Louise namanya, seorang bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di China. Bocah cengeng kelewat manja yang baru menginjak usia 13 tahun. Lou, adalah pecinta susu strawberry, si kecil yang akan mengaum layaknya bayi beruang jika ia sudah marah.
L...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🐻🤎 ✦ Louise ✦
ㅤㅤㅤㅤ
Di pertengahan hutan pohon pinus, tempat yang menjadi wilayah kekuasaan keluarga Wang. Terdapat sebuah Mansion mewah 5 lantai yang berdiri megah. Dikelilingi oleh gerbang besi hitam yang menjulang tinggi, penjagaan serta sistem keamanan di mansion tersebut pun begitu ketat.
Di halamannya yang luas nan asri, kupu-kupu mengepakkan sayap indah mereka mengerubungi kebun bunga yang menghiasi halaman. Para tukang kebun terlihat sibuk merawat tanaman, sedangkan para Penjaga yang mendapat shift siang juga sudah mengambil posisi masing-masing untuk berjaga seperti biasa.
Di lantai 3 Mansion, dimana kamar para Tuan muda di Mansion ini berada. Seorang lelaki yang menjabat sebagai Pengawal pribadi, tampak tengah memberi salam hormat dihadapan sang Tuan muda.
"Mari, Tuan muda. Sudah tiba waktunya untuk sarapan."
Louise Wang, nama dari si Tuan muda yang kini ia layani. Anak bungsu dari salah satu keluarga konglomerat di China. Si Tuan muda kecil melayangkan tatapan sinis, pada sang Pengawal pribadi yang berdiri menunggu di depan pintu kamarnya.
Tuan muda kecil itu biasa di panggil Lou. Memiliki tubuh yang pendek, bahkan diusianya yang kini telah menginjak angka 13 tahun, ia masih terlihat begitu mungil.
Surai hitamnya yang lembut selalu beraroma manis buah strawberry. Dengan mata bulat bernetra emas berkilau, pipi chubby nya yang merona alami kini mulai menggembung merajuk.
"Minggir, hush!" Lou mengibas tangan dengan bibir mungil mengerucut. Melewati Felix, sang Pengawal pribadi begitu saja.
Lou melirik penuh permusuhan, pada Felix yang masih setia mengikuti. "Tuan yang sebenarnya Paman layani siapa, sih? Lou jadi curiga Paman memiliki Tuan lain dibelakang Lou."
"Itu memang benar, Tuan muda." balas Felix tenang, membuat Lou seketika menghentikan langkahnya dengan kasar.
Felix segera menunduk dengan gelagapan. "T-Tuan muda, Anda jangan salah paham. Yang saya maksud tadi adalah Tuan besar."
Lou langsung memicing tajam. "Dasar pengkhianat! Hanya karena bukan Lou yang menggaji Paman, Paman jadi lebih menuruti Papa!"
Lou kembali melangkah dengan alis yang menukik sebal, sedangkan Felix hanya bisa menghela nafas sabar. Dengan setia, Felix kembali mengikuti langkah kecil sang Tuan yang berjalan menuju Lift untuk turun kelantai bawah.
Saat ini Lou begitu mempertanyakan kesetiaan Felix, karena tadi saat para Maid membersihkan kamarnya, sebungkus permen jelly yang ia sembunyikan dibawah kasur langsung mereka sita.