19. Forget

356 54 25
                                        

— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —

Sinb berdiri di tepian jembatan, di bawah sana air sungai mengalir cukup tenang, tetapi percayalah air yang tenang itu mampu menenggelamkan siapa pun yang berani melompat ke arahnya. Lantas, untuk apa Hwang Sinb berdiri di sana?

Langit malam ini benar-benar tidak mendukung, mendung di atas sana. Namun, entah mengapa Sinb memilih untuk keluar dari rumah dan berdiri di tempat terbuka seperti ini.

Air hujan menetes satu di samping tangannya yang berpegangan pada besi pembatas, Sinb sempat teralihkan sebelum pada akhirnya air itu semakin rajin turun. Sinb tidak beranjak barang sedikit pun, dia tidak peduli jika tubuhnya harus berakhir basah kuyup sekali pun.

"AKU MAU SEMUANYA KEMBALI!"

"MAAF KARENA SUDAH MENGHANCURKAN MIMPI SEMUA ORANG!"

"AKU INGIN SEMUANYA KEMBALI!"

"KEMBALIKAN SEMUANYA!"

Sinb berteriak, tubuhnya diguyur oleh derasnya air hujan. Di belakangnya, beberapa mobil berlalu-lalang, agaknya yang berada di mobil melihat ke arah Sinb untuk memastikan apakah dia manusia atau bukan. Jelas menjadi pertanyaan, sebab manusia mana yang sudi berada di bawah guyuran air hujan pada malam hari?

"Aku harus menemukan mereka semua," ucap Sinb. "Ya Tuhan, ke mana aku harus menemukan mereka sekarang?"

Sinb merasa putus asa, ia berjongkok dan mulai menenggelamkan kepalanya di antara kedua lutut. Dia mengutuk dirinya sendiri, sebab sudah mengambil keputusan sepihak kala itu.

"Bangun, melompat sekarang."

"Air sungai menunggumu, melompat lah."

"Kau benar-benar akan tetap di sana? Bangun, dan melompat."

"Sekarang, melompat."

"Tidak!" Sinb memukul kepalanya sendiri. "Berisik! Hentikan, berisik, berisik! Berisik!"

Luka di pelipisnya terbuka kembali, pukulan Sinb yang makin lama makin kuat itu tentu menyebabkan terbuka bekas lukanya. Ketika air hujan mengguyur kepalanya, darah turut mengalir dari sana.

Agaknya Sinb melupakan sebuah fakta, bahwa dia sudah menemui ke-lima anggota Gfriend. Padahal, tadi siang Sinb sudah bertemu dengan dua anggota terakhir yang ia tunggu-tunggu. Iya, baru tadi siang Sinb mengobrol lagi bersama Yerin, Eunha, dan Umji. Namun, ia yang ketiduran di sofa terbangun dengan melupakan segalanya, mulai dari nol kembali.

Sinb meremas rambutnya sendiri, dengan bantuan besi pembatas itu ia beranjak berdiri. Belum sempat ia naik ke besi pembatas tersebut, tubuhnya sudah ambruk sebab lemas yang menyerang dirinya.

Tubuh Sinb tergeletak lemah di bawah guyuran air hujan malam ini, ia masih tersadar dengan mata yang terus berkedip dihujami air hujan. Mungkin sudah waktunya, bagi dia untuk berpulang.

— 𝘽𝙍𝙄𝙉𝙂 𝘽𝘼𝘾𝙆 𝙈𝙔 𝙈𝙀𝙈𝙊𝙍𝙄𝙀𝙎 —

"Kepalaku sakit sekali."

Sinb beranjak duduk, ia meraba kepalanya sendiri sembari berusaha menetralisir pandangannya agar tidak buram. Ada seorang wanita dengan jas putihnya berdiri, kedua tangan wanita tersebut masuk ke dalam saku, raut wajahnya benar-benar terlihat khawatir.

"Halo," sapa Sinb. "Terima kasih karena sudah mengobati aku."

"Hwang Eunbi," panggil dr. Park.

"Ya?"

Bring Back My MemoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang