— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
"Bangunlah ... "
"Sudah saatnya bagi dirimu untuk tiada."
"Gadis tidak berguna seperti dirimu, tidak pantas berada di sini."
"Bangunlah, Hwang Eunbi."
"Lihatlah, orang-orang di sekitarmu mungkin akan merasa terbebani oleh sikapmu."
"Bangunlah, pergi temui kematian mu sendiri."
Sinb terbangun dari tidurnya, ia sudah berkeringat dingin sebab suara-suara yang timbul di tengah malam saat ia tidur. Bahkan di sampingnya hanya ada Yuju yang bersembunyi di balik selimutnya, gadis itu juga kelihatan tidur begitu nyenyak dan tidak mungkin bersuara.
"Pergi dari sana, sekarang."
"Tinggalkan semua orang yang bersamamu, sekarang."
"Mereka tidak akan peduli kepadamu, kau hanya akan merepotkan."
"Pergi sekarang, tinggalkan mereka."
"Pergi sekarang."
"Tinggalkan mereka."
"Pergi sekarang."
"Tinggalkan mereka."
Sinb beranjak duduk, ia menepuk kedua telinganya berharap tak lagi mendengar suara tersebut. Sungguh mengganggu tidurnya.
"Tinggalkan siapa pun yang saat ini bersamamu, bagaimana pun caranya."
"Tinggalkan siapa pun."
"Sekarang, pergi."
Sinb menggelengkan kepalanya, ia mengusap kedua telinga lalu menyibak selimutnya. Maka Sinb bergegas pergi dari kamar Yuju saat itu juga, ia melangkah begitu cepat meski sesekali hampir menabrak tembok. Sinb linglung saat ini, tetapi suara yang timbul itu memaksanya untuk pergi saja.
Namun, sebelum ia membuka pintu rumah, seseorang menariknya ke dalam pelukan.
"Berisik lagi, ya?"
"Eonnie di sini, Eonnie peluk dirimu, tenangkan dirimu baik-baik, Eunbi ah."
Suara serak Yuju terdengar begitu jelas di telinga Sinb, jangan lupakan pelukan erat serta usapan lembutnya yang mampu membuat Sinb merasa lebih tenang. Yuju sendiri dapat merasakan jantung Sinb yang berdebar hebat saat ini, menandakan ia sedang dalam tekanan.
"Apa yang dikatakan oleh suara itu lagi, hah?"
"Eonnie akan memarahi yang bersuara di sana, tidak sopan!"
"Beraninya mengganggu tidur Adikku!"
"Tidak sopan, Adikku harus bangun besok pagi, bukan tengah malam begini."
Dan Sinb mulai tenang dalam pelukannya. Kebisingan itu mulai mereda, mulai hilang dari benak pikirannya. Beruntunglah Sinb tidak tidur di rumahnya, sehingga ketika suara-suara itu timbul ada yang menenangkan dirinya.
Yuju masih ingat, bagaimana dahulu Sinb pernah tidak ikut ke panggung sebab suara-suara yang mendesaknya agar bunuh diri saja. Yuju masih ingat juga, bagaimana Sinb harus bergantungan pada obat penenang apabila ingin tampil ke panggung dengan tanpa beban apapun. Tidak ada yang menyadari hal itu, tentang Sinb yang tampil sebagai orang di bawah pengaruh obat penenang.
"Sudah lebih baik?" tanya Yuju. "Sudah tidak ada suara lagi?" Yuju merasa debaran Sinb lebih tenang saat ini.
Sinb balas mengangguk. "Maaf."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fanfiction[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
