Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar serta vote-nya...
Terima kasih.
— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —
"Di mana obatmu?"
Sinb menoleh dengan pandangan yang kosong, benar-benar seperti kehabisan seluruh pikirannya. Yuju yang baru saja selesai berganti pakaian siap pergi bekerja pun dibuat bingung.
"Jangan jauh-jauh dari Obatmu," ucap Yuju. "Kau tahu, kan? Bagaimana dr. Park menyarankan obat itu untuk selalu didekatkan denganmu."
"Ya," balas Sinb.
"Kenapa? Kau harus memberitahuku di mana kau menaruh obat itu, agar ketika kau membutuhkan aku bisa membantu," tutur Yuju.
"Ya," balas Sinb lagi, masih dengan nada yang sama dan sorot yang sama.
Yuju melangkah mendekati Sinb, ia meraba kening Sinb untuk memastikan kestabilan suhu tubuhnya. Semuanya terasa normal, tetapi Yuju dibuat bingung dengan sikap Sinb yang bisa dibilang tidak seperti biasanya.
"Ada apa, Sinb?" tanya Yuju.
"Aku ingin mati."
Yuju terpaku membisu dibuatnya, jantungnya berdebar mendengar ucapan singkat yang keluar dari bibir Sinb.
"Kau lupa?" tanya Yuju. "Kau ingin bertemu dengan seluruh anggota Gfriend, kan? Kau ingin kita berkumpul kembali seperti pada tahun-tahun saat kita masih bersama."
"Tidak." Sinb menggelengkan kepalanya. "Aku ingin mati, sekarang."
"Sadarlah!" tukas Yuju, ia mencengkram kedua bahu Sinb erat-erat. "Apa yang kau katakan? Bagaimana kau bisa mengatakannya dengan begitu saja? Mati bukan akhir dari segalanya."
"Siapa bilang?" tanya Sinb.
"Mati karena diri sendiri itu bukan akhir yang sesungguhnya, mati yang benar-benar akhir dari segalanya adalah ketika Tuhan yang menjemput kita," tutur Yuju.
"Bagaimana jika cara mati-ku adalah—"
"Jangan berbicara omong kosong!" potong Yuju tidak suka. "Kau berada di sini karena kau ingin semuanya kembali seperti dahulu, kan? Sadarlah, aku akan membantumu, mengembalikan seluruh anggota Gfriend."
Sinb menggelengkan kepalanya, ia hampir frustrasi pasca terbangun dari tidur nyenyak tadi malam. Beruntunglah Yuju di dekatnya saat ini, mendekapnya erat berharap tidak terjadi hal yang melukai dirinya sendiri.
"Eonnie di sini, memelukmu, tenanglah~"
Sinb menelan ludahnya dengan susah payah, baru setelah beberapa menit larut dalam pelukan itu ia menemukan ketenangannya sendiri.
"Terima kasih," ungkap Sinb.
"Jangan bersikap seperti waktu itu lagi," bisik Yuju. "Kau sudah melewati masa-masa yang sulit dengan gangguan kecemasan itu, aku tahu menghadapinya begitu sulit, tapi tidakkah lebih baik jika kau tetap bersama kita?"
"Apa yang aku lakukan memangnya?" tanya Sinb.
Yuju tersenyum picik. "Jangan berpura-pura tidak ingat, sudah jelas kau yang menjadi alasan mengapa seluruh anggota memilih jalan mereka masing-masing."
"Aku?"
"Ya, kau."
"Eonnie, aku tidak ingat, aku—"
Yuju melepas pelukannya, ia menepuk kedua bahu Sinb sembari memberi senyum hangatnya.
"Aku berangkat bekerja sekarang," ucap Yuju. "Tidak apa, peristiwa hari itu sudah aku lupakan, dan menganggap kau sedang dalam tekanan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bring Back My Memories
Fiksi Penggemar[COMPLETED] Sinb tidak mau hidupnya berakhir begitu saja. Menghadapi penyakit Alzheimer di usia muda, membuatnya kehilangan banyak kenangan penting. Sebagian memorinya lenyap, ia bahkan hampir melupakan identitasnya sendiri. Namun, dia menemukan jej...
