Li mengusap wajahnya kasar, dihadapannya terdapat seseorang yang dari dulu ia hindari. Lukanya belum kering tapi ia sudah mendapatkan masalah baru lagi, orang itu adalah Yael.
Mantan detektif yang sudah berdedikasikan dirinya untuk memecahkan kasus elit ini, Yael hanyalah seorang pria yang ingin berbalas dendam juga. Mereka berdua adalah orang yang penuh dendam.
Li dendam kepada keluarga Lucio dan Yael dendam kepada keluarga Li, begitu panjang ceritanya hingga Li memang harus lari dari Yael. Dan Yael menemukannya dalam keadaan lemah.
Li merasa aneh, Yael bukannya menghabisi dirinya malah menyelamatkan Li dan membawa lari dari rumah neraka itu.
"Ada apa denganmu Yael? Kau tak jadi membunuhku?" Umpan Li.
Yael membuang wajahnya dan berdiri menghadap jendela, "Apa kabar soal adikmu di pusara Yael?" Li semakin memancing.
"Sepertinya yang mengincarmu bukan hanya aku" Kata Yael.
Li berdecih, "Begitulah, makin lama diriku makin populer kan"
Tiba-tiba Yael langsung menodong pistolnya, tapi Li tidak bergeming. "Bunuh saja, kita selalu beradegan seperti ini. Kau terlalu takut untuk membunuhku"
Yael terpancing, ia lebih mendekatkan pistolnya ke kepala Li. Yang ditodong malah tertawa picik, "Daripada membunuhku secara sia-sia, aku rasa kau harus tahu dibalik dalang terbunuhnya adikmu"
"Diam bangsat!" Bentak Yael.
Li tertawa lagi, kali ini lebih terkesan mengejek. "Aku takkan membunuhnya tanpa ada perintah Yael"
Yael menggertakan giginya, emosinya naik. Benarkah apa yang dikatakan Li?
"Bagaimana? Kau ingin tahu siapa dalangnya"
"Aku takkan percaya siapapun!" Bantah Yael.
"Lucio!" Ekspresi Yael berubah "Dia yang menyuruhku untuk membunuh adikmu" Tambah Li.
"Kali ini misi kita sama, kebetulan aku juga ingin membunuhnya." Kata Li sambil berseringai.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Tanya Yael sembari menarik pistolnya.
"Akan kubuktikan Yael"
Tentunya dua manusia penuh dendam itu akhirnya meninggalkan sebuah misteri berkepanjangan.
Malam ini Lucas masih berada di mejanya, sibuk dengan segala pekerjaannya termasuk rencana untuk menyelesaikan permasalahan masa lalunya.
Lucas bangkit dari kursinya dan menuliskan beberapa poin untuk strateginya, langkah pertama ia harus mempunyai tempat untuk bersembunyi sementara waktu. Baginya kediaman Lucio sudah tidak aman lagi, lalu untuk tim. Ia sudah berdiskusi dengan Arya, dengan iming-iming mobil sport terbaru dengan apartemen Arya manut-manut untuk ikut bersama Lucas.
Dan untuk dirinya, ia harus latihan fisik. Ia tak mau gagal lagi melawan Li, dan Haikal ia tak tahu statusnya apakah akan menjadi lawan atau teman.
Setelah melihat isi map itu, ia sudah mengetahui musuh-musuhnya. Dan targetnya ialah Nugroho, cepat atau lambat pria tua itu akan menyadari bahwa keluarga nya takkan bersembunyi lagi.
Lucas terlalu sibuk dengan pikirannya hingga tak sadar Winwin membuka pintu, ia sudah mengetuknya namun tak ada jawaban.
"Lo gamau pulang? Kasian mami nungguin lo"
"Bang, sepertinya gue harus pindah" Ungkap Lucas.
"Ke apart lo lagi?" Tanya Winwin, Lucas menggeleng. "Apart gue juga nggak"
"Gue bakal ke basecamp, Rani juga tinggal disana. Kalau lo ga keberatan Nina juga ikut, rumah bagi gue udah nggak aman"
Winwin menghela napas beratnya, "Sepertinya Nina belum siap untuk ini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Asuka [21+]
RomanceDiawali dengan pertemuan yang tak terduga membuat Lucas kembali mengulas masa lalunya, hal itu membuat Rani ikut terlibat kembali pada ledakan yang terjadi di rumahnya. Mampukah mereka mengupas tuntas siapa dalang dari ledakan itu? [Tiap Gambar bers...
![Asuka [21+]](https://img.wattpad.com/cover/255908998-64-k46530.jpg)