— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
Tercium aroma masakan yang lezat, hal itu tentu membuat pulangnya terasa berguna. Sinb lupa kalau dia tidak mengunci pintu rumahnya sebelum pergi, pun Yuju yang tak begitu memperhatikan tidak tahu apa-apa. Namun, sepertinya ketinggalan mengunci pintu malah memberinya keberuntungan.
Aroma masakan yang khas ini benar-benar membuat Sinb rindu akan suasana rumah. Biar bagaimana pun, keluarga adalah satu-satunya rumah yang bisa ia datangi ketika langkahnya mulai tersesat. Ya, keluarga adalah tempat pulang terbaik.
"Pencuri!" pekik Sinb dan Yuju, sadar akan tidak dikuncinya pintu rumah.
Keduanya berlarian ke arah dapur, sebab dari arah sana aroma masakan tercium begitu kuat. Tubuh mereka terjebak di ambang pintu dapur, di sana terlihat seorang perempuan bertubuh jangkung tengah mencicipi masakannya. Dia menoleh saat mendengar deru napas dari belakang, senyumnya mulai terlihat.
Sinb menatap dari bawah sampat ke atas, kalau seukuran dia itu pasti Sowon eonnie. Tubuh jangkungnya itu terlihat khas, setelah melihat-lihat di video lama, Kim Sojung memang didominasi oleh kaki.
"Kalian habis pergi ke mana saja?" tanyanya. "Kenapa tidak mengunci pintu? Bahaya jika dibiarkan tanpa dikunci."
Yuju tersenyum melihatnya, lalu ia menyenggol Sinb memberitahu kalau usahanya tidak sia-sia. Yuju sudah merengek padanya, memintanya agar tidak bersikap acuh tak acuh terhadap Sinb.
"Sowon eonnie?" tanya Sinb memastikan.
"Di mana Putramu?" tanya Yuju, ia berhasil maju dari ambang pintu. "Biar aku temani Putramu, aku benar-benar jatuh cinta pada Putramu yang tampan itu."
"Serius?" Sowon menyahut kaget. "Aku menaruhnya di sofa tadi, dia ketiduran jadi aku taruh saja di sana."
"Aku akan memeriksanya!" pekik Yuju bersemangat.
Sowon mematikan kompor, ia membalik tubuhnya hingga menghadap ke arah Sinb yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ibu."
Sowon melotot. "Apa?!"
Sinb membekap mulutnya sendiri, ia benar-benar kesal pada mulutnya yang sudah lancang menyebutnya dengan sebutan ibu. Yuju dipanggilnya ibu, Sowon pun ia panggil ibu. Memang dasar.
"Ke sini."
"Ya?"
Sowon merentangkan kedua tangannya, ia memberi Sinb ruang untuk sebuah pelukan. Matanya mulai berkaca-kaca, sambil Sinb melangkah mendekat ia menyeka air matanya yang jatuh begitu saja.
Peluk.
Rindu tersalurkan.
Bukan hanya Sinb yang merindukan, Sowon juga pasti merindukan. Dia sudah punya anak usia satu tahun lebih, bisa dibayangkan sudah sejauh mana mereka berjarak?
"Eonnie, aku rindu~"
"Sinb yya, Eonnie juga merindukanmu~"
Tangis haru mereka pecah di sana, betapa mereka berdua tidak bisa menutupi rasa haru atas pertemuan ini. Jantung Sinb berdebar hebat sekarang, kemudian ia menggigit bahu Sowon yang membuat Sowon memekik hingga mendorongnya.
"Yak! Jangan gigit-gigit begitu, kau pikir aku ini apa? Bagaimana jika bekas gigitannya dianggap tidak wajar oleh Suamiku, hah? Kau ini benar-benar, aku peluk karena—"
"Cukup!" Sinb mencomot mulut Sowon. "Tidakkah kau ingin menjadi diam? Ah, tidak, aku merindukan omelan mu~"
Sinb peluk Sowon lagi, Sinb menangis lagi dalam pelukan itu. Kim Sojung adalah kunci dari semuanya, leader-nim ini pasti memiliki hubungan yang baik dengan anggota-anggota yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fanfiction[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
