Chapter 67

1.4K 20 10
                                        

Happy Reading All 🤍

3 hari berlalu, Vellyn belum di perbolehkan untuk pulang ke rumah karena tubuhnya yang kembali melemah. Pagi ini, Varez baru saja selesai membersihkan dirinya.

Lelaki muda yang sudah menjadi seorang Ayah itu, berjalan menghampiri Vellyn yang masih memejamkan matanya.

Tangan kekarnya mengusap kepala Vellyn dengan pelan, dan mengecupnya singkat. "cepet membaik sayang, biar kita bisa pulang ke rumah lagi" ujarnya bermonolog seraya menatap wajah tenang istrinya.

Lalu, pandangannya beralih pada anaknya yang sudah bangun. Ia langsung menggendongnya karena terlihat seperti tidak nyaman. "morning, jagoannya Papa." ucapnya sembari mengecup pelan kepenuh hati-hatian pada kedua pipinya.

Bayi mungil itu menggeliat ketika Varez mengecupnya, memberi reaksi untuk Papanya. "ayo kita berjemur" ucapnya seraya melangkahkan kakinya mendekati pintu jendela yang sudah terbuka. Ia mendudukan dirinya seraya memangku Baby K agar terkena sinar matahari.

ceklek-pintu ruangan terbuka, terdapat Gina dan salah satu asistennya yang masuk ke dalam ruangan. Asistennya membawa beberapa peralatan dan juga satu infus yang terisi penuh.

"Rez, dari kapan kamu bawa Baby-nya berjemur?" tanya Gina yang tahu akan Varez yang sedang terduduk di sofa dekat jendela.

Lelaki tampan itu menolehkan pandangannya, "baru aja tan" jawabnya dengan jujur. Gina mengangguk seraya memeriksa kondisi tubuh Vellyn.

"bawa sini dulu Rez, tidurin dulu, tante mau periksa sekalian kita mandiin dulu" ucap Gina dan langsung diangguki oleh Varez.

Setelah Varez menidurkan kembali anaknya di box bayi, asisten Gina mulai membuka seluruh baju bayi mungil itu agar dapat ia mandikan. Sebelumnya, Gina sudah memeriksanya terlebih dahulu.

Gina juga sudah memberi tahu Varez akan kondisi Vellyn, perempuan cantik itu kekurangan trambosit. Lantas hal tersebut membuat Vellyn belum bisa pulang hari ini, mungkin sekitar 2 sampe 3 harian lagi. Jelas Gina, begitu.

Butuh 20 menit untuk memandikan bayi mungil tersebut karena Baby k yang terus menangis saat dimandikan membuat asisten Gina sedikit kesusahan. Setelah selesai di pakaikan pakaian hangat, Gina dan asistennya kembali meninggalkan ruangan.

Kini, hanya ada keluarga kecil saja di ruangan. Sedari tadi, Vellyn tidak merasa terganggu oleh suara tangis anaknya. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00, Bayi mungil itu terus saja menangis, Varez tahu betul jika anaknya lapar dan haus, lantas hal itu membuat dirinya membangunkan istrinya.

"sayang bangun yuk.. anak kita dari tadi nangis terus, haus kayanya" ucap Varez seraya menimang-nimang anaknya.

oek... oek.. oek..

"iya jagoan sabar ya sayang.."

oek... oek... oek...

Karena tangisan kali ini terdengar sangat kencang dari sebelumnya, akhirnya Vellyn pun terbangun. Perempuan itu mengucek matanya yang terasa buram.

"Rez," panggilnya dengan suara yang sedikit serak. Varez menganggukan kepalanya dan mendudukan dirinya di tepi ranjang seraya Baby K yang masih menangis di gendongannya.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang