Potion love 6

1.5K 35 5
                                        

Hai hai hai!!!

Pada kangen Tata gak? (Tersipu malu) Iya-iya... Tata juga kangen kalian kok, xixixi

Di library kalian pasti lapak ini udah bersarang spidermen kan? Ngakuu luu!

Ada tim baca ulang gak sih?

Oke-oke tanpa berlama-lama lagi,


Happy reading guys!


Deritan keras dari ranjang kayu memenuhi rumah gubuk. Gesekan rantai dilantai juga bunyi penyatuan dua kulit bercampur menjadi satu menyebabkan suasana menjadi erotis tegang.

Kenze menutup mata terengah-engah. Kedua tangan dan kaki yang dirantai tak bisa membuat nya bergerak bebas. Gad-wanita mendominasi diatas sengaja menaikturunkan pantatnya lambat, hanya untuk melihat nafsu terkekang ditubuh Kenze.

"Zu—uhh..."

Tabrakan dua benda kembali membuat mereka melenguh. Nafsu semakin menjadi saat Zuya menekan tubuhnya berbisik sembari meniup telinga merahnya

"Esya kan, Sayang?"

Zuya menjilati sisi leher Kenze, memberikan tanda keunguan. Lenguhan Kenze juga gambar ambigu dileher pria itu membuatnya senang. Tangannya terulur memilin puting kecil Kenze.

"Zuy—ummh..."

Zuyaa tak menghiraukan ringisan dan mata memohon Kenze. Ia menekan pelan pinggulnya mencium dagu Kenze. "Look at me, apa aku Esya?"

"No-aastt..."

Ucapan terhenti oleh sentilan jari di bibir. Kenze menggigit bibir berusaha meredam sengatan sentilan.

"Kenapa kamu nggak jujur?" Zuya menegakkan tubuh, menjepit kuat tubuh bagian bawah yang menyebabkan Kenze mengerang. Bunyi rantai menggema saat tangan Kenze berusaha menjangkau sesuatu.

Zuya tersenyum, menarik pinggulnya menjauh dari Kenze. Suara terlepasnya bagian bawah membuat Kenze linglung. Zuya duduk di samping tubuh pasrah lelaki. Kenze memerah kala tahu tatapan Zuya di little boy nya yang kian menegang. Ia merasa ingin keluar hanya dengan tatapan panas Wanita itu.

"Tapi Kenze, Esya gak suka pria kaum bawah. Dia suka pria yang mendominasi, bukan pria yang baru ditatap sudah klimaks."

Kenze menggeleng. Tubuhnya memanas. Ia tak peduli lagi pada Esya. Satu-satunya pikiran sekarang ialah Zuya yang harus bertanggung jawab melunasi masalah ditubuhnya.

"Zuya... Aku mau."

Zuya menjentik kepala jamur yang mengeluarkan cairan being itu. "Mau Esya?"

"Hiss—Kamu."

Zuya tertawa meremehkan dan memasang benda yang familiar. Vibrator. Mata Kenze memerah, cengkraman pada rantai mengencang kala Zuya menetapkan getaran hingga level maksimal.

"Zuy—uhh... Lam—bat..."

Aura dominasi Zuya keluar. Tubuh telanjangnya berdiri dan menaikkan satu kaki menginjak perut Kenze hingga pria itu melenguh sakit. Tatapan meremehkan itu membuat Kenze entah mengapa kian terpacu gairah.

"Zuya atau Esya?"

"....Ya—uhh Zuya..."

Zuya semakin menekan kakinya. Kenze merasakan sesuatu mendesak yang tertunda tadi ingin keluar. Ia melenguh kesakitan namun matanya memutar kabur penuh nafsu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 02, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Short story 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang