Chapter 66

1.1K 17 3
                                        

Happy Reading All 🤍

Hari sudah berganti, pagi ini Varez sudah bersiap untuk kembali ke rumah sakit. Ia memilih untuk menggunakan motornya agar lebih cepat, meskipun mobilnya semalam ada di rumah sakit. Ia akan menyuruh temannya untuk membawa kembali motornya nanti.

"bi, Varez berangkat dulu ya. Tolong beresin kamar sekalian turunin tempat tidur bayi juga, takutnya lusa atau besok bisa pulang" ucap Varez meminta tolong.

Bi Ayu mengangguk paham, tadi shubuh ia sudah memasak makanan untuk Varez dan juga yang lainnya makan di rumah sakit. Tanpa membuang waktu, Varez langsung pergi menggunakan motornya.

Hanya membutuhkan 30 menit, kini ia telah sampai di rumah sakit. Lelaki yang baru saja menjadi seorang Ayah itu berjalan menelusuri lorong rumah sakit, sampai dimana langkahnya terhenti ketika sudah berada di ruangan VIP 07.

ceklek–pintu ruangan terbuka olehnya, Varez memasuki ruangan tersebut, tak lupa ia kembali menutup rapat pintunya. Di ruangan, terdapat Rissa dan juga Callyn yang setia menunggu Vellyn. Sampai saat ini Vellyn belum juga sadar.

Varez menyuruh kedua orang tuanya untuk pulang dan beristirahat terlebih dahulu, mengingat dari semalam mereka kurang tidur juga. Karena Rissa dan Callyn pun merasa sangat kurang tidur, keduanya menyetujui apa yang dikatakan oleh Varez.

Kini saat ini hanya ada Varez dan Vellyn saja. Varez mendudukan dirinya di kursi samping brankar. Tangannya mengusap lembut kepala istrinya.

"sayang... kapan bangunnya, hm? gua kangen" ucap Varez seraya tangan yang terus mengusap kepalanya.

"gue gak kemana-mana, Rez" balas Vellyn saat mendengar ucapan Varez. Lelaki itu terkejut saat mendengar istrinya membalas tapi matanya masih terpejam.

"kayanya gua mimpi dah" gumam Varez seraya menepuk pelan sebelah pipinya. Vellyn terkekeh pelan, perlahan ia membuka matanya yang terasa seperti di lem.

"Res, lo gak mimpi" panggil Vellyn dengan nada sangat pelan. Varez yang sedari tadi menatap wajah Vellyn, ia langsung tersenyum. "Vell, lo udah sadar? ada yang sakit gak? kalo ada yang sakit bilang sama gua, apa yang saki-"

Vellyn lebih dulu menggeleng saat Varez berbicara dengan nada yang terdengar sangat khawatir. Tangannya memegang pergelangan tangan Varez.

"gue gapapa Ares, maaf udah bikin lo khawatir" ucap Vellyn meyakinkan suaminya dengan tersenyum tipis. Sebenarnya ia sudah sadar dari jam 6 pagi tadi, namun karena melihat wajah Rissa dan Callyn yang terlihat begitu lelah, ia tak tega untuk membangunkan keduanya. Alhasil Vellyn kembali menutup matanya.

Sementara saat ini jam baru saja menunjukkan pukul 08:30, Varez mencium punggung tangan Vellyn. Beberapa kali ia mengecup kening istrinya.

"Vell, gua beneran takut dari kemarin, gua takut lo bakalan ninggalin gua"

Mendengar itu Vellyn menggeleng pelan. "ngga, gue gak akan tinggalin lo sendirian"

Varez memeluk Vellyn dari samping, ia benar-benar merasa senang ketika Vellyn sudah tersadar. "anak gue mana? dia baik-baik aja kan?" tanya Vellyn saat menyadari bahwa bayinya tidak berada di ruangan yang sama.

"anak kita," kata Varez membenarkan, lantas hal itu membuat Vellyn kembali terkekeh pelan. "iya anak kita, kenapa gak dibawa ke sini?"

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang