Amygdala

12.2K 630 61
                                        

Disclaimer : sambil dengerin lagunya Agust D - Amygdala yaa...



.



Sebuah rumah besar bercat putih gading tampak sepi, hari sudah larut namun salahs atu lampu kamarnya masih menyala terang, seorang perempuan berambut panjang dan dua orang anak laki-laki dengan wajah serupa tampak sedang bercengkrama serius.

"Eng... jadi bagaimana? Apa Granma akhirnya menerima Granpa kembali, mom?"

Anak kembar berusia 14 tahun itu tampak begitu antusias mendengarkan cerita sang ibu. Sudah lebih dari dua jam mereka duduk diam hanya untuk mendengar lanjutan kisah dari Halmeoni dan Haraboji-nya. Chanmi tersenyum pada kedua anaknya, terkadang mengelus rambut kecoklatan lembut yang diwarisi dari Haechan pada mereka.

Chanmi mengusap wajah Minjung yang pipinya basah oleh air mata. Sedang Minseok terlalu sering menghela nafasnya berat. Keduanya sangat menyayangi Haechan. Namun baru kali ini ibunya bercerita kisah rumit nan pelik yang dialami mereka.

"Hmmm... itu sungguh waktu yang sangat berat, bagi Granma ataupun Granpa. Seberapa sulit pun usaha yang Granpa lakukan dan berikan pada Granma, saat itu tampaknya pintu hati Granma sudah tertutup rapat untuk urusan romansa pada Granpa.."

"Huks, ja..jadi bagaimanaaa?"

Chanmi menunjuk lalu mengetuk pelan dahi kedua anaknya.

"Tahu tidak? Di bagian otak kalian ini, ada yang dinamakan Amygdala. Amygdala adalah tempat dimana pusat memori otak menyimpan memori tentang segala sesuatu yang pernah terjadi. Uniknya, Amygdala itu cenderung lebih mengingat kenangan pahit... dan yah, walaupun penelitian mengungkapkan jika kenangan sulit dihapuskan, tapi persepsi dapat dirubah. Persepsi itulah yang dapat merubah Amygdala menjadi sumber energi positif.."

"Sejak mom kecil, Granma selalu mengajari mom dan Uncle Chenle berdoa. Dan disetiap untaian doa yang Granma kalian ucapkan, selalu terselip nama Granpa di akhir doa."

"Tapi mom, Granpa jahat sekali, kenapa harus menyakiti Haechan Granma seperti itu... Granma sungguh orang paling baik setelah mom yang pernah kutemui dalam hidupku.. jika saja Granpa masih hidup, aku akan memukulinya atau mencukur habis rambutnya mom! Aku kesal sampai ke ubun-ubun..."

"Hey... hey, jangan bicara seperti itu... Granpa sangat mencintai kalian.. tahu tidak kenapa umur Granpa tidak sepanjang Granma?"

Baik Minjung ataupun Minseok menggeleng pelan, Granpa Mark memang sudah meninggal di usia mereka yang ke 5. Karena sakit, hanya itu yang mereka tahu.

"Kenapa? Tapi bukankah biasanya orang jahat memang tidak berusia panjang? Hhheung.. tapi Granpa baik padaku... tapi Granma... ishhh!"

Chanmi terkekeh pelan, kelihatannya kembarnya ini galau sekali ingin menyebut Granpanya baik atau jahat karena di lima tahun awal kehidupan mereka, Mark sangat memanjakan dan menyayangi keduanya.

"Granpa mendonorkan salah satu ginjalnya pada Uncle Chenle... sebuah momen yang paling menguras hati pada saat itu."

Ingatan Chanmi saat itu memang masih samar, karena Chanmi sendiri masih sangat kecil. Chanmi mendengar seluruh ceritanya dari Ten Halmeoni di usia yang sama dengan si kembar saat ini, yang sukses membuat Chanmi mendiamkan Ten maupun Johnny dan juga Daddy Mark-nya nyaris sebulan lamanya.


---


Mark hampir menyerah, semua usahanya terasa sia-sia bagi Donghyuck. Tidak ada satupun yang dapat menyentuh hati Donghyuck. Mark tidak menyalahkan, karena cukup sadar diri jika semuanya disebabkan olehnya.

Hanya karena kesepakatan untuk membesarkan Chenle ataupun Chanmi bersamalah yang menjadi alasan Donghyuck mau bicara ataupun bertemu dengan Mark. Selebihnya, Donghyuck dengan tegas menolak.

HEAVEN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang