Chapter 48

1.1K 19 1
                                        

Happy Reading All 🤍

Rumah Varez dan Vellyn saat ini ramai dengan teman-temannya yang datang berkunjung. Kalo kata sahabat Vellyn hari ini waktunya Girls Time. Apalagi 4 hari lagi mereka sudah kembali sekolah.

Sementara itu, Varez dan juga keempat temannya membahas tentang kematian Hazel yang menurutnya terjadi secara tiba-tiba.

"SUMPAH? OEMJII AKHIRNYAA GUE BAKALAN JADI ONTY" teriak Shella histeris di balkon, sedangkan Varez dkk berada di ruang bawah.

"ihh Shellaa gak usah teriak-teriak anjim! lo tuh ya tenang seharii aja apa gak bisa?!" ujar Anya dengan kesal.

Shella hanya cengengesan mendengar ucapan Anya, sedangkan Bianca menggelengkan kepalanya. "sumpil ya! waktu itu pas kita telponan, gue beneran kaget banget anjir pas denger ada suara si Varez" tutur Bianca seraya memakan camilannya.

Vellyn tertawa mendengar tutur kata yang diucapkan oleh Bianca. "kayanya nih kalo semisal waktu itu Varez gak ke kamar mandi, mungkin cuman lo doang sekarang yang tau, Ca"

"jahat banget lu gak ngasih tai kita semua!" timpal Anya dengan dramatis.

Sandra menggelengkan kepalanya. "terus keluarga kalian udah tau?* tanyanya yang dibalas oleh gelengan kepala.

"lah kenapa gak dikasih tau?" tanya Shella menimpal kembali saat melihat Vellyn menggelengkan kepalanya.

"rencananya sih mau nunggu sampe lulus SMA aja, lo pada tau sendiri dong Mama hebohnya gimana? gue takutnya tuh Mama posting di semua sosmed" ucap Vellyn menjelaskan.

Mereka berempat mengangguk secara bersamaan. "iya sih, tapi masa iya lo mau rahasiain semuanya sampe lulus SMA?" ucap Anya bertanya.

"iya njir, masa iya lo mau rahasiain semuanya" sahut Shella, ikut menimpal.

Vellyn menggelengkan kepalanya. "ya gak sampe nanti lah anjir, minimal dua bulan ke depan deh" katanya menjelaskan.

Bianca ber'oh ria, lalu mereka berempat melanjutkan perbincangannya. Sementara di ruangan bawah. Mereka berlima membahas tentang meninggalnya Hazel yang dikabarkan sangat tidak masuk akal.

"gimana kalo kita cari tau besok? masih ada waktu lah sebelum masuk sekolah" ujar Raffa seraya menghisap rokok di jarinya.

Ryan yang baru saja menyalakan rokok barunya, menganggukan kepala. "ide bagus tuh, lumayan lah ya ada 3 hari buat nyelidikin semuanya"

"gitu-gitu juga si Hazel dulu pernah jadi cewe satu-satunya di Ravagos, ya meski sekarang udah berubah jadi Vartegros, tapi kan tetep aje" ujar Ryan kembali berucap.

Kevin, dan 3R lainnya mengangguk setuju. Berbeda dengan Gio dan Varez. Sontak hal itu membuat Raffa bertanya. "lu pada gimana? keberatan Rez, Gi?" tanya Raffa mewakili.

Gio menyimpan ponselnya terlebih dahulu, lalu kembali menghisap rokoknya. "gua ikut aja, tapi jangan sekarang-sekarang, Zea lagi ngalamin morning sickness, gua gak bisa tinggal dia sendirian di rumah."

"iya deh bang iya, yang udah punya istri mah beda" timpal Alan seraya menyindir halus. "terus lo gimana, bang?" ucapnya beralih bertanya pada Varez.

Varez menaikkan sebelah alisnya. "gua gak tau, Vellyn juga dari kemarin mual-muntah terus." katanya menjelaskan.

Reval mengerutkan dahinya. "masih mual-mual? kenapa gak lo coba periksa aja Rez, siapa tau lagi ngisi kaya si Zea kan ya?" katanya menyarankan.

"nah betul tuh bang, jadi ntar kita sekaligus punya 2 ponakan" sahut Reyhan dengan terus menerus memakan camilan.

Valyn life's {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang