Dan lagi!!!
Terima kasih untuk vote dan komentarnya!!!
Kalau mencapai target lagi saya bakalan rajin up, deh...
- 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 -
Yuju berjalan dengan langkah yang ragu, ia merasa diikuti. Jemarinya berpegangan pada tali tas ransel bawaannya, beberapa kali Yuju menoleh ke belakang dan tidak melihat siapa-siapa, tapi perasaannya berkata jika di belakangnya ada seseorang yang mengikuti. Detik berikutnya Yuju sengaja berhenti melangkah, ia benar-benar menoleh dalam waktu yang cukup lama untuk memastikan.
Tidak ada siapa-siapa.
Begitu Yuju menghela napas panjang, ia berniat melanjutkan langkahnya untuk pulang. Betapa terkejutnya Yuju saat seseorang sudah berdiri di hadapannya saat ini, bahkan Yuju sampai mundur selangkah saking terkejutnya dihadapkan dengan seseorang yang sebelumnya ia pikir berada di belakangnya.
Gadis itu tertawa kecil, kemudian merentangkan kedua tangannya seperti minta sebuah pelukan. Hoodie abu kebesaran yang dipakai olehnya terlihat memakan tubuh kurusnya, bahkan lengan hoodie tersebut berhasil menutup telapak tangannya.
"Maaf."
"Tapi, di mana kau tinggal?"
"Tidakkah lebih baik kau mencari rumah yang memiliki jalan lebih aman?"
"Jika dilihat-lihat, jalan menuju ke rumahmu ini sangat menyeramkan."
Yuju menghembuskan napas kasar, sorot matanya yang semula terkejut berubah menjadi tajam menusuk. Tentu saja Yuju kesal, dia ingin marah dan bahkan ingin memukul wajah seseorang yang tak lain adalah Sinb. Gadis yang sepertinya lupa bagaimana cara memanggil seseorang agar lebih sopan saat ingin berhadapan dengannya.
"Gila." Yuju mengumpat kesal. "Minggir."
Sinb melirik ke kanan dan kiri, jalan ini memang sempit untuk dipertemukan dengan dua orang dewasa seperti mereka. Sepasang matanya memicing, mulai menilai betapa jalan ini tak layak dilewati, apalagi oleh perempuan, sendirian pula.
"Peluk dulu," kata Sinb manja.
"Kau paham bahasa manusia?" tanya Yuju dingin.
"Eonnie sendiri?" Sinb balik bertanya, kedua tangannya masih setia merentang minta pelukan. "Peluk dulu, dong."
"Minggir."
"Kau tidak merindukanku?" Sinb bertanya dengan raut wajah sedih. "Padahal aku merindukanmu, sangat merindukanmu!"
Yuju tersenyum picik. "Omong kosong apa ini? Rindu? Kau tahu apa tentang rindu?"
"Aku-"
Yuju menarik lengan Sinb, mendorongnya ke samping hingga terbentur dengan tembok yang kasar. Setelah mendapat ruang, Yuju memutuskan untuk melangkah pergi, melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah.
"Eonnie~" rengek Sinb disertai kaki yang menghentak. "Aku jauh-jauh ke sini untuk menemui dirimu, tahu. Apa kau tidak merindukanku? Sudah berapa tahun kita tidak bertemu, coba? Satu? Dua? Tiga? Kurasa lebih dari itu."
Yuju tak peduli, ia terus melangkah sampai Sinb yang semula hanya berdiam diri mulai mengejar langkahnya. Sinb sampai harus berlari, sebab langkah Yuju begitu lebar dan cepat.
Ketika Sinb menggapai lengannya, Yuju menepis kasar. Hal itu terus berulang, sampai pada tepisan paling kasar dari Yuju membuat tubuh Sinb oleng dan jatuh. Tentu saja Yuju khawatir, ia memberhentikan langkahnya dan berbalik untuk memastikan. Sinb cengengesan di bawah sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fanfiction[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
