkah santai menuju lokernya. Ia mengerutkan kening melihat sebuah kertas menonjol di balik celah loker. Matanya menoleh kekiri kanan guna memastikan ada orang iseng yang ingin mempermainkannya. Namun siswa disekitar nya tak menunjukkan gelagat aneh.

Saat ia melirik loker sebelahnya yang dicelahnya nampak beberapa kertas menonjol, Gala segera tenang. Mungkin kertas itu adalah punya seseorang yang juga penggemar sosok pemilik loker itu tapi kepenuhan, jadi ia menumpang taruh di lokernya.

Berbekal keyakinan itu, Gala menariknya dan berniat baik untuk memasukkan kertas itu ke celah loker disamping nya ketika tepukan pelan ia dapatkan membuatnya terkejut.

"Ngapain lo, Gal?" Orang yang menepuk pundak Gala melihat kertas ditangan Gala dan mengernyit jijik. "Surat? Lo... Lo—suka gue, Gal? Gak gue sangka—"

Kilatan panik tergambar jelas ketika Gala segera memotongnya. "N-nggak bego! Gue cuma mau bantu orang ini. Gue masih normal, Ta."

Ekspresi aneh tadi berubah menjadi menggoda. "Bantu apa bantu..."

"Gue emang mau bantu goblok! Udahlah kalo Lo gak percaya!"

"Dih-dih anak papi Gaga ngambekan, malu tuh sama burung gede."

Gala mengusap wajah mendengar ucapan itu. "Lo bener-bener gak tau malu. Kita masih disekolah Njing. Kalo fans lo tau kalo sebenarnya Yunta Cakra ini cuma cool boongan, gue yakin mereka bakal kabur."

Yunta memutar mata bersidekap, malas mendengar ocehan sahabat embrionya. "Dengar! Gimanapun sikap gue, mereka tetap bakal tergila-gila sama gue."

Matanya kembali tertuju pada kertas merah muda itu. "Hm... Lo ngapain masukin surat cinta di loker gue. Lo suka sama gue? Dih, ingat mami Lala sama papi Gaga yang susah-susah ngebuat lo..."

"YUNTA GOBLOK!" Teriakan itu membuat beberapa orang menoleh ke mereka. Gala tak bisa menahan kesal lagi. Ia meremas surat itu dan melemparkan kewajah tengil Yunta. Nada bicaranya rendah namun kesal.

"Gue bantu nih orang buat masukin suratnya ke loker lo. Gue masih normal, bukan kayak bapak lo yang mimom Tania kira jeruk!"

Setelahnya Gala berjalan cepat meninggalkan Yunta yang terkesiap. Sadar dari keterkejutan, Yunta terkekeh, mengambil kertas usak itu dan mengernyit.


Hai...

Aku suka melihat senyummu. Teruslah tersenyum karena senyummu itu semangatku.
—1.

Kekehan keluar dari bibir Yunta. Ia menyimpannya disaku sebelum berjalan menuju suatu tempat.

***

Short story 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang