Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komentarnya, ya...
Terima kasih.
Selamat membaca.
— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
Terdengar suara ketukan pintu, Sinb menatap dua pil obat di telapak tangannya sebentar lalu menoleh ke arah pintu. Ia menelan ludahnya dengan susah payah, napasnya sudah lebih stabil namun ia masih gemetar dan makin berkeringat. Pandangan Sinb berkunang-kunang saat ini, dua pil obat di telapak tangannya ia buang ke sembarang arah sebab ketukan pintu yang lagi-lagi terdengar.
Sinb pikir dr. Park yang datang, dan dia tak ingin tertangkap basah masih mengkonsumsi obat penenang itu. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Sinb membukakan pintu untuk seseorang.
"Pulanglah."
"Dokter Park!"
Sinb spontan memeluk dr. Park. Benar dugaannya, seseorang yang terus mengetuk pintu merupakan dr. Park. Beruntunglah Sinb belum minum obat itu, belum menunjukkan tanda-tanda habis minum obat penenang.
"Peluk aku."
"Peluk aku lebih erat."
"Peluk aku lebih erat~"
Suara lirih Sinb terdengar mengenaskan, hingga dr. Park yang semula hanya berdiri langsung saja membalas pelukannya. Sebisa mungkin dr. Park memberikan Sinb pelukan yang tulus dan hangat, agar Gadis Hwang merasakan ketenangan.
"Bagus, seperti ini, aku butuh pelukan ini."
"Pulang, Eunbi."
Sinb menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana pun, kau harus pulang ke rumah. Mau sampai kapan kau menjauh dari keluargamu?"
Sinb menyerahkan seluruh beban tubuhnya pada dr. Park yang masih memeluk dirinya. Bertahun-tahun Sinb menjalani perawatan bersamanya, selama itu Sinb sudah menganggap dr. Park seperti orang terdekatnya, bahkan sepertinya Sinb jauh lebih berani menceritakan apapun kepadanya.
"Keluargamu akan membantumu."
"Aku hanya akan merepotkan."
"Itu tidak benar."
"Itu benar, aku hanya akan merepotkan."
Hatinya dibuat tersayat, bahkan mata dr. Park sudah berkaca-kaca saat ini. Gadis berusia dua puluh tahunan lebih ini harus menghadapi pahitnya kehidupan pasca diserang penyakit berbahaya.
Sinb berkedip lemah, ketika dia mengangkat kepalanya dari bahu dr. Park, ia melihat keberadaan Yuju dengan satu kantung plastik penuh di tangannya. Pandangan Sinb makin teduh ketika berpapasan dengan Yuju di sana.
"Kau memberitahu kondisiku padanya?" tanya Sinb bernada bisikan.
"Tidak," jawab dr. Park. "Dia datang ke rumah sakit dan mengira kau masih di sana, jadi aku ... membawanya ke sini."
"Sungguhan, ya? Tidak mengatakan soal kondisiku yang sebenarnya, kan?"
"Dia harus tahu, Eunbi."
"Ayolah, aku tidak—"
"Aku hanya mengatakan kau masih sering mengalami gangguan cemas, tidak sampai jauh dari sana," potongnya.
"Eonnie!!!"
Terdorong cukup keras, dr. Park sampai mundur selangkah dari tempatnya berdiri setelah Sinb mendorong dadanya. Sementara itu, Sinb berlari kegirangan menuju ke arah Yuju yang kemudian berakhir memeluk erat Gadis Choi di sana, dr. Park dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah Sinb barusan. Rupanya ada obat alami yang bisa menenangkan Sinb, yaitu pelukan erat nan tulus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Hayran Kurgu[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
