•
•
•
•
•
•
•
•
•
Hari ini, seharian full Varez tidak pergi kemana-mana, ia menemani Vellyn di rumah dan membantu Vellyn melakukan senam hamilnya. Setelah itu, mereka memasak makanan bersama, hal itu membuat rasa mulas perutnya hilang tiba-tiba.
Namun di sore hari ini, Vellyn merasa lebih mulas dan sakit dari sebelumnya. Saat ini ia berada di kamar mandi, sementara Varez sedang berbincang melalui ponsel bersama Rissa-sang ibunda.
"shhh aww kenapa mules banget, sakittt perut gue sakitt huuhh.." ujar Vellyn di tengah-tengah sakitnya. Ia berusaha melangkahkan kakinya untuk keluar kamar mandi dan memberitahu Varez,
"VAREZZZZ!" Vellyn berteriak agar Varez mendengarnya. Mendengar teriakan dari dalam kamar mandi, Varez langsung mematikan sambungannya dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.
ceklek-Varez membuka pintu kamar mandi dengan kasar, terlihat Vellyn yang sedang memegangi perutnya seraya keringat yang bercucuran membasahi keningnya.
"huft Varezz sakittttt...perut gue mules banget, sakittt" ucap Vellyn seraya menggenggam erat tangan suaminya.
Varez menganggukan kepalanya, ia membantu Vellyn berjalan keluar kamar mandi, tetapi gadis itu sudah tidak kuat untuk melangkah.
"GAK BISA VAREZ INI ANAK LO UDAH DIUJUNG, GENDONG GUE CEPET SAKITTTT HUHHH HUHHH" teriak Vellyn dengan menjambak rambut Varez.
Lelaki itu hanya bisa pasrah, dengan suasana hati yang campur aduk, ia langsung menggendong tubuh istrinya, Varez berlari dengan menggendong tubuh Vellyn. Tenang saja itu sudah menjadi hal yang biasa bagi Varez, karena ia sudah sering melakukan gym dan mengangkat barang yang berat. Bahkan sudah beberapa kali ia berolaraga dengan menjadikan Vellyn sebagai alat gym-nya.
"sakitt, perut gue muless bangett Ress huuhh huhhh" ucap Vellyn dengan terus mengatur napasnya.
"BII, MANG, NANTI TOLONG BAWAIN BARANG-BARANG VELLYN SAMA PAKAIAN BAYI!"
"i-iyaa den, hati-hati semoga lancar yaa"
Saat ini Varez sudah mendudukan istrinya di dalam mobil, ia langsung turut masuk ke dalam dan mendudukan dirinya di kursi penyupir.
"sayang tahan ya, kita ke rumah sakit sekarang" ujar Varez dengan memasangkan setbelt dirinya. Ia menggenggam tangan Vellyn, ia mengerti bahwa saat ini Vellyn butuh dirinya untuk menansfer rasa sakitnya.
"SAKITTTTT" ringis wanita itu seraya meremat kuat tangan Varez sekuat tenaganya. Sampai-sampai telapak tangan lelaki itu memerah.
"SAKITTT VAREZZZ SAKIT ANAK LO UDAH MAU LAHIR CEPETAN GAK ANJIR!" teriak Vellyn di dalam mobil, mendengar itu Varez mencoba untuk menenangkan istrinya. Ia terus mencoba agar pokusnya tidak beralih.
Butuh 20 menit untuk sampai di rumah sakit, Varez langsung mendudukan Vellyn di kursi roda. Dan saat itu Vellyn dibawa ke ruang bersalin untuk mengecek pembukaannya terlebih dahulu.
Sementara Varez menghubungi keluarganya terlebih dahulu. "halo bun, bunda sama yang lain bisa ke rumah sakit sekarang gak? sekalian tolong bawain pakaian Vellyn sama pakaian bayi yang ada di kamar Varez" ucapnya menghubungi Rissa.
"hah? VELLYN MAU LAHIRAN REZ? YA ALLAH JADI YANG TADI TERIAK ITU MENANTU BUNDA?"
Mendengar teriakan Rissa di seberang sana ia sedikit menjauhkan ponselnya, ia mengatur napasnya yang sedikit lelah dan panik sedari tadi.
"iya bun, bunda jangan heboh dulu, jangan lupa tolong mampir ke rumah Varez dulu bawain pakaian Vellyn sama bayi"
"iya-iya sekarang bunda sama yang lain kesana, mau ngehubungin dulu mertua kamu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Valyn life's {End}
Novela Juvenilperjodohan yang Vellyn duga itu kesengsaraan ini malah sebaliknya, yaitu munculnya KEBAHAGIAAN. ⚠️BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ Bijaklah dalam membaca. DILARANG KERAS MENJIPLAK CERITA SAYA. "Vell gua kira perjodohan yang berasal dari keluarga...
