23.15
Tok tok tok
Seorang pemuda bertelanjang dada berdiri di depan rumah minimalis bersama kekasihnya, tak berselang lama pintunya terbuka menampilkan seorang wanita cantik.
"darimana kok baru pulang."
"maaf bunda lupa waktu." ucap Rasen.
"kenapa gak pake baju Sen?" tanya Arin mengunci pintu setelah kedua remaja tersebut masuk.
"tadi main air sama anak-anak bunda jadi basah." bohong Rasen padahal kaosnya kotor karna ia gunakan untuk membersihkan Nata, Arin yang percaya ucapan Rasen hanya mengangguk.
"yaudah sana istirahat."
"bunda juga udah ngantuk banget."
"mas Nata kalo laper angetin makanan di kulkas ya, Rasen juga yaa." Rasen dan Nata mengangguk.
"yauda bunda tidur duluan ya." ucap Arin pada kedua remaja yang saling pandang.
"kamu iniiiii." gemas Nata menginjak kaki Rasen.
"sakit babe."
"sukurin." ucap Nata meninggalkan Rasen menuju kamarnya dan Rasen menyusul.
Baru memasuki kamar, Rasen segera mengunci pintu membuat Nata segera membalikkan badan dengan perasaan yang tidak enak.
Rasen mendekat membuat Nata melangkah mundur.
"ngapain Sen jangan macem-macem ada bunda." ucap Nata lirih.
"satu macem aja." ucap Rasen menangkap Nata memeluk pinggangnya erat membuat Nata segera menutup bibirnya dengan kedua tangan, menggeleng kecil.
Rasen tak hilang akal, ia bergerak kesamping menjilat telinga Nata membuatnya memejam.
Nata mendorong wajah Rasen namun ia memberontak dan Nata cepat-cepat menutup wajahnya.
Rasen terkekeh kecil melihat tingkah kekasihnya yang menggemaskan, kepalanya mengusak diantara sela tangan Nata dan berhasil menyesap lehernya membuat Nata membuka bibirnya kecil dibalik telapak tangannya dengan jakun yang naik turun mati-matian menahan gejolak akibat sentuhan Rasen.
"Seeeeen." lirih Nata hampir mendesah.
"sekali aja." bisik Rasen di leher Nata dengan hembusan nafas kecil membuat bulu halus Nata berdiri.
Nata mulai terpengaruh sentuhan Rasen, ia membuka telapak tangan yang menutupi wajah imutnya membuat bibir Rasen naik ke atas melumat bibirnya yang terlihat menggoda.
Dia lumat lembut bibir kekasihnya semakin lama semakin menuntut, Rasen tak lagi bisa menahan diri, jiwa muda nya belum merasa puas dengan permainannya di markas tadi, dan tanpa sadar keduanya telah naked.
Rasen mengangkat Nata duduk di meja belajarnya dan ia duduk di bangku meletakkan satu kaki Nata di pundaknya dan satu lagi terjuntai ke bawah.
Dia sedikit menarik Nata agar lebih maju, memasukkan kedua jarinya di lubang kekasihnya membuat Nata tersentak.
Nata menggigit bibirnya menahan desahan agar tak terdengar bundanya. Rasen terus mengobrak-abrik lubang nikmat Nata dengan kedua jarinya membuat Nata gemetar menutup mulutnya dengan satu tangannya.
"eeeemhhh." desah Nata tertahan membuat Rasen tersenyum tipis.
Dia mencabut dua jarinya menurutkan Nata untuk berlutut di kakinya.
"nggak Sen." Rasen tak perduli ucapan Nata, dia menyodorkan batang nikmatnya di depan mulut Nata.
"jilat aja." Rasen memegang tangan Nata mengarahkannya untuk menggenggam miliknya, Rasen genggam tangan Nata membantunya mengocok.
"aah." desah Rasen kecil mendongak merasa nikmat.
"jilat babe." ucap Rasen dengan kilatan nafsu, Nata memandang milik Rasen membuat pemiliknya mengarahkan ujungnya menempel di bibir kekasihnya.
"sssstt." desis Rasen saat ujung lidah Nata menyentuh ujung miliknya. Nata mulai terbiasa, dia menjilat batang Rasen seolah tengah memakan es cream dengan posisi bersimpuh di depan Rasen.
"masukin babe jilat di dalem." ucap Rasen penuh nafsu dan Nata menurut, ia masukkan batang Rasen separuh memainkan lidahnya didalam.
Rasen tak tahan ia raih tengkuk Nata mendorong kepalanya maju mundur.
"eeemhhh emh." ucap Nata tertahan.
"aaakkhhh giginya babe." ucap Rasen merasa ngilu saat gigi Nata tak sengaja menyentuh miliknya. Ia mendorong kepala Nata sedikit dalam lalu melepaskannya membuat Nata merasa mual sebab milik Rasen menyentuh ujung tenggorokannya.
"Raseeeen." rengek Nata membuat Rasen semakin gemas.
"maaf." ucap Rasen terkekeh mengecup puncak kepala Nata.
Rasen membantu Nata berdiri merebahkannya di ranjang. Dia yang tak lagi bisa menahan nafsu segera memasukkan miliknya bergerak cepat membuat ranjangnya berdecit.
Nata memejam erat mati-matian menahan desah, Rasen segera merunduk meletakkan telapak besarnya membungkam Nata saat ia mulai membuka bibirnya kecil.
"eeeemhhhh eeemhh emh." desah Nata tertahan menggeleng kecil tak sanggup dengan sentuhan Rasen yang menggila.
Tok tok tok
Ditengah kegiatan mereka suara pintu kamar di ketuk dari luar.
"Nat??" panggil Arin dari arah luar membuat Rasen memindahkan telapak tangannya memelankan gerakannya namun tak mencabut miliknya.
"ya bundaah."
"udah tidur ya?"
"kamu kenapa?" lanjut Arin.
"nggak kenapa-kenapa bun, cuma kejepiith." Nata susah payah menahan diri saat Rasen menekan kuat-kuat miliknya.
"oh yaudah."
"botol minumnya bunda taruh depan pintu sayang."
"jangan tidur malem-malem." ucap Arin dan tak lama suara langkah kaki terdengar menjauh di susul dengan suara pintu tertutup membuat Rasen segera mempercepat gerakkannya.
"aaaaaaahhhh." desah panjang Nata sedikit keras.
"kenapa mas?" teriak bunda dan Rasen kembali memelankan gerakannya.
"nggak bundaa."
"Rasen usiiillhh."
"oh yaudah kirain kenapa." suara pintu tertutup kembali terdengar membuat Rasen terkekeh melihat wajah kekasihnya yang panik sekaligus menahan nikmat.
Rasen melebarkan kaki Nata merunduk melumat habis bibir manis kekasihnya menambah kecepatan gerakannya.
"eeeemmhhhh." desah Nata. Rasen melepas lumatannya memposisikan kepalanya di samping telinga pujaan hatinya.
Nata yang merasakan hembusan nafas Rasen membuatnya merasa gila.
"aah babe eemh aaaah." desah Nata lirih.
"babyyyyyhh aaaahh udaaahh."
"aaahhh babe ssssstt aaaaaa ampunh." rengekan Nata terdengar tak sanggup dengan kelakuan kekasihnya.
"babe aaaah babyyyyh ak__ aah."
"akuuuuuhh aaaaaaahhhh." lenguhan panjang dengan badan gemetar saat Nata mengeluarkan cairan kental miliknya.
Rasen mengecup singkat Nata membiarkannya istirahat sejenak, jiwa mudanya yang masih di selimuti nafsu tinggi membuat kedua pemuda tersebut melanjutkan permainannya hingga jam 4 pagi.
•••
06.00
Tok tok tok
Suara pintu kamar di ketuk membuat Nata terganggu dari tidurnya.
"ya buuuun." teriaknya dengan suara khas bangun tidur segera menyambar boxer dan kaosnya menutupi tubuh Rasen yang naked dengan selimut lalu membuka pintunya.
"gak sekolah mas?" tanya bunda melihat anaknya yang terlihat sangat mengantuk dengan penampilan acak-acakan.
"nggak bun."
"jamkos juga."
"yaudah sarapannya udah mateng di atas meja."
"ajak Rasen sarapan yaa."
"bunda mau ke toko."
"nanti jam 9 juga ambil raport kamu."
"iya bunda hati-hati." ucap Nata kembali menutup pintunya.
"ada apa?" tanya Rasen yang terbangun sembari merentangkan tangannya dan Nata kembali melepas kaosnya segera ambruk menidih Rasen.
"masih ngantuuuuuk." rengek Nata seperti anak kecil.
"tidur." titah Rasen mengusap punggung polos kekasihnya mengecup singkat puncak kepala Nata kembali memejam bersama.
Rasen Anj akhlak minuuuuuusss😭😭😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
TROUBLEMAKERS || JOYLADA
RomanceBagaimana jadinya jika keseharian dua sahabat yang sangat santai dan damai tiba-tiba terganggu oleh kehadiran dua siswa yang terkenal nakal,usil dan selalu muncul dimanapun mereka berada. BxB BxBshipper JOONGDUNKAULOKAL JOONGDUNK PONDPHUWIN JOYLADA...
