— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
Enam.
Telah kembali.
Gfriend.
Siap kembali.
Grup gadis yang terdiri dari Sowon, Yerin, Eunha, Yuju, Sinb, dan Umji kini telah berkumpul kembali. Mereka sudah melakukan rapat serius yang berakhir pada keputusan untuk comeback di waktu yang telah terencana.
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Sowon telah mendapat izin dari suaminya, dan kekasih Yerin yang brengsek itu telah berada di sel penjara. Tantangan mereka saat ini ialah mencari tempat rekaman serta ruang untuk berlatih. Mereka memang sepakat tidak akan menggunakan tarian yang ekstrim, tapi setidaknya mereka ingin menampilkan lagu-lagu lama yang pernah booming pada masanya itu.
"Lagu ini akan berkesan, kurasa."
Rekaman lagu yang akan dijadikan judul utama pada comeback epic mereka ditemukan pada ponsel Sinb. Lagu tersebut Sinb rekam seorang diri, dengan mengandalkan suara serta piano yang dia juga lupa di mana menggunakannya waktu itu.
Namun, untuk menyempurnakan segalanya, mereka membutuhkan studio rekaman saat ini juga. Yuju akan menjadi produser dadakan, mengingat kemampuan menyusun sebuah lagu dalam dirinya tentu masih ada.
"Tapi, kenapa menggunakan lagu yang menyedihkan ini? Kedengarannya seperti kita tidak akan bertemu lagi," ujar Eunha sedih.
Yerin mengangguk setuju. "Kita akan terus berenam, kan?"
"Tapi, lagu ini juga bermakna tentang kerinduan kita terhadap masa lalu, yaitu saat kita masih bersama Buddy," tutur Sowon. "Kita ingin memori itu tak hilang dari ingatan kita, mengingat kapan saja kita—"
"Akan melupakannya," potong Sinb. "Ya, seiring berjalannya waktu, kita akan melupakan. Entah itu karena usia atau memang keadaan."
"Ya ampun, air mataku~"
"Apa? Kenapa kau menangis, Yuna?"
Yuju memaksa tersenyum, tapi air matanya tetap saja jatuh yang menandakan dia tidak bisa membayangkan bagaimana suatu hari nanti mereka berpisah untuk selamanya. Siapa yang tahu, bukan?
"Ayo selesaikan ini secepatnya," ucap Sinb dengan sangat yakin.
"Kau menyembunyikan sesuatu, ya?" sahut Umji, maka di detik itu juga seluruh pandangan tertuju pada Sinb. "Hwang Eunbi, kau membatalkan kontrak besar itu dan mengatakan tidak ingin melanjutkan. Tapi, ada apa denganmu?"
"Teman-teman, aku harus mengakui ini sekarang, ya?" tanya Sinb. "Aku tahu mungkin ini akan merusak suasana saat ini, tapi ... asal kalian tahu, aku ingin—"
"GUYS!" Yuju memekik kencang setelah ia membuka layar ponselnya, tentu saja perbuatannya membuat mereka terperanjat kaget.
"Yak!" Yerin menggeplak lengan Yuju. "Apa-apaan kau ini, hah?!"
"Jantungku~" keluh Eunha seraya mengusap dadanya sendiri.
"Lihat ini!!!" seru Yuju. "Lihat, lihat ini! Kita bisa menyewa studio rekaman dan ruang berlatihnya!!!"
"SUNGGUH?!"
"ARGH, SUNGGUHAN?!"
"Oh tidak, astaga aku menangis sekarang~"
"Akhirnya, teman-teman kita akan kembali!!!"
"Demi apa?! Astaga, aku ingin menangis, huwaaaa!"
Sinb belum menyelesaikan ucapannya, dia sudah mempersiapkan apapun untuk mengungkap kebenarannya. Namun, melihat situasi saat ini, rasanya pengakuan yang akan ia ucapkan hanya merusak suasana. Mereka bahagia, dan Sinb juga harusnya bahagia, bukan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fanfiction[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
