— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
"Ti-tidak!"
"Periksa saja ponselku, a-aku, aku tidak mengenal produser mana pun!"
"D-dan, dan aku, aku tidak memiliki video apapun!"
"Semua itu, semua itu hanya ancaman saja, sungguhan!"
Namun, meskipun ponselnya bersih tanpa ada satu pun foto atau video yang bersangkutan tentang Jung Yerin. Dia tetap diborgol.
Selain dilaporkan bermasalah atas penganiayaan terhadap Yerin, pria ini dinyatakan positif menggunakan obat terlarang. Laporan yang dilakukan oleh Yerin dan didampingi teman-temannya menguak fakta tentang pria itu. Selain itu, dibantu oleh suami Sowon, polisi tak menunggu waktu lagi untuk bertindak hingga pria itu benar-benar bersalah dan akan dikenai hukuman.
Yerin aman dalam pelukan teman-temannya saat ini, ketakutan dalam dirinya perlahan berkurang sebab kehadiran mereka. Sebenarnya Yerin bisa saja mengadu kepada keluarganya, tetapi di usia orang tuanya yang sudah tidak muda lagi, Yerin pikir lebih baik tidak usah melibatkan mereka saja, kakak laki-lakinya yang sudah menikah pun tak ingin ia usik kehidupannya.
Namun, Yerin beruntung bisa memiliki teman yang benar-benar datang kepadanya. Teman yang terpisah dengannya selama bertahun-tahun ini telah kembali. Mereka berkumpul dengan enam anggota sekarang, lengkap tanpa ada satu pun yang hilang.
"Terima kasih, Kakak Ipar."
Pria yang sedari tadi diabaikan kini bersemu merah, ia segera memalingkan pandangannya ke sembarang arah enggan beradu tatap dengan siapa pun. Sowon saja sampai tertawa, bahkan yang lainnya juga ikut menertawakan suaminya Sowon. Lucu kalau sedang salah tingkah begitu.
"Jangan bawa pulang dulu, ya," ujar Sinb. "Ada yang ingin dibicarakan, penting!"
"Lima menit cukup?" tanyanya.
"Itu terlalu lama, kami butuh dua jam saja, kok," jawab Sinb. "Ya pikirkan saja! Kami ingin bermanja dengan Sowon eonnie, kau yang sudah sering dimanja seharusnya sadar diri, ya!" pekik Sinb seraya melepaskan diri dari pelukan itu dan maju selangkah.
Sowon tersenyum kikuk, ia segera menghampiri Sinb dan merangkulnya agar tidak terlalu emosi. Tapi, kalau tidak emosian bukan Hwang Eunbi namanya.
"Jangan tahan aku!" kata Sinb pada Sowon. "Lepas, aku akan melawan pria itu, aku akan menarik ucapan terima kasihku padanya, dia—kenapa Eonnie melepaskan tanganku?" Sinb bertanya bingung ketika Sowon tiba-tiba melepaskannya.
"Kau ingin dilepas, kan?" tanya Sowon.
Sinb memutar malas bola matanya, kemudian ia meraih tangan Sowon untuk kembali memegangnya lagi.
"Kau! Lihat saja, kau—Eonnie, jangan dilepas dulu, pegang aku." Sinb meralat tatkala Sowon jahil melepaskannya, tapi Sinb segera menariknya lagi. "Argh, sudahlah! Berikan kami waktu yang banyak untuk bicara, ya~" mohon Sinb pada akhirnya.
Pria itu menatap ke arah Sowon, istrinya juga kelihatan ingin berbincang lebih lama lagi dengan teman-temannya. Usia bayi Sowon terbilang masih sangat belia, tidak baik ditinggal terlalu lama oleh Sowon sebenarnya.
"Baiklah," ucapnya. "Tapi, kalau bisa jangan terlalu lama."
"Ya, kami tidak akan lama-lama, kok," balas Sowon. "Oppa boleh pulang duluan."
Sinb melipat bibirnya sendiri, tapi percuma baginya menahan karena tidak lama kemudian dia malah terbahak juga. Tangan Sinb dengan bebas melayang dan memukul-mukul lengan Sowon karena tergelak mendengar panggilan Sowon terhadap Suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fanfiction[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
