30. The End To Our Story ♡

307 30 52
                                        

Pagi ini di kediaman keluarga Megantara, terlihat sesosok lelaki tampan dengan pakaian kasualnya sedang duduk di ruang tamu bersama papi Gilang.

"Mi, adek mana? Ini Yofie udah nunggu daritadi." Ucap papi Gilang pada mami Celia yang baru saja kembali dari kamar Jingga.

"Adek lagi pake sepatu, bentar lagi pasti turun. Tunggu ya sayang, Jingga emang kalau siap-siap mau pergi suka lama." tutur mami Celia pada Yofie.

"Iya tante gapapa kok, Yofie masih bisa nunggu." Jawab Yofie lembut.

"Setelah ketemu orang tua kamu, kamu dan Jingga mau pergi kemana lagi?" Tanya papi Gilang.

"Setelah dari rumah Yofie, rencananya Yofie mau ajak Jingga pergi ke kedai es krim yang baru aja buka di Plaza. Yofie boleh ajak Jingga pergi om? Tante?"

Papi Gilang dan mami Celia menganggukkan kepala.

"Boleh kok. Tapi pulangnya jangan kemaleman ya."

"Siap om!"

"HAIIIIIII SEMUANYA JINGGA DATANG~ AYO KAK YOFIE KITA PERGI. JINGGA UDAH SIAP!" seru Jingga yang sudah berlari menuju ruang tamu dan duduk disebelah Yofie.

"Baru juga dateng, bukannya ngucap salam ini malah langsung teriak ngajakin Yofie nya pergi. Kalem dikit dong dek." cibir papi Gilang pada putri bungsunya yang hanya terkikik geli mendengar cibiran darinya.

"Eheheheheee hai papi, hai mami cantik~"

"Hilih nanti gini aja baru nyapa mami sama papi."

"Udah sih pi, protes mulu."

Tegur mami Celia pada suaminya yang terkadang sangat menyebalkan itu.

"Jingga pamitan dulu gih sama mami dan papi." Bisik Yofie pada Jingga.

"Okeii kak! Mami cantik dan papi ganteng segalaksi bima sakti, Jingga mau pamit pergi dulu ya sama kak Yofie. Tolong doain putri bungsu kalian ini supaya disukai sama calon papa dan mama mertuanya. Okei mi? Pi?"

Jingga tiba-tiba sudah berlutut dihadapan kedua orangtuanya. Tak lupa mencium tangan mami dan papinya.

"Iya iya pasti didoain kok. Udah sana berangkat, keburu siang."

"Papi ngusir?"

"Iya. Sana pergi syuh syuh syuh."

"Ya udah. Karena Jingga udah diusir sama papi, Jingga mau angkat kaki sekarang. Yuk kak Yofie, kita berangkatttt~"

Yofie bangkit dari posisi duduknya dan mendekati kedua orang tua Jingga untuk mencium tangan mereka.

"Om, tante, Yofie dan Jingga pamit pergi ya. Jingga nya juga pasti Yofie jagain."

"Aman itu. Om dan tante percaya sama Yofie. Hati-hati dijalan ya kalian." Jawab mami Celia.

"Iya tante."

"SIAP MAMA! PAIPAIII SEMUANYA~ JANGAN KANGEN JINGGA YA~"

"Gak akan! Sana pergi gak usah pulang sekalian. Yofie, bawa aja Jingga nya pergi, gak usah dipulangin. Om ikhlas!" Seru papi Gilang pada Yofie dan Jingga yang sudah berjalan menjauh.

"YA UDAH JINGGA JUGA IKHLAS KALAU GAK DIPULANGIN SAMA KAK YOFIE AHAHAHAHAHAAA."

Papi Gilang memijat pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut nyeri karena melihat tingkah putri bungsunya yang entah mengikuti gen dari siapa sampai bisa semenyebalkan itu.

Sepertinya mami Celia harus memberikan cermin pada papi Gilang.

~🐨|🍀~

🎉 Kamu telah selesai membaca [✔]𝐋𝐮𝐧𝐚 & 𝐀𝐫𝐣𝐮𝐧𝐚 || 𝐉𝐮𝐧𝐒𝐡𝐢𝐡𝐨/𝐌𝐚𝐬𝐡𝐢𝐊𝐲𝐮 🎉
[✔]𝐋𝐮𝐧𝐚 & 𝐀𝐫𝐣𝐮𝐧𝐚 || 𝐉𝐮𝐧𝐒𝐡𝐢𝐡𝐨/𝐌𝐚𝐬𝐡𝐢𝐊𝐲𝐮Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang