36. Stripdance berakhir 🔞

116K 1.5K 66
                                        

Igo makin melebarkan senyumannya saat sosok Echa sudah terlihat.

Benar-benar terlihat sexy!

Igo sampai tak bisa mempercayai penglihatannya. Lihatlah, istri kecilnya itu terlihat benar-benar sexy. 

Dari wajahnya, rambutnya, tubuh, kaki, bahkan posenya terlihat sexy. Benarkah dia baru berusia 17 tahun?

Igo menyandarkan punggungnya pada sofa saat Echa memulai gerakan dancenya yang bagi Igo terlihat begitu erotis. Seringaian tak lepas dari wajah tampannya.

Di sisi lain, Echa walau dengan degup jantung yang tak henti-hentinya berdetak, mencoba bergerak sesensual mungkin. Melihat tatapan Igo yang seakan ingin memangsanya membuat jantung Echa terasa tak baik-baik saja.

Echa mulai meraba tubuhnya sendiri, seakan-akan ia haus akan sentuhan Igo.

Meliukkan tubuhnya, memutar kepalanya dengan gerakan sesensual mungkin.

Tatapan Echa tak lepas dari Igo, ia ingin tahu bagaimana reaksi suaminya itu.

Masih dengan tatapan laparnya, juga seringai di bibir yang selalu berkata kasar itu.

Echa melanjutkan gerakan demi gerakan yang telah ia pelajari. Hingga tiba gerakan dance di lantai, Echa terlihat sangat senssual. Menungging, mengangkang, dengan terus meraba tubuhnya.

Mata Igo makin gelap dengan kabut hasrat. Dengan terus menghisap dan menghembuskan asap dari vape pod nya, entah dengan kesadaran atau tidak, Igo membuka celananya.

Perlahan, sambil terus memperhatikan Echa, Igo mengocok batangnya yang kini sudah berdiri tegap.

Echa tentu kaget dengan apa yang Igo lakukan. Tapi makin melihat Igo bergairah, gerakan Echa pun makin panas dan sensual.

Hingga dance yang Echa lakukan berakhir, Echa dan Igo masih tak memutus tatapan mereka.

Echa mendekati Igo perlahan.

Dengan satu tarikan, Igo berhasil mendudukkan Echa di pangkuannya. Walau tanpa kata, Echa seakan mengerti apa yang harus dilakukan.

Dimulai dari mengecup bibir penuh milik Igo, untuk selanjutnya menghisap dan melumatnya.

Igo pun tak tinggal diam. Dibalasnya tiap kecupan dan lumatan yang Echa berikan hingga pergulatan mereka semakin panas.

"Lo sexy banget...." pandangan Igo masih menggelap karena hasratnya.

"Isep sayang..."

Igo mengarahkan tangan Echa untuk memegang batang kerasnya.

Perlahan Echa turun dari pangkuan Igo. Berlutut di antara selangkangan Igo dan mulai memasukkan penis Igo ke dalam mulutnya.

Igo mulai memejamkan matanya sambil mengelus rambut Echa yang mulai basah dengan keringat.

"Eughhh....." lenguh Igo sambil menengadahkan kepalanya.

Igo begitu menghayati sapuan lembut bibir dan lidah Echa di penisnya. Seluruh darah di dalam tubuhnya terasa berdesir hebat.

Grep!

Igo tak tahan lagi. Bukannya tak menikmati permainan Echa yang lembut, tapi bukan Igo namanya kalau ia tak main keras dan liar.

Kedua tangannya menahan kepala Echa dan semakin menekannya ke bawah. Membuat penisnya masuk hingga kerongkongan Echa.

Tangan Echa langsung mencengkram apapun yang bisa ia raih. Tak mengira Igo melakukan hal itu padanya.

Igo agak menaikkan kepala Echa dengan tetap menahannya, lalu menggerakkan pinggulnya hingga penisnya keluar masuk mulut Echa.

Selang beberapa kali gerakan, Igo kembali menekan kepala Echa ke bawah. Membuat Echa terbatuk-batuk hingga wajahnya berubah merah.

Puas bermain dengan mulut Echa, Igo kemudian mengangkat tubuh Echa ke atas sofa. Diposisikannya tubuh Echa menungging dengan posisi pantat lebih tinggi dari kepalanya.

Jleb!

"Ah...." Echa tersentak saat Igo memasukkan penisnya dalam satu kali hentakan saja.

Plak plak plak

"Arghh! Eumh!" erangan Igo makin keras. Terus menghujam tubuh Echa dengan gerakannya yang brutal.

"Cha.... Cha......" Igo menengadahkan kepalanya saat dirasa ia akan sampai  pada ejakulasinya.

"Eummmmh....." satu lenguhan panjang mengakhiri kegiatan panas  mereka.

Dengan nafas yang sama-sama ngos-ngosan, Igo membalikkan tubuh Echa, mendudukkannya lalu kemudian menyandarkan kepala Echa di dadanya.

"You okey?" tanya Igo yang dibalas dengan anggukan oleh Echa.

Sebuah kecupan mendarat di dahi Echa.

"Jangan lupa jalan-jalannya..." suara Echa lirih karena kondisi tubuhnya yang lelah.

Igo tertawa kecil, "Masih aja lo nagih ini. Dasar bocil!"

"Emang aku masih keliatan kayak bocil?"

"Banget..."

"Dengan penampilan kayak gini?"

Igo diam sambil menatap lamat mata Echa.

"Bocil yang udah sukses bikin gue ngocok, cuma elo Cha...."

"You're so sexy..... Jangan sampe lo umbar kemana-mana."

"Cukup buat gue." Igo memegang dagu Echa, membuatnya hanya menatap pada Igo.

"By the way, gue suka liat lo pake underwear kayak gini. Gue bakal sering-sering beliin lo. Biar koleksi lo nanti banyak."

Echa hanya senyum sambil menatap Igo malas.

"Kenapa mukanya gitu? Gak mau?"

"Disuruh ngedance kayak gini lagi? Aku gak mau....capek."

"Gue nggak nyuruh lo ngedance lagi tolol! Gue cuma mau beliin lo underwear lagi. Sama lingerie. Lo gak pernah pake lingerie di depan gue."

"Terserah abang deh! Yang penting janjinya jalan-jalan harus ditepati."

"Iya... Lo mau kemana sih?"

"Hm.... Bromo yuk?"

"Heh, mo ngapain lo? Mo prewed sambil bakar tuh gunung?"

"Nggak abang.... Ya pingin aja, liat YouTuber luar pada bikin konten disana. Aku yang orang Malang malah belom pernah kesana sama sekali. Sekalian mau pulang, kangen mama. Boleh ya?"

"Kapan?"

"Minggu depan aku libur seminggu."

"Lo sendirian ya? Gue masih ada proyek disini."

Terlihat raut wajah Echa langsung memburuk.

"Nggak jadi deh...." dengan wajah cemberut, Echa beranjak dari Igo, memilih pergi ke kamarnya.

"Cha!! Lo nggak usah ngambek! Kalo lo ngambek lo nggak bakalan bisa jalan besok! Ngerti!?" Igo menahan tangan Echa.

"Iya iya....!!!"

🌼🌼🌼

🌼🌼🌼

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
IGOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang