Happy Reading 🤍
Hari sudah berganti, pagi ini Vellyn terus memaksa Varez untuk mengizinkannya pergi ke sekolah. Karna ia sudah sangat bosan diam di rumah.
"gue mau sekolah, gue bosen di rumah sendirian terus" ucap Vellyn terus menerus dari semalam.
Varez menggelengkan kepalanya, ia tidak mengizinkannya karna takut terjadi apa-apa. "gak bisa, nanti lo mual-mual di sekolah gimana? kasian bayi kita" ucap Varez kembali melontarkan candaannya.
Vellyn mencubit lengan Varez dengan sangat kencang, sehingga sang empu yang dicubit berteriak. "sakit Vell, bisa nurut gak kalo gua ngomong tuh? gua suami lo."
Vellyn memutarkan bola matanya. Lalu menjawab, "gue kan bukan istri lo, tapi gue sepupu lo."
Varez menatap Vellyn dengan dalam. "jangan dibahas terus, suatu saat lo bakal ngerti."
"gue tau dia pacar lo, santai aja kali." ucap Vellyn lalu bergegas bersiap untuk pergi ke sekolah. Sedangkan Varez menghiraukan jawaban dari Vellyn, melainkan ia bertanya lain.
"mau kemana?" tanya Varez saat melihat Vellyn hendak ke kamar mandi.
"MAU SIAP-SIAP, MAU SEKOLAH GUE!"
"Vell, nurut sama gua."
"LO DIEM!"
••••
Kini, Vellyn dan Varez sudah berada di sekolah, seperti biasanya lelaki itu mengantarkan Vellyn sampai di depan kelasnya.
"kalo mual atau pusing lagi call gua, jangan lo sendirian ke kamar mandi." ucap Varez mengingatkannya.
"ngapain gue telpon lo? gue juga bisa kali ke kamar mandi sendiri." jawabnya dengan ketus. Ia masih kesal perihal kejadian di rumah sakit kemarin lusa.
Yang dimana ada seorang perempuan menjenguk Raffa dan terlihat seperti sudah akrab dengan Varez dan teman-temannya. Bukan karena cemburu hal itu, namun saat ia di akui sebagai sepupu, bukan istri.
"nurut sehari aja bisa kan? lo mau nanti disangka hami-"
"HAH? HAMIL? BAYI SIAPA?!" pekik Shella yang baru saja datang dengan Anya, Sandra, dan juga Bianca. Mereka berempat baru saja menghampiri dua pasangan yang masih berdiri di depan kelas.
Vellyn membelakkan matanya saat mendengar pekikan Shella yang terdengar sedikit berteriak. "GAK USAH TERIAK SHELLAAAAA, nanti kalo-"
"sama aja bego, lo juga teriak itu" pungkas Bianca memotong ucapan Vellyn.
"jadi gimana? bener kah lo ham-"
Varez berdeham ketika Anya akan menanyakan hal tersebut. Ia mengusap lembut kepala Vellyn. "gua tinggal dulu, tolong jagain istri sama anak gua,"
Vellyn menahan amarahnya ketika mendengar Varez berbicara hal seperti itu kembali. "(tuh cowo kenapa sih, dari kemarin perasaan bahasnya bayi, bayi, bayi aja terus!)" gerutunya dalam hati.
Anya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Vellyn, "helooo Vellyn? bener yang dikata laki lo?'
Vellyn tersadar saat mendengar Anya bertanya kembali. "APASIH ANYAAA, gak ada ya, dia tuh cuman becanda" jelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
