Chapter 54

943 13 0
                                        

Happy Reading All 🤍

Matahari yang cerah menyinari kamar pasangan V. Di pagi buta ini, Vellyn sudah siap dengan pakaian santainya untuk pergi hangout bersama ketiga sahabatnya. Seperti apa yang Varez katakan kemarin, saat dirinya pergi akan ada beberapa anggota menjaganya dari jauh.

"sayang, perginya sama gua aja ya? diluar lagi gak aman Vell, gua takut kalian kenapa-napa" ujar Varez sedari tadi berbicara seperti itu.

Vellyn yang sudah siap menyatok rambutnya berdecak kesal, saat ini ia memakai baju overall. "Varez, gue pengen hangout sama yang lain, lagian baru kali ini juga"

Varez menghela napasnya, memang susah untuk memberitahu wanita itu. "tapi posisinya sekarang lagi beda Vell." ucapnya menjawab, lalu ia menatap penampilan istrinya yang sangat terlihat sekali bahwa dirinya sedang berbadan dua.

"ini juga apaan? ngapain pake baju kaya gini segala? ganti, nanti perut lo sakit." titahnya seraya melangkahkan kakinya untuk mengambil baju di lemari.

Vellyn menghela napasnya, ia tidak mau mengganti pakaian. "gak mau, ini udah bagus Rezz, lagian gue pake jakett juga ihh"

Varez membawa satu set pakaian dan ia sodorkan pada istrinya. "ganti atau gak jadi pergi?"

Karna Varez mengancam, Vellyn pun langsung mengganti pakaiannya. Ya meskipun not bad lah ya untuk pakaian yang dipilih Varez, tapi terasa tidak nyaman.

"oke gue berangkat, bye suamii" ucap Vellyn dengan mencium kedua pipi Varez, lalu segera pergi menemui teman-temannya yang sudah menunggu di depan rumah.

Sedangkan Varez menggelengkan kepalanya. "ada maunya aja kaya gini."

Selama perjalanan, Vellyn dan teman-temannya bercanda. Namun, seperti yang ia ingat, beberapa anggota Vartegros akan menjaganya dari kejauhan. Ada beberapa motor yang mengikuti mobil Bianca di belakang, Anya dan juga Shella sedikit panik karna sepertinya anak geng motor tersebut membuntuti mereka.

Sedangkan Vellyn mengira itu ialah beberapa anggota Vartegros yang datang untuk menjaga mereka. "eh guys, itu mereka siapa sih? Ca, cepet Ca ngebut, mereka kaya ngikutin kita deh" ujar Anya dengan panik.

Hal itu membuat Vellyn ikut panik, karena dilihatnya seperti bukan anggota Vartegros. "CAAA AWASS DI DEPAN" teriak Shella saat ada 3 motor menghalangi jalan mereka tepat di depannya.

"Vell, lo gapapa kan?" tanya Anya memastikan sahabatnya itu, mereka takut akan ada apa-apa, karna jika terjadi sesuatu pada Vellyn, Varez yang akan memarahi mereka bertiga.

tok tok tok-ketukan kaca mobil terdengar keras dihasilkan oleh mereka yang mencegat perempuan berparas cantik itu. "WOY BUKAA ATAU GUA PECAHIN KACA MOBIL LO?!" bentak pria itu dari luar.

Mereka berempat terdiam ketakutan, Vellyn langsung menekan tombol telepon untuk menghubungi Varez, namun hasilnya nihil, suaminya tidak mengangkat teleponnya.

"SHEll, cepet lo hubungi Ryan sama yang lain Shell," titah Bianca dengan sangat panik.

"CK, GAK BISA DI HUBUNGI CAA, INI GIMANA? GUE TAKUT MEREKA BAWA KITA KABUR" pekik Shella dengan sama paniknya.

"Varez juga gak ngangkat telpon gue, sekarang kita harus gimana?" ucap Vellyn dengan tangan yang sedikit bergetar. Jantung mereka saat ini berdegup kencang.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang