24. Jingga: I Did It! Kak Yofie is Mine!

238 32 9
                                        

"Uhuk uhuk uhukk"

"Batuk Pak Haji?", ledek Jafin pada Yofie yang mendadak terbatuk saat mendengar ucapan Jingga.

"A..pasih, Fin."

"Lah salting lo digodain Jingga?", goda Jafin lagi.

"Enggak tuh, gue gak salting. Tapi emang keselek aja makanya batuk."

"Keselek apa? Keselek angin ya bang?", Jevan turut ikut menggoda Yofie.

Sementara Jingga yang melihat Yofie digoda oleh dua sahabatnya sudah tersenyum manis dan terus memperhatikan Yofie dengan wajah yang sudah ia tangkupkan menggunakan kedua tangan.

"Kak Yofie abis batuk kok malah makin ganteng sih? Bikin repot perasaan Jingga aja", celetuk Jingga.

Yofie menghela napas panjang.

"Kak Hanum, adeknya gue pinjam bentar."

Yofie menarik tangan Jingga agar mengikuti dirinya untuk keluar dari rumah Arjuna.

"Iya, Yof. Tolong dijagain ya", balas Hanum.

"Dipinjem terus gak dibalikin lagi juga gapapa kok, kak Yofie. Jingga ikhlas lahir batin he..he..he.."

"BAGUS CALON ADEK IPAR! TEROBOS TEROSSS!"

"SIAP KAK JAFIN! DOAIN JINGGA SEMOGA JADIAN SAMA KAK YOFIE MALAM INI YA."

"PASTI ADIKKUUU~"

"Wah kak Jingga lumayan berani juga ya. Jeje sampai takjub lihatnya", ucap Jefana.

"Abisnya kak Yofie ganteng pake banget, aku kalau jadi kak Jingga juga pasti bakalan gercep deketin kak Yofie", sahut Vera.

"Bener sih kata Vera"

"Apa sih? Gantengan juga aku dibanding kak Yofie. Vera jangan coba-coba naksir kak Yofie ya. Vera itu punyaku!", seru Demian yang tiba-tiba muncul bersama Hannan.

Penampilan kedua remaja yang baru akan beranjak dewasa itu sudah lepek karena keringat.

"Karena Vera punyaku, jadi Vera gak boleh suka sama cowok lain."

Vera yang mendengar ucapan teman sekelasnya itu sudah ternganga.

"Maksud Demian apa ya ngomong kalau aku itu punya Demian? Demian suka aku?", tanya Vera sembari menunjuk dirinya sendiri.

"Iya aku suka Vera. Jadi jaga hati Vera buat aku ya. Aku lagi menunggu timing yang tepat buat nembak Vera jadi pacarku", jawab Demian dengan penuh percaya diri.

"Buseettt kita dilangkahin bocil, bang Jafin", celetuk Jevan.

"HILIH BOCIL SOK-SOKAN BANGET MAU NEMBAK, ITU KERINGETNYA DI LAP DULU LAH SEBELUM CONFESS KE GEBETAN. GIMANA VERA MAU SUKA KAMU KALAU KAMU LEPEK GITU? DEMIAN BAU!", Yura terlihat begitu bernapsu untuk meledek salah satu adik sepupunya yang tingkat kepedeannya paling tinggi itu.

Demian menatap tak suka kearah kakak sepupunya yang suka membuat kegaduhan setiap saat.

"Kak Yura!"

"APA APA?"

"Awas aja nanti aku aduin ke bang Solomon kelakuannya"

"DIH DASAR BOCIL MAINNYA NGADUAN"

"Udah Demian gak usah diladenin nanti makin jadi kak Yura nya", lerai Hannan dengan napas ngos-ngosan.

Hannan lelah berlarian kesana kemari dan berteriak.

Jefana menatap kasihan pada Hannan.

"Kenapa kamu natap aku kayak gitu?", tanya Hannan pada Jefana.

[✔]𝐋𝐮𝐧𝐚 & 𝐀𝐫𝐣𝐮𝐧𝐚 || 𝐉𝐮𝐧𝐒𝐡𝐢𝐡𝐨/𝐌𝐚𝐬𝐡𝐢𝐊𝐲𝐮Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang