15. Pengumuman Terbuka Dari Asya & Jafin

322 45 75
                                        

"Asya", panggil Luna.

"Iya?"

"Asya"

"Iya kenapa, Luna?"

"Asya"

Asya menarik napas panjang dan mengulas senyum lebar untuk Luna yang terus memanggil namanya.

"Asya"

"Iyaaaa kenapa sayangku cintaku hatiku hidupku untukmu? Ada yang bisa aku bantu?"

"Asyaaaaa"

"APASIH ANAKNYA TANTE LILY? KAMU MAU KU PUKUL?!", Asya kebablasan ngegas.

Habisnya tingkah Luna cukup menguji kesabarannya.

"Heh kenapa kamu teriak? Itu orang-orang di kantin pada liatin kita tau", balas Luna berbisik.

"Habisnya kamu bikin aku kelepasan ngegas. Panggil-panggil nama aku mulu. Emangnya ada apa sih?"

"Pak Arjuna"

"Kenapa sama Pak Arjuna?"

Luna melihat ke arah sekitarnya, setelah di rasa cukup aman, Luna menarik leher Asya agar telinga sang sahabat berjarak lebih dekat dengannya.

"Heh apa nih main tarik-tarik? Kalau leher aku patah gimana? Terus kalau orang lain gak kenal kita ngeliat aksi kamu barusan, mereka juga bisa salah paham Lunaaaa"

"Ssttt aku mau bisikin sesuatu ke kamu", balas Luna dengan ekspresi serius.

Melihat ekspresi sang sahabat berubah menjadi serius, Asya pun ikut mengubah mimik wajahnya sama seperti Luna.

"Ada apa nih? Ada gosip terbarukah?", tanya Asya.

"Bukan, ini bukan gosip. Tapi kamu harus denger apa yang bakalan aku kasih tau ke kamu"

"Ok ok"

"Pak Arjuna"

"Kenapa sama Pak Arjuna?"

"Pak Arjuna katanya pengen seriusin aku, Sya. Katanya dia pengen mempersunting aku buat jadi istrinya", bisik Luna.

Asya membelalakkan matanya. Kemudian...








Brak!








Menggebrak meja kantin dengan tak berperasaan.

"INI MAH GOSIP TER-HOT YANG PERNAH ADA SELAMA SATU TAHUN ENAM BULAN KITA KERJA DI PERUSAHAAN INI, LUNA CIOPHILANA!", seru Asya berapi-api.

Luna seketika di buat panik pada kelakuan tiba-tiba sang sahabat. Bukannya apa, kini seluruh pasang mata sudah tertuju ke arah meja yang mereka tempati berdua.

Dan Luna semakin di buat panik saat melihat kehadiran sosok Arjuna bersama Jafin yang berjalan menuju meja mereka.

"Please Sya, jangan kayak gini. Itu Pak Arjuna sama Pak Jafin datang nyamperin kita", bisik Luna dengan mata berkaca-kaca.

Entah mengapa, Luna seperti ingin menangis saja sekarang.

"LUN, KAMU NANGIS?!"

"Asyaaaaaa suara kamuuu hu..hu..hu.."

"Oh astaga iya maap maap cintakuuu, aku kebablasan ngegas lagi. Tadi tombol mode Off ngegas nya belum kepencet. Aduh maaf sayangku, aku gak sengaja. Jangan nangissss dong cintakuuuu"

"Aku gak nangis Asyaaaa"

"Ah yang betulll"

"Hai calon adik-adik ipar~", sapa Jafin semangat.

[✔]𝐋𝐮𝐧𝐚 & 𝐀𝐫𝐣𝐮𝐧𝐚 || 𝐉𝐮𝐧𝐒𝐡𝐢𝐡𝐨/𝐌𝐚𝐬𝐡𝐢𝐊𝐲𝐮Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang