Happy Reading 🤍
Hari sudah berganti, namun kedua pasangan V tidak masuk sekolah hari ini. Dengan posisi keduanya yang sama-sama tidak enak badan, alhasil keduanya tidak masuk kembali.
Vellyn sudah terbangun lebih dulu, ia membantu Rissa dan juga Kaisya. Meskipun Rissa sudah melarangnya untuk membantu, namun ia tetap ingin membantu. Tidak enak rasanya jika terdiam saja di rumah mertua.
Sedangkan Varez masih tertidur. Selepas Vellyn membantu Rissa dan Kaisya menyiapkan makanan, ia kembali ke kamar untuk membangunkan Varez. Namun rasa mual masih menyerang perutnya.
Dengan suara itu, Varez terbangun. Ia membuka matanya dengan perlahan, matahari sudah menyoroti wajahnya. Sementara Vellyn berada di kamar mandi memuntahkan isi perutnya yang terasa seperti di aduk-aduk.
"sayang" panggil Varez saat mendengar suara muntah-muntah, lelaki itu beranjak dari tidurnya untuk menyusul istrinya. "kenapa gak bangunin gua?"
Vellyn membasuh wajahnya lalu tersenyum ke arah Varez. "maaf jadi ganggu tidurnya,"
Varez menggelengkan kepalanya dan mengecup kening Vellyn. Ia juga membasuh wajahnya terlebih dahulu.
"jangan minta maaf, lagian ini juga udah siang. Pusing kepala gua kalo kebanyakan tidur" ucapnya dengan memberikan senyuman.
"gimana badan lo udah enakan?" tanya Vellyn seraya tersenyum, Varez menggelengkan kepalanya. "syukurlah kalo gitu"
Vellyn menghela napasnya, benar-benar sangat melelahkan. Ini semua benar-benar berbeda ketika asam lambungnya kumat. Varez membantu Vellyn berjalan ke sofa. Ia menyuruh Vellyn duduk terlebih dulu disana.
"gua bawain dulu air anget ya, lo diem dulu disini jangan kemana-mana."
"gak usah Rez, lo mandi aja dulu. Kita ke bawah sarapan, yang lain udah nunggu soalnya" ucap Vellyn melarang Varez untuk membawakan air hangat.
Varez yang hanya bisa menurut pun menganggukan kepalanya, ia berjongkok di hadapan Vellyn lalu mencium perutnya yang masih terlihat rata. Tak lupa Varez pun mengecup kening istrinya. "makasih udah rawat gua kemarin, sorry jadi bikin lo tambah cape"
Vellyn menggelengkan kepalanya, ia memeluk Varez dengan posisi suaminya yang masih berjongkok di hadapannya. "makasihnya sama bunda, bunda kemarin udah rawat lo dari sepulang sekolah" katanya dengan memeluk erat.
Varez menghirup parfum wangi dari punggung istrinya, ia memejamkan matanya seraya menggeleng kepala. "lo juga udah rawat gua, Vell."
Vellyn melepaskan pelukannya, ia mendorong pelan tubuh Varez. "badan lo bau, cepet mandi atau gue turun ke bawah duluan?"
Varez terkekeh mendengar itu, ia langsung beranjak untuk membersihkan dirinya. Sedangkan Vellyn asik menunggu dengan memainkan ponsel milik Varez.
Ia membuka galeri milik Varez, dimana terdapat foto Hazel–mantan kekasihnya.
"apaan sih gak jelas banget, gue aja gak ada tuh nyimpen foto mantan segala" cibir Vellyn menggerutu sendiri saat melihat fotonya.
ceklek–Pintu kamar mandi terbuka, terdapat Varez yang baru selesai mandi. Ia menghampiri Vellyn, lalu mengajaknya untuk turun ke bawah. Vellyn pun berjalan lebih dulu tanpa sepatah kata pun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
