Happy Reading 🤍
Hari sudah berganti, matahari menyinari kedua insan yang masih tertidur lelap. Keduanya sama-sama kurang tidur karena semalaman Ken banyak terbangun dari tidurnya.
tok... tok... tok..
Suara ketukan pintu membuat Varez terbangun, ia membuka matanya dengan perlahan. Lalu menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.
Varez berdecak pelan, ia merasa terganggu dengan suara ketukan pintu kamarnya. "ck, siapa sih ah" gumamnya.
Mau tidak mau ia harus terbangun, Varez merubah posisinya menjadi duduk, pandangannya beralih menatap wajah Vellyn dan juga Ken secara bergantian. Keduanya masih tertidur lelap.
Pria yang sudah menjadi seorang Ayah itu beranjak dari tempat tidur, ia melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu.
ceklek–pintu terbuka olehnya, menampakkan Raffa, Bianca, Anya dan juga Kevin. Lantas kedatangan mereka membuat Varez menatap temannya satu per satu. Sepagi ini mereka berkunjung?
Varez menaikkan sebelah alisnya, "ngapain?" tanyanya dengan raut wajah yang sangat kesal karna tidurnya terganggu.
Raffa dan Kevin mengedikkan bahunya, keduanya memberi kode lewat lirikan pada kedua gadis yang berada disampingnya. Tak lain adalah Bianca dan juga Anya.
"gak ada kerjaan banget lu berempat pagi-pagi kesini? ganggu gua tidur aja." kata Varez yang membuat Bianca kesal.
Bianca memutarkan bola matanya. "dih gue sama Anya kesini mau ketemu Vellyn, orang waktu itu kita baru jenguk sekali, lagian ini udah siang ya bambang!"
"Vellyn masih tidur, semalaman gua sama dia jaga Ken sampe jam 4 pagi," jelasnya dengan jujur. Memang, ia dan istrinya sangat kurang tidur.
Mendengar itu mereka berempat sedikit terkejut, sampai jam 4 pagi? Itu benar-benar melelahkan.
"anjir, sorry banget ya Rez, kita kira lu berdua lag-"
Tidak sampai melanjutkan perkataannya, Raffa sudah mendapatkan tatapan sinis dari Varez. "hehe becanda Rez, ya udahlah ayo kita tunggu di bawah aja" ujar Raffa mengajak yang lainnya menunggu di bawah.
Varez berdeham untuk mengiyakan, "gua bangunin Vellyn dulu, kalian tunggu aja di bawah." ujarnya dan diangguki oleh mereka.
Mereka berempat pun menunggu di ruang keluarga, sementara Varez kembali menutup pintu kamarnya. Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum ia akan membangunkan istrinya.
Hanya butuh 15 menit untuk ia mandi, setelah itu Varez duduk di tepi tempat tidur membangunkan Vellyn dengan lembut.
Tangan kekarnya mengusap lembut kepala Vellyn, "sayang ayo bangun.." ucapnya dengan suara yang berat.
Vellyn melenguh pelan, nafasnya terdengar di indera pendengaran Varez. Ia membuka matanya dengan perlahan. Matanya langsung menatap ke arah Varez yang ada di sampingnya.
"Rez," serunya memanggil nama Varez, lelaki itu mengangguk dan memberi senyuman. "morning sayang,"
Vellyn membalas senyumannya, "morning, ini jam berapa?" tanyanya karena sinar matahari sangat menyoroti wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Teen Fictionperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
