Disclaimer : Jangan bosen karena Noona bakal kasih disclaimer di tiap chapter muahahahahaha! Fiksi woyyy...
.
"Bangunlah, kau memiliki pengunjung."
Yeri melirik ke arah seorang petugas polisi yang baru saja membuka pintu selnya. Yeri mengangguk dan berjalan perlahan mengikuti polisi tersebut. Kini Yeri menggunakan seragam tahanan berwarna biru. Rambutnya tampak berantakan dan tidak terurus. Ya, Kim Yeri telah resmi menerima hukuman setelah dinyatakan bersalah dalam kasus yang hampir saja merenggut nyawa Chenle.
Hukuman penjara selama sepuluh tahun sempat membuat Yeri histeris karena merasa tidak terima dengan nasibnya, bahkan pengacara yang disewa oleh Mark untuk meringankan hukuman Yeri pun tidak dapat berkutik sama sekali, semua bukti terlalu kuat untuk dapat dibantah. Selain itu usia korban yang masih begitu kecil serta unsur kesengajaan di dalamnya membuat masa hukuman Yeri semakin berat.
Di hari putusan sidang Yeri, hampir semua anggota keluarga Jung dan Suh hadir, termasuk Mark dan Donghyuck. Kedua sisi keluarga tersebut mendesah lega karena merasa hukuman yang diterima Yeri cukup setimpal dengan perbuatannya pada Chenle kecil. Yeri yang diseret keluar dari tempat persidangan sempat meronta-ronta dan meraung kepada Mark agar menolongnya, namun Mark hanya dapat menulikan pendengarannya dari tangisan Yeri.
Mark merasa sedikit banyak hatinya sedih karena menyaksikan wanita yang bertahun-tahun bersamanya harus menghabiskan waktu matangnya di balik jeruji besi.
"Markk! Aku melakukannya karenamu!! Aku mencintaimu Mark!! Kumohon tolong aku, jangan seperti ini.. MARK!"
Mark memejamkan matanya, kepalanya terasa sedikit pening.
Apakah ini adalah salahnya karena meminta Yeri untuk tetap berhubungan dengannya setelah Mark menikah dengan Haechan?
Apakah nasib Yeri tidak akan seburuk ini jika saja Mark tidak memberikan janji-janji manis padanya saat itu?
Dan... apakah yang Yeri khawatirkan itu benar? Jika Mark mulai jatuh pada pesona Haechan?
Mark menggeleng pelan dan membuyarkan lamunannya, Yeri sudah semakin menjauh karena dibawa oleh petugas polisi menuju mobil yang akan menuju ke sebuah lapas. Donghyuck berdiri di dekat mobil tersebut dan tertawa melihat wanita yang selama ini begitu angkuh terhadap dirinya tampak begitu kacau.
Prok.. prok... prok..
"Selamat menempuh hidup baru, Yeri Noona?"
Donghyuck bertepuk tangan dan dengan sengaja menertawakan Yeri yang kini menatap Donghyuck dengan wajah yang sudah sepenuhnya memerah.
"Sialan kau, bocah brengsek, HAECHAN!"
Yeri merangsek maju mendekati Donghyuck namun petugas polisi dengan cepat menarik tubuh Yeri untuk mundur, tangan Yeri menggapai-gapai kea rah Donghyuck namun tidak sampai. Tubuhnya keburu tertarik ke belakang. Donghyuck memasukkan kedua tangannya ke saku celana kainnya, mendongak dan tertawa terbahak nyaring. Suara tawa Donghyuck terdengar seperti disengaja dan dibuat-buat.
"Astaga... kau hampir saja menambah masa hukumanmu jika saja kau menyerangku tadi. Aku akan melaporkanmu kembali dengan tuduhan penyerangan.. oh kau tidak akan suka itu.. terima saja nasib burukmu.. tenang saja aku akan sering mengunjungimu.."
Donghyuck tersenyum manis pada Yeri.
Tentu saja, aku akan datang padamu terus menerus, untuk melihat dirimu yang semakin hancur.
"Kau... kau benar-benar merusak hidupku, Haechan!! Jika saja.. jika saja kau tidak datang dalam hidup Mark!! Aku pasti sudah berbahagia dengan Mark.. Mark berubah karena kau!! Semua karena kau!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
HEAVEN [END]
FanfictionHaechan Suh tidak pernah meminta untuk dilahirkan tanpa diberikan kasih sayang, tidak pernah meminta untuk menikah tanpa dicintai. Bagaimana jika hati yang begitu kuat telah mencapai batasnya? Bukankah benar yang dikatakan bahwa seseorang tidak aka...
![HEAVEN [END]](https://img.wattpad.com/cover/355391789-64-k908308.jpg)